Kewenangan adalah kekuasaan yang mendapatkan keabsahan atau legitimasi
Kewenangan adalah hak moral untuk membuat dan melaksanakan keputusan politik
Prinsip moral – menentukan siapa yang berhak memerintah
- mengatur cara dan prosedur melaksanakan wewenang
Sebuah bangsa atau negara mempunyai tujuan
Kegiatan untuk mencapai tujuan disebut tugas
Hak moral untuk melakukan kegiatan mencapai tujuan disebut kewenangan
Tugas dan kewenangan untuk mencapai tujuan masyarakat atau negara disebut fungsi
Sumber kewenangan
1.Tradisi – keluarga atau darah biru
2.Kekuatan sakral seperti Tuhan, Dewa dan wahyu seperti kerajaan
3.Kualitas pribadi seperti atlit, artis
4.Peraturan perundang-undangan yang mengatur prosedur dan syarat menjadi pemimpin
5.Instrumental yaitu kekayaan dan keahlian iptek
Tipe kewenangan
1.Kewenangan prosedural yaitu berasal dari peraturan perundang-undangan
2.Kewenangan substansial yaitu berasal dari tradisi, kekuatan sakral, kualitas pribadi dan instrumental
Setiap masyarakat pasti memakai kedua tipe kewenangan ini hanya yang satu dijadikan sebagai yang utama dan yang lain sebagai pelengkap.
Peralihan kewenangan
a.Turun temurun – keturunan atau keluarga
b.Pemilihan – langsung atau perwakilan
c.Paksaan – revolusi, kudeta atau ancaman kekerasan.
Sikap terhadap kewenangan
1)Menerima
2)Mempertanyakan (skeptis)
3)Menolak
4)Kombinasi
LEGITIMASI
Definisi
Pengakuan dan penerimaan masyarakat kepada pemimpin untuk memerintah, membuat dan melaksanakan keputusan politik.
Persamaan antara kekuasaan, kewenangan dan legitimasi karena ketiganya berkaitan dengan hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin atau masyarakat.
Perbedaannya kekuasaan adalah penggunaan sumber-sumber kekuasaan untuk mempengaruhi pembuat dan pelaksana kebijakan politik, sedangkan kewenangan adalah hak moral untuk membuat dan melaksanakan keputusan politik (bersifat top down), adapun legitimasi adalah pengakuan dan penerimaan kepada pemimpin (bersifat bottom up)
Objek legitimasi
1. Masyarakat politik- krisis identitas
2. Hukum- krisis konstitusi
3. lembaga politik- krisis kelembagaan
4. pemimpin politik- krisis kepemimpinan
5. kebijakan- krisis kebijakan
krisis ini terjadi secara berurutan ketika sudah mencapai krisis kebijakan maka sebenarnya sudah terlewati krisis identitas, krisis konstitusi, krisis kelembagaan dan krisis kepemimpinan. Maka bila semuanya sudah mengalami krisis disebutlah krisis legitimasi.
Kadar legitimasi
pra legitimasi, ada dalam pemerintahan yang baru terbentuk yang meyakini memiliki kewenangan tapi sebagian kelompok masyarakat belum mengakuinya
berlegitimasi, yaitu ketika pemerintah bisa meyakinkan masyarakat dan masyarakat menerima dan mengakuinya.
Tak berlegitimasi, ketika pemimpin atau pemerintah gagal mendapat pengakuan dari masyarakat tapi pemimpin tersebut menolak untuk mengundurkan diri, akhirnya muncul tak berlegitimasi. Untuk mempertahankan kewenangannya biasanya digunakan cara-cara kekerasan.
Pasca legitimasi, yaitu ketika dasar legitimasi sudah berubah.
Cara mendapat legitimasi
1.Simbolis, yaitu memanipulasi kecenderungan moral, emosional, tradisi, kepercayaan dilakukan secara ritualistik seperti upacara kenegaraan, parade tentara atau pemberian penghargaan.
2.materiil/instumental yaitu menjanjikan dan memberikan kebutuhan dasar masyarakat (basic needs) seperti sembako, pendidikan, kesehatan dll.
3.pemilu untuk memilih orang atau referendum untuk menentukan kebijakan umum.
Tipe legitimasi
Tradisional – tradisi yang dipelihara dan dilembagakan contoh kerajaan
ideologi – penafsir dan pelaksana ideologi, untuk mendapat dan mempertahankan legitimasi bagi kewenangannya juga menyingkirkan pihak yang membangkan terhadap kewenangannya.
kualitas pribadi – kharisma, penampilan pribadi, atau prestasi
prosedural – peraturan perundang-undangan
instrumental – menjanjikan dan menjamin kesejahteraan materiil.
Pemimpin yang mendapatkan legitimasi berdasarkan prinsip tradisional, ideologi dan kualitas pribadi menggunakan metode simbolis. Sedangkan pemimpin hasil dari prinsip prosedural dan instrumental menggunakan metode prosedural dan metode intrumental.
Manfaat legitimasi
menciptakan stabilitas politik dan perubahan sosial
mengatasi masalah lebih cepat
mengurangi penggunaan saran kekerasan fisik
memperluas bidang kesejahteraan atau meningkatkan kualita kesejahteraan
Krisis legitimasi
peralihan prinsip kewenangan
persaingan yang tajam dan tidak sehat
pemerintah tidak memenuhi janjinya
sosialisasi kewenangan berubah
timbullah kekecewaan dan keresahan yang menimbulkan krisis legitimasi.
Rusli Zainal Sang Visioner - sebagai tipe pemimpin yang dapat menerapkan pemerintahan yang good governance terutama dalam menerapkan master planning sekaligus mengaplikasikan perencanaan pembangunan jangka pendek dan jangka menengah serta akan mampu diaplikasikan dalam rencana jangka panjang, dalam memimpin Riau, baik pada saat beliau menjadi bupati maupun sebagai Gubernur Riau periode 2009-2011.
Beliau merupakan sosok pemimpin yang tepat untuk diikuti sepak terjangnya oleh para gubernur dan bupati di seluruh indonesia, terutama bagi pimpinan daerah Nusa Tenggara Barat sebagai propinsi dan daerah yang memiliki potensi Sumber Daya Alam maupun Sumber Daya Manusia yang luar biasa, terutama jika model kepemimpinan tersebut diterapkan juga oleh Bupati Kabupaten Bima H. Fery Zulkarnain, ST. yang sekarang memimpin Bima dianggap baik, maka harus ditingkatkan menjadi lebih baik dalam melakukan optimalisasi menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bima seperti dalam menangani komoditas bawang merah yang merupakan salah satu aset Kabupaten Bima.
Kabupaten Bima - sekarang dalam posisi sangat rapuh. Kabupaten yang berjarak 420 kilometer dari ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat, Mataram, menjadi hinterland atau wilayah belakang Kota Bima. Kabupaten Bima sebagai penyuplai komoditas dari hasil keringat masyarakat yang 65 persen petani tanaman pangan ke Kota Bima.
Salah satu komoditas adalah bawang merah. Komoditas yang dominan dihasilkan oleh masyarakat bagian Bima Timur, terutama Kecamatan Sape, Lambu dan Wera ini, melonjak produksinya sebesar 36 persen per tahun selama 1998-2002, komoditas yang biasa disebut ’bawang keta monca’ ini mampu melayani pesanan dari berbagai daerah di Kawasan Indonesia Timur, seperti Banjarmasin, Makassar, Manado, Bali, NTT, Papua, juga Jawa Timur. Pemasaran bawang yang ditanam bergantian dengan padi ini tak terlalu berjaya di kawasan barat Indonesia karena adanya daerah produsen lain, misalnya Brebes.
Rusli Zainal Sang Visioner - dapat dijadikan sebagai contoh dan model kepemimpinan yang dapat diikuti dan diterapkan oleh para bupati, terutama dalam menjaring para investor untuk menanamkan investasinya di Riau yang tentu saja dengan cara menguntungkan kedua belah pihak (win-win solution).
Produksi bawang merah yang melonjak hampir 40 persen pada tahun 1998-2002, semakin lama dirasakan seperti nostalgia saja. Kejayaan itu merosot menjadi 20 persen atau menurun hampir setengahnya pada tahun 2003-2009. Hal ini sangat memprihatinkan dan sangat perlu dilakukan revitalisasi terhadap komoditas andalan ini, seperti regulasi, pengembangan stabilisasi harga, optimalisasi pemanfaatan lahan, dan lain-lainnya.
Bawang Merah Kabupaten Bima- dengan kandungan minyak atsiri yang tinggi ini dibudidayakan paling banyak di bagian timur, seperti Kecamatan Sape, Lambu, Wera, Ambalawi yang saat ini masyarakatnya sedang giat mensosialisasikan terbentuknya Kabupaten Bima Timur. Di Bima bagian selatan yaitu Kecamatan Monta, Kecamatan Belo, Kecamatan Woha, dan Kecamatan Bolo. pada tahun 2002 sebesar 66.000 ton dari panen 6.500 hektar, dapat ditingkatkan, mengingat pembudidayaan baru memakai 49 persen dari luas potensial. Masalah yang sekarang dihadapi petani bawang adalah rendahnya harga saat panen raya. Akibatnya, petani merasa dirugikan. Sebenarnya, fluktuasi harga pada saat panen bisa dipecahkan, salah satunya adalah membina industri rumah tangga bawang goreng dengan pasar bagian timur Indonesia seperti yang diterapkan dalam pembangunan Riau oleh Gubernur Riau yang langsung turun ke masyarakat untuk mensosialisasikan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang dilakukan oleh Rusli Zainal Sang Visioner
Rusli Zainal Sang Visioner - dalam Optimalisasi Potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia di Propinsi Riau, adalan sebuah metode kepemimpinan yang patut dijadikan percontohan dalam membangun propinsi dan daerah-daerah lain di Indonesia termasuk untuk Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), lebih khusus untuk diterapkan di Kabupaten Bima.
Mengutip pernyataan Pejabat Kedutaan Besar Malaysia dalam suatu wawancara di sebuah media cetak Nasional Malaysia beberapa tahun yang lalu, mengatakan "Malaysia didominasi oleh hamparan perkebunan, taman, yang dialiri oleh sungai-sungai dengan airnya yang jernih. dan ini telah diterapkan di seluruh Malaysia sebagai kebijakan Nasional melalui regulasi yang jelas, baik planning maupun Aplikasi pelaksaannya."
Setelah ditelaah secara komprehensif, ternyata Kebijakan Pemerintahan Diraja Malaysia terinspirasi oleh gambaran Firman Allah SWT, dalam Kitab Suci Al-Qur'an tentang Surga. Dimana dijelaskan bahwa surga itu dihiasi oleh hamparan pepohonan berbuah dan taman memikat yang di bawahnya terdapat sungai-sungai yang elok, mengalirkan kilauan air yang jernih,untuk dinikmati oleh penduduk surga sesukanya.
Tidak heran, Kuala Lumpur dan distrik lain di Malaysia, membuat siapa saja yang berkunjung, akan merasa sangat betah berlama-lama menikmati keindahan Malaysia sebagai bagian dari keberhasilan promosi obyek Tourism (Pariwisata) Malaysia.
Filosofi negara serumpun Indonesia itu, telah nampak di Kepulauan Riau yang dipimpin oleh Sang Visioner - Rusli Zainal. Makanya, kalau kita berkunjung ke Riau, tidak ubahnya seperti kita berkunjung ke Kuala Lumpur. Bagaimana dengan Kabupaten Bima, bisakah menerapkan metode seperti itu ? Jawabannya jelas bisa. Bupati Bima H. Fery Zulkarnain ST, sangat diyakini menerapkannya di Kabupaten Bima. Disamping beliau adalah seorang Jenateke (Raja Bima) yang nota bene tidak berbeda jauh dengan pemerintah DIRAJA Malaysia. Kabupaten Bima - yang dipimpin oleh Bupati sekaligus Raja Bima ini, untuk menerapkan kepemimpinan model Sang Visioner Rusli Zainal, bukanlah sesuatu hal yang sulit. Tentu saja karena H. Fery Zulkarnain adalah salah seorang Bupati yang inovatif dalam menerapkan manajemen pemerintahan yang efisien dan efektif. Salah satu sepak terjang beliau yang sangat perlu diancungi jempol adalah merespon baik, aspirasi sebagian masyarakat di wilayah bagian Bima timur untuk memekarkan diri menjadi Kabupaten Bima Timur. Ini adalah salah satu item penting untuk menerapkan sistem pelayanan publik dalam manajemen pemerintahan yang efisien dan efektif. Selain bawang merah, penanaman mangga arum manis banyak dilakukan masyarakat Bima. Minat masyarakat kepada tanaman buah ini, sangat menggembirakan. Hal ini adalah fenomena positif untuk menggalakkan sektor perkebunan. Hal ini adalah perubahan yang dirasa signifikan karena sebelumnya, paradigma berpikir Masyarakat Bima hanya fokus oleh tradisi menanam bawang merah, padi dan tanaman sawah lainnya. Tentu saja itu perlu, tetapi harus terjadi keseimbangan dengan sektor perkebunan dan perikanan. Penanaman mangga arum manis ini tergolong mudah, serta lahan tak se-spesifik pembudidayaan bawang merah. Pohon mangga lebih toleran dan dapat tumbuh di tanah yang bergelombang. Bahkan, mangga dari kabupaten ini lebih manis karena pengaruh minimnya curah hujan. Tahun 2002, tercatat 1.200 ton panen mangga dari 287.000 pohon. Mangga ini dibawa dengan mobil ke Pulau Bali dan Jawa lalu diekspor ke Singapura. Sentra mangga di Kecamatan Wawo, Wera, Donggo, Belo, dan Sape Bima. Jambu mete juga mulai dibudidayakan terutama di Kecamatan Donggo, Madapangga, dan Bolo. Areal penanaman 5.700 hektar hingga akhir tahun lalu. Tanaman yang dipadukan dengan tanaman semusim ini menjadi unggulan program Kawasan Sentra Produksi berbasis komoditas perkebunan. Jadi, tunggu apa lagi, semakin cepat akan semakin baik untuk mencontohi kepemimpinan yang dilakukan oleh Rusli Zainal Sang Visioner
Setelah menempuh mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat :
menganalisis kurikulum mata pelajaran kimia sekolah lanjutan yang berlaku.
menganalisis konsep-konsep kimia sekolah lanjutan berdasarkan model analisis konsep Herron.
menjelaskan inti teori-teori belajar Ausubel, Piaget , Gagne dan keterkaitannya dengan pembelajaran kimia.
merancang model-model pembejaran kimia sebagai aplikasi teori belajar Ausubel, Piaget, dan Gagne.
menjelaskan karakteristik berbagai pola berpikir tingkat tinggi
menjelaskan pentingnya pengembangan berpikir tingkat tinggi siswa sekolah lanjutan
merancang berbagai model pembelajaran kimia untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa sekolah lanjutan.
DESKRIPSI MATA KULIAH:
Mata kuliah ini ditujukan agar mahasiswa memantapkan pemahaman konsep-konsep dasar kimia, teori-teori belajar dan berpikir tingkat tinggi, serta menerapkannya dalam rancangan model-model pembelajaran yang sesuai untuk menyajikan pokok bahasan kimia di sekolah lanjutan.
Lingkup perkuliahan meliputi analisis isi GBPP kimia dan buku Kimia sekolah lanjutan, kecenderungan pendidikan kimia di sekolah lanjutan, aplikasi teori-teori belajar Ausubel, Piaget, Gagne dan pengembangan berpikir tingkat tinggi pada model-model pembelajaran kimia. Perkuliahan ini diberikan melalui diskusi, latihan menganalisis konsep-konsep kimia, dan kegiatan merancang berbagai model pembelajaran kimia berdasarkan teori-teori belajar untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa sekolah lanjutan
URAIAN POKOK BAHASAN SETIAP PERTEMUAN :
Pertemuan I
Membahas :
Tujuan mata kuliah
Ruang lingkup mata kuliah: analisis GBPP kimia sekolah lanjutan, analisis konsep-konsep kimia sekolah lanjutan, aplikasi teori-teori belajar Ausubel, Piaget, Gagne dan pengembangan berpikir tingkat tinggi melalui berbagai model pembelajaran kimia di sekolah lanjutan.
Kebijakan pelaksanaan perkuliahan : perkuliahan dilakukan secara diskusi, latihan, serta presentasi model-model pembelajaran kimia sekolah lanjutan yang dirancang mahasiswa. Kehadiran minimal 80 %.
Kebijakan penilaian hasil belajar: nilai akhir dihitung dengan bobot 20 % rata-rata nilai tugas, 40% nilai UTS dan 40 % nilai UAS.
Tugas yang harus diselesaikan: melakukan analisis GBPP kimia SMA, analisis konsep-konsep kimia SMA kelas I,II dan III, merancang model-model pembelajaran kimia untuk SMA berdasarkan teori belajar Ausubel, Piaget, Gagne, serta pengembangan berpikir kritis dan kreatif.
Buku ajar yang digunakan dan sumber belajar lainnya:
Depdiknas (2003). Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Mata Pelajaran Kimia SMA dan MA, Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional.
Firman,H. dan Liliasari. (1999). (edisi revisi). Kimia 1, untuk Sekolah Menengah Umum Kelas 1, Jakarta: Balai Pustaka.
Karyadi, B. (2000).(edisi revisi). Kimia 2, untuk Sekolah Menengah Umum Kelas 2, Jakarta: Balai Pustaka.
Liliasari. (2001).(edisi revisi). Kimia 3, untuk Sekolah Menengah Umum Kelas 3, Jakarta: Balai Pustaka.
Herron,J.D.et.al.(1977). Problems associated with concept analysis, Science Education, Vol.61,no.2 :185-199.
Dahar, R.W. (1989). Teori-teori Belajar, Jakarta : Penerbit Erlangga
Novak,J.D. and Gowin, D.B.(1984). Learning How To Learn, Cambrige: CambrigeUniversity Press.
Levinson, R. (editor). (1994). Teaching Science, London : The Open University.
West, L.H.T. and Pines, A.L.(1985). Cognitive Structure and Conceptual Change, New York: Academic Press.
Klausmeier, H.J. (1980). Learning and Teaching Concepts, A Strategy For Testing Applications of Theory, New York: Academic Press.
Fensham,P.,et.al. (editor).(1994). The Content Of Science: A constructivist approach to its teaching and learning, London : The Falmer Press.
Marzano,R.J. et.al. (1988). Dimensions of Thinking: A Framework for Curriculum and Instruction, Virginia: ASCD.
Costa A.L. (1985). Developing Minds: A Resource Book for Teaching Thinking, Alexandria : ASCD,
Lawson, A.E.(1995). Science Teaching and The Development of Thinking, California : Wadsworth Publishing Co.
Gagne, R.M. (1977). The Conditions of Learning, New York: Holt, Rinehart and Winston.
Torrance,E.P.(1980). A three stage model for teaching for creative thinking, 1980 AETS yearbook, The Psychology for Teaching For Thinking and Creativity
Ausubel,D.P.(1980). Education for rational thinking: a critique, 1980 AETS yearbook, The Psychology for Teaching For Thinking and Creativity, Ohio : The Ohio State University.
Joyce,B.,et.al.(1992).Models of Teaching, Boston: Allyn and Bacon
Kebutuhan belajar para mahasiswa: mencari informasi pada jurnal internasional mengenai kecenderungan pembelajaran kimia mutakhir (2000-2005).
Tugas : Menganalisis tiap komponen Kurikulum 2004 Mata Pelajaran Kimia SMA dan Kurikulum SMU 1994 Suplemen 1999 Mata Pelajaran Kimia, untuk menemukan persamaan dan perbedaannya.
Bacaan lebih lanjut:
Depdiknas (2003). Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Mata Pelajaran Kimia SMA dan MA, Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional.
Depdikbud (1993). Kurikulum SMU1994 Mata Pelajaran Kimia,Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.
Pertemuan II
Membahas : Presentasi mahasiswa dan pembahasan hasil analisis isi GBPP Kurikulum 2004 Mata Pelajaran Kimia SMA dibandingkan dengan Kurikulum SMU 1994 Suplemen 1999 Mata Pelajaran Kimia, dari segi persamaan dan perbedaannya.
Tugas :
1). memperbaiki tugas yang telah dibahas
2) membaca artikel tentang analisis konsep yang diberikan pada akhir kuliah
3) melakukan analisis konsep dalam pokok-pokok bahasan kimia di SMA kelas 1,2 atau 3; sesuai dengan pembagian tugas yang telah disepakati di kelas
Bacaan lebih lanjut:
Firman,H. dan Liliasari. (1999). (edisi revisi). Kimia 1, untuk Sekolah Menengah Umum Kelas 1, Jakarta: Balai Pustaka.
Karyadi, B. (2000).(edisi revisi). Kimia 2, untuk Sekolah Menengah Umum Kelas 2, Jakarta: Balai Pustaka.
Liliasari. (2001).(edisi revisi). Kimia 3, untuk Sekolah Menengah Umum Kelas 3, Jakarta: Balai Pustaka.
Herron,J.D.et.al.(1977). Problems associated with concept analysis, Science Education, Vol.61,no.2 :185-199.
Pertemuan III
Membahas : Presentasi hasil analisis konsep kimia untuk SMA kelas 1 yang telah dilakukan mahasiswa.
Tugas : Perbaikan tugas analisis konsep kimia SMA kelas 1 sebagai hasil pembahasan pada presentasi di kelas
Membahas : Presentasi hasil analisis konsep kimia untuk SMA kelas 2 yang telah dilakukan mahasiswa.
Tugas : Perbaikan tugas analisis konsep kimia SMA kelas 2 berdasarkan hasil pembahasan pada presentasi di kelas
Bacaan lebih lanjut:
Fensham,P.,et.al. (editor).(1994). The Content Of Science: A constructivist approach to its teaching and learning, London : The Falmer Press, halaman 1-8, 14-26.
Novak,J.D. and Gowin, D.B.(1984). Learning How To Learn, Cambrige: Cambrige University Press, halaman 15 –54.
Levinson, R. (editor). (1994). Teaching Science, London : The Open University, halaman 143-189.
Ausubel,D.P.(1980). Education for rational thinking: a critique, 1980 AETS yearbook, The Psychology for Teaching For Thinking and Creativity, Ohio : The Ohio State University
Pertemuan VI
Membahas : Presentasi hasil rancangan model pembelajaran kimia berdasarkan teori Ausubel untuk SMA yang telah dipersiapkan mahasiswa.
Tugas : 1) Perbaikan rancangan model pembelajaran kimia berdasarkan teori Ausubel berdasarkan hasil pembahasan pada presentasi di kelas
2) Membaca dan menemukan prinsip-prinsip teori belajar Piaget
3) Merancang model pembelajaran kimia untuk SMU berdasarkan teori belajar Piaget.
Gagne, R.M. (1977). The Conditions of Learning, New York: Holt, Rinehart and Winston, halaman 283- 313.
Pertemuan VIII
Ujian Tengah Semester : berupa tes tertulis berbentuk essay
Pertemuan IX
Membahas : Presentasi hasil rancangan model pembelajaran kimia berdasarkan teori Gagne untuk SMA yang telah dipersiapkan mahasiswa.
Tugas : 1) Perbaikan rancangan model pembelajaran kimia berdasarkan teori Gagne berdasarkan hasil pembahasan pada presentasi di kelas
2) Membaca dan menemukan prinsip-prinsip pengembangan berpikir tingkat tinggi.
Bacaan lebih lanjut:
Marzano,R.J. et.al. (1988). Dimensions of Thinking: A Framework for Curriculum and Instruction, Virginia: ASCD, halaman 32-114
Costa A.L. (1985). Developing Minds: A Resource Book for Teaching Thinking, Alexandria : ASCD, halaman 43-48, 309-312.
Pertemuan X
Membahas : Berbagai jenis berpikir tingkat tinggi dan perlunya dikembangkan pada siswa SMA melalui pembelajaran Kimia
Tugas : Merancang model pembelajaran kimia untuk SMU untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa
Bacaan lebih lanjut:
Marzano,R.J. et.al. (1988). Dimensions of Thinking: A Framework for Curriculum and Instruction, Virginia: ASCD, halaman 17-31,
Costa A.L. (1985). Developing Minds: A Resource Book for Teaching Thinking, Alexandria : ASCD, halaman 54-57, 303-304.
Pertemuan XI
Membahas : Model pembelajaran kimia untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Pada pertemuan ini dilakukan presentasi hasil rancangan model pembelajaran kimia SMA untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa, yang telah dipersiapkan mahasiswa.
Tugas : Perbaikan rancangan model pembelajaran kimia untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa SMA, berdasarkan hasil pembahasan pada presentasi di kelas
Bacaan lebih lanjut:
Marzano,R.J. et.al. (1988). Dimensions of Thinking: A Framework for Curriculum and Instruction, Virginia: ASCD, 115-139
Costa A.L. (1985). Developing Minds: A Resource Book for Teaching Thinking, Alexandria : ASCD, halaman 58-61
Torrance,E.P.(1980). A three stage model for teaching for creative thinking, 1980 AETS yearbook, The Psychology for Teaching For Thinking and Creativity,Ohio : The Ohio State University,halaman 226-248
Pertemuan XII
Membahas : Lanjutan model pembelajaran kimia untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa.(Lanjutan presentasi hasil rancangan model pembelajaran kimia SMA untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa, yang telah dipersiapkan mahasiswa.).
Tugas : 1) Perbaikan rancangan model pembelajaran kimia untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa SMA, berdasarkan hasil pembahasan pada presentasi di kelas
2) Merancang model pembelajaran kimia untuk SMA untuk mengembangkan keterampilan berpikir kreatif siswa
Bacaan lebih lanjut:
Lawson, A.E.(1995). Science Teaching and The Development of Thinking, California : Wadsworth Publishing Co.,halaman 209-224, 338-350.
Joyce,B.,et.al.(1992).Models of Teaching, Boston: Allyn and Bacon, halaman 213-237..
Pertemuan XIII
Membahas : Model pembelajaran kimia untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa.Pada pertemuan ini dilakukan presentasi hasil rancangan model pembelajaran kimia SMA untuk mengembangkan keterampilan berpikir kreatif siswa, yang telah dipersiapkan mahasiswa.
Tugas : Perbaikan rancangan model pembelajaran kimia untuk mengembangkan keterampilan berpikir kreatif siswa SMA, berdasarkan hasil pembahasan pada presentasi di kelas
Bacaan lebih lanjut: mencari hasil-hasil penelititan tentang pengembangan keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran kimia mutakhir (2000- 2004 ) dari internet.
Pertemuan XIV
Membahas : Model pembelajaran kimia untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa.Pada pertemuan ini dilakukan lanjutan presentasi hasil rancangan model pembelajaran kimia SMA untuk mengembangkan keterampilan berpikir kreatif siswa, yang telah dipersiapkan mahasiswa.
Tugas : 1) Perbaikan rancangan model pembelajaran kimia untuk mengembangkan keterampilan berpikir kreatif siswa SMA, berdasarkan hasil pembahasan pada presentasi di kelas
2)Merancang model pembelajaran kimia untuk SMA untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa
Bacaan lebih lanjut : mencari hasil-hasil penelititan tentang pengembangan keterampilan berpikir kreatif dalam pembelajaran kimia mutakhir (2000- 2004 ) dari internet.
Pertemuan XV
Membahas : Model pembelajaran kimia untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa. Pada pertemuan ini dilakukan presentasi hasil rancangan model pembelajaran kimia SMA untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa, yang telah dipersiapkan mahasiswa.
Tugas : 1) Perbaikan rancangan model pembelajaran kimia untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa SMA, berdasarkan hasil pembahasan pada presentasi di kelas
2) Persiapan UAS
Bacaan lebih lanjut: -
Pertemuan XVI :
Ujian Akhir Semester : Tes tertulis berbentuk essay
Dosen dapat dihubungi melalui:
1. e-mail : liliasari @ upi.edu
2. Surat dengan alamat : PPS UPI/ Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI
Di Indonesia buah Pare memiliki nama yang beragam disetiap daerah diantaranya Prien (Gayo), Paria (Batak Toba), Foria (Nias), Peria (Melayu), Kambeh (Minangkabau), Papare (Jakarta), Paria (Sunda), Pare (Jawa Tengah), Pepareh (Madura), Paya Truwok (Sasak), Paria (Bima), Pania (Timor), Popari (Menado), Beleng gede(Gorontalo), Paria (Makasar), Paria (Bugis), Papariane (Seram), Papari (Buru), Papare (Halmahera), Kepare (Ternate)
Pare sangat mujarab sebagai obat diabetes - kencing manis (hanya untuk penderita diabetes - kencing manis yang masih dalam tahap ringan dan penyembuhannya tidak bergantung pada suntikan insulin).
Biasanya, penderita pada tingkat ini masih memiliki kelenjar pankreas yang masih bisa menghasilkan hormon insulin. Diduga zat yang dapat menurunkan kadar gula darah dalam buah pare ini adalah sejenis glukosida, yaitu momordisin.
Pare mengandung kadar betakaroten dua kali lipat lebih banyak dari brokoli. Pare juga mengandung betakaroten yang sangat bagus untuk membasmi sel kanker, menghambat serangan jantung dan mengatasi infeksi karena virus.
Kadar kalsium pare juga tergolong tinggi, sehingga mampu menaikkan produksi sel-sel beta dalam pankreas untuk menghasilkan insulin. Bila insulin dalam tubuh mencukupi maka kemungkinan kadar glukosa yang membanjir dapat dicegah, sehingga kadar gula darah menjadi normal atau terkontrol.
Di beberapa negara terutama Jepang, Korea dan China, pare dimanfaatkan untuk pengobatan. Pare yang muda digunakan sebagai obat diabetes, gangguan pencernaan, minuman penambah semangat, obat pencahar dan perangsang muntah. Bahkan Pare telah diekstrak dan dikemas dalam kapsul sebagai obat herbal kencing manis.
Khasiat pare lainnya yaitu, kandungan senyawa fitokimia lutein dan likopennya berkhasiat sebagai antikanker, antibiotika, antivirus, perangsang produksi insulin, penyeimbang tekanan darah dan kadar gula darah, perangsang nafsu makan dan pembasmi cacing usus.
Kabupaten Bima - Sebagai salah satu wilayah komunitas Dou Mbojo selain Kabupaten Dompu, ketika saya membaca sebuah literatur dalam Bahasa Ingris yang diterbitkan sebagai disertasi ilmiah sebuah universitas ternama di USA oleh Kennedy 1943, ternyata sejarah Bima sangat perlu direvisi oleh peneliti dan pemerhati sejarah terutama Orang Bima sendiri, karena terdapat informasi-informasi yang relevansinya tidak terarah dan melenceng dari realita. Dalam literatur tersebut dijumpai hal-hal yang janggal, antara lain yang membahas panggilan untuk bangsawan Bima yang mencampuradukkan dengan Suku Sasak (Lombok) yang tentu saja berbeda dengan apa yang selama ini diceritakan oleh nenek moyang secara turun temurun. Kita sebagai generasi penerus leluhur, harus melakukan langkah pelurusan sejarah Bima agar tidak terkesan "sembarangan" dan kurang komprehensif, apalagi dalam bentuk disertasi ilmiah. Yang perlu juga dikoreksi adalah Buku yang diterbitkan oleh Depdikbud 1977/1978, 1989; Lebar 1982. Untuk mengetahui ketidak sempurnaan tersebut, dalam postingan ini juga, kami kutip sejarah Bima dari sumber-sumber tersebut. Kami sangat berharap untuk dikoreksi dan dilengkapi oleh para pembaca. Kutipannya antara lain sebagai berikut : Orang Bima berdiam di Kabupaten Bima yang terletak di pulau Sumbawa, sebagian lagi berdiam di Kabupaten Dompu dan di Pulau Sangiang di Propinsi Nusa Tenggara Barat. Jumlah populasinya pada tahun pada tahun 1989 sekitar 350.000 jiwa. Bahasa Bima terdiri atas beberapa dialek yaitu : Bima, Bima Donggo dan Sangiang. Dalam kehidupan sehari-hari digunakan bahasa halus dan kasar. . Mata pencaharian utama masyarakat Bima adalah bercocok tanam di sawah dan perladangan berpindah (Ngoho). Sebagian lagi hidup dari meramu hasil huta (ngupa le'de) dan menangkap ikan. Sistem kekerabatannya adalah patrilinear. Keluarga inti tinggal bersama dengan keluarga luas terbatasnya dalam sebuah rumah panggung yang besar yang disebut uma panggu. Setiap desa yang disebut kampo dikepalai oleh seorang kepala desa yang disebut ncuhi, ompu, atau ghelarang. Dalam tugasnya kepala desa didampingi oleh beberapa penasehat yang terdiri dari para pemimpin kelompok kelompok kekerabatan dalam desa yang disebut dou matua. Kepala desa biasanya dipilih dari keturunan cikal bakal desa itu sendiri. Masyarakat Bima juga terdiri atas lapisan sosial bangsawan, rakyat biasa, dan kaum hamba sahaya. Golongan bangsawan biasanya adalah keeturunan raja-raja dan pemimpin adat zaman dulu, mereka biasanya bergelar Datu. Golongan bangsawan yang masih bujang dise but Lalu, kalau sudah menikah dan mempunyai anak dipanggil Ruma. Golongan bangsawan perempuan yang masih gadis dipanggil Lala dan kalau sudah menikah dipanggil Dae. Orang Bima umumnya memeluk agama Islam. Sebagian kecil di antara mereka masih memuja roh nenek moyang dan sistem kepercayaan yang disebut pare no bongi. Dalam kegiatan pertanian orang Bima mengenal kegiatan gotong royong yang disebut weha rima. Sedangkan gotong royong dalam kegiatan upacara daur hidup disebut hanboku.
Komunitas Suku Bajau atau Suku Bajo sungguh mengesankan untuk dicermati, kebetulan suku tersebut dapat dijumpai di salah satu desa di pesisir Kecamatan SapeKabupaten Bima yang kalau dipandang ke arah timur dari pelabuhan sape, tampak sebuah desa pesisir yang mempunyai keunikan tersendiri dengan karakter masyarakat yang tentu saja berbeda dibanding tipikal masyarakat Sape dan Dou Mbojo pada umumya. Suku bangsa yang satu ini sangat pandai menyesuaikan diri dengan kehidupan perairan Nusantara, bahkan sampai ke perairan Kepulauan Philiphila bagian selatan yang mungkin dikenal dengan sebutan Mindanao. Mereka hidup berpindah-pindah di perairan laut dan teluk di sekitar Pulau Sulawesi, Kalimantan, Sumatera bagian timur, Kepulauan Maluku bagian utara dan Kepulauan Nusa Tenggara. Jumlah orang Bajau atau Bajo di seluruh Indonesia diperkirakan sekitar 50.000 jiwa. Kelompok yang paling banyak jumlahnya mungkin berada di sekitar Sulawesi Tengah, yaitu sekitar 25.000 jiwa. Di Sulawesi Selatan jumlahnya sekitar 8000-10000 jiwa . Di Maluku Utara sekitar 5000 orang, yaitu di sekitar pulau Obi, Bacan, Kayoa dan Suta. Sebagian ditemukan ditemukan di pantai utara Pulau Lombok, Sumba, Sumbawa bagian timur di Sape dan pulau-pulau kecil lainnya. Ada pula yang mendiami beberapa daerah pantai dan teluk di Kalimantan selatan, Kalimantan Barat, Riau dan Jambi. Anggapan ini menyamakan pula Orang laut yang berdiam di Pulau Riau Kepulauan sebagai kelompok suku bangsa Bajau/Bajo. Tetapi adapula yang membedakannya, karena bahasa Orang Laut di RIau dengan bahasa orang Bajau pada umumnya berbeda, karena Orang laut menggunakan bahasa dengan dialek Melayu Kepulauan. Para peneliti asing di Kalimantan melaporkan bahwa suku bangsa ini sebagai penyalur hasil hutan yang dikumpulkan penduduk pedalaman. Penulis-penulis Barat beranggapan bahwa suku bangsa ini sering digunakan oleh sultan-sultan melayu untuk merampok kapal-kapal pedagang Eropa. . Orang Makasar menyebut suku bangsa ini orang Bayo atau Turije'ne' (baca turijeknek). Orang Bugis menyebutnya orang Bajo. Masyarakat suku bangsa di sulawesi tengah umumnya menyebut mereka dengan sebutan orang Bajau. Di sekitar perairan Malaysia disebut Bajaw. Di perairan Philipina disebut orang Sama. Dalam literatur moderen disebut-sebut The Sea Gypsy. Penelitian mengenai orang Bajau secara menyeluruh nampaknya belum ada, kecuali penelitian terbatas pada sub kelompok-sub kelompok tertentu. Bahasa Bajau yang terdapat di lingkungan perairan Indonesia memperlihatkan ciri kebahasaan yang sama dan hanya berbeda dialek dengan bahasa Bajau yang digunakan di perairan Malaysia dan Philipina Selatan. Ada anggapan bahwa bahasa mereka sebenarnya sama karena mereka selalu mengadakan interaksi musiman secara teratur. Selain itu pengaruh bahasa asing dianggap sedikit sekali, karena mereka suka menjauhkan diri dari kontak-kontak ekonomi dengan suku-suku bangsa lain kecuali hubungan dagang dengan orang bugis dan Makasar. Mungkin sebagian besar memeluk agama Islam, cuma pengaruh sistem kepercayaan animisme laut masih amat kuat, sehingga menjadi salah satu ciri kebudayaan mereka yang khas itu. Pengaruh agama Islam mungkin diperoleh lewat interaksi dengan para pelaut Bugis yang juga tersebar di perairan Nusantara. Bedanya para pelaut Bugis masih mengenal pemukiman tertentu sebagai tempat tinggaldan terbuka untuk mengadakan hubungan yang lebih dalam dengan suku-suku bangsa lain. Sistem perkawinan mereka terutama mengikuti hukum perkawina Islam dan ditambah dengan pengadaan upacara perkawinan menurut adat istiadat mereka yang sayang masih sedikit diketahui. Seorang penganten perempuan akan ikut dengan perahu orang tua suaminya segera setelah upacara perkawinan selesai. Ada pula pasangan yang hidup di perahu buatan sendiri atau hadiah dari kerabat mereka. Ada pula pasangan baru yang lebih senang bergabung dengan perahu orang tua suami. Tidak diketahui apakah mereka berpoligami. Mereka tidak berlayar sepanjang tahun, karena pada musim-musim tertentu mereka menetap di dekat pantai yang perairannya tenang sambil memperbaiki perahu dan alat-alat untuk menangkap ikan serta hasil laut lainnya, mengadakan kegiatan sosial seperti perkawinan, sunatan dan upacara lainnya. Beberapa kelompok si Sulawesi Tengah dan Maluku Utara sudah ada yang mau menetap dan mendirikan sekolah. Penduduk-penduduk lain di sekitar perairan Sulawesi Tengah dan Maluku Utara nampaknya sangat mengagumi dan mengakui keterampilan orang Bajau untuk hidup di laut. Mereka dikenal sebagai penyelam ulung, tahan berjam-jam di kedalam 10-20 meter untuk berburu ikan dengan tombaknya yang berkait dan senjata harpun buatan sendiri, atau mencari kerang mutiara untuk dijual kepada tengkulak yang akan menjualnya lagi ke pedagang Jepang. Selain ikan dan mutiara mereka juga mengumpulkan rumput laut, teripang, dan sirip ikan hiu yang harganya cukup bagus. Ciri kebudayaan orang Bajau memang masih kabur, tetapi tidak syak lagi, bahwa sistem pengetahuan mereka tentang kelautan serta perbintangan amatlah luas, terutama pengetahuan mengenai lautan di lingkungan Indonesia.
Mengisi waktu luang untuk memelihara bonsai dan tanaman hias ternyata mengasyikkan. Bonsai yang terlanjur identik dengan hoby "orang kaya" adalah tidak semuanya benar dan bertentangan dengan karakter keindahan bonsai maupun tanaman hias yang dianugerahi Allah Yang Maha Pencipta dan Yang Maha Indah untuk semua mahluk. Jadi mahluk yang bernama "orang kaya" tidak boleh mengklaim bahwa keinginan untuk menikmati dan menikmati bonsai hanya milik mereka. Jadi refreshing untuk menikmati tanaman hias bisa dimiliki semua kalangan tanpa membedakan status sosial ataupun si kaya dan si miskin.
Salah satu bonsai dan tanaman hias dalam postingan ini adalah cemara udang. Cemara udang adalah tergolong tanaman tahan cuaca. Tidak heran dalam kontes bonsai, cemara udang termasuk tanaman idola, disamping karena keindahannya juga akhir-akhir ini termasuk tanaman yang sulit ditemukan atau langka. Koleksi bonsai cemara udang saya, tidak ada hubungannya dengan kontes bonsai karena tujuannya memang untuk dinikmati sendiri, syukur-syukur bisa dinikmati orang lain. Saya mendapatkannya dengan membeli dari nursery bonsai di kotaku, dari yang berbentuk bakalan, sampai pada yang sudah dikawat dan dipangkas untuk dibentuk.
Mudah-mudahan foto dalam postingan ini, bisa menjadi inspirasi bagi siapapun untuk mengetahui ataupu memulai memahami bahwa ternyata banyak di dunia bonsai untuk membuat kehidupan lebih berwarna dan mengasyikkan dengan merawat bonsai atau tanaman hias lainnya. Selamat mencoba !...
Terima Kasih Alnect Computer, Kebetulan sekarang saya lagi kecanduan ngeblog dan mungkin seterusnya, padahal belum sampai tiga bulan berkenalan dengan dunia blog yang sebelumnya disibukkan oleh banyol sana banyol sini di friendster dan facebook yang terkadang bikin pusing karena kebanyakan friend yang di-add maupun masalah login yang terlalu banyak birokrasi. Kesempatan yang diberikan oleh Alnect Computer dalam melaksanakan Alnet Blog Contest merupakan ide yang cerdas disamping sebagai motivasi untuk ajang berkreasi yang positif bagi para bloger termasuk bagi bloger pemula seperti saya, juga bentuk sosialisasi AlnectComputer Webstore sebagai penyedia instrumen pendukung IT. Alnect computer Webstore menyediakan banyak pilihan yang variatif dan up to date seperti hardware maupun software, serta ornamen IT lainya berupa Computer, Editing card, Gadget, Media Player, Networking, Peripheral, Storage Media, Suplies dan Media dengan harga kompetitif. Alnect computer Web Store merupakan salah satu Web Store yang paling lengkap di Indonesia untuk keperluan tools pendukung IT dan tentu saja akan mendapatkan fasilitas dan pelayanan yang memuaskan pelanggan serta memudahkan bagi kita untuk shopping online, baik bagi kalangan perkantoran maupun untuk kita pribadi sebagai pemerhati dan pengguna IT. Dengan sedikit agak fokus mengelola blog selama dua bulan, akhirnya terhibur juga saat dapat urutan tiga besar dalam Google search untuk kata kunci Kabupaten Bima Timur, atau Kabupaten Bima (ehm!.. Boleh dong muji diri sendiri hee, hee..) saya memberanikan diri dengan modal nekad untuk ikut kompetisi yang diselenggarakan oleh Alnet.net Blog Contest dan termasuk dalam golongan orang-orang yang sesat, eh salah ! hee, hee.. Maksud saya masuk kedalam golongan orang yang kecanduan ngeblog seperti yang pernah saya kutip di salah satu artikel dalam situs Detik.com (sorry, saya lupa penulis dan tanggalnya) dengan sepuluh ciri-ciri sebagai berikut : 1. Halaman pertama [homepage] internet di komputer, laptop atau ponsel adalah blog. Bisa blog pribadi, wordpress, blogspot, blogdetik dan lain sebagainya. 2. Memiliki blog minimal gratisan dan rajin update. Jadi tidak sekedar mempunyai blog tetapi secara rutin dan konsisten mengisi blog dengan postingan. Tak peduli postingan itu ada komentar atau tanpa komentar. Bahkan memiliki lebih dari satu blog dan tetap terpelihara [update] dan bukan blog yang digunakan untuk monetize. 3. Selalu membuka blog pribadi untuk mengetahui jumlah pengunjung dan komentar. Bahkan setiap harinya lebih dari 5x melihat blog pribadinya. 4. Selalu menyempatkan untuk browsing internet meskipun hanya sekedar blogging. Melihat blogspot, wordpress, blogdetik, atau komunitas blog lain untuk blogwalking. 5. Mempunyai banyak daftar blog [blogroll]. Bisa puluhan atau bahkan ratusan, meskipun sebenarnya tidak semuanya sempat dikunjungi. Tetapi menimbulkan kesan kalau kawan blognya banyak sekali. 6. Rajin membaca dan mengomentarinya blog orang lain dan kadang kala komentarnya ditambahi kalimat “kunjungi blog saya….. “ 7. Selalu mengunjungi kembali blog yang sudah dikomentari untuk memastikan apakah komentarnya di blog tersebut dibalas oleh pemiliknya. Dan jika ternyata komentarnya tidak dijawab, maka merasa kecewa hati. 8. Rajin datang ke acara blog gathering atau kopi darat [kopdar] sesama blogger. Setiap kopdar selalu ingin dipotret dan posisinya selalu ingin paling depan. Dan jika berhalangan untuk hadir kopdar merasa kecewa dan menyesali diri. 9. Mengajak orang lain untuk selalu mengunjungi blog pribadinya bahkan kepada kawannya yang tidak mempunyai blog pun diminta untuk mengunjungi blog miliknya. 10. Pekerjaan terbengkalai dan tugas kantor tidak terselesaikan karena waktu bekerja dihabiskan untuk ngeblog. Dan mungkin sudah beberapa kali di-omelin bos. Hati-hati saja jangan sampai dipecat karena ngeblog.
Sepuluh ciri-ciri di atas saya borong semua, hehee, hee... Anda termasuk ciri-ciri pecandu blog di poin yang mana?
Kasus Global TV yang terungkap melalui surat mantan Mensesneg Muladi bernomor B-602/M.Setneg/9/199 bertanggal 13 September 1999 mempunyai arti khusus bagi umat. Beberapa tahun silam, 'TV Islam' pernah dirintis, bahkan telah mengantongi izin. Sayangnya, tak ada follow up yang baik. Peluang itupun hilang. Barangkali kita masih ingat pemberitaan sejumlah harian nasional beberapa tahun lalu tentang keluarnya izin beberapa station televisi swasta. Di antaranya adalah Global Tv, yang diharapkan dapat menampilkan nuansa Islam. Harapan akan kehadiran "TV Islam" pun kembali bersemi. Itu tak berlebihan, mengingat umat Islam di republik ini adalah mayoritas. Kita pun bergembira. Semoga Global TV menjadi penyeimbang atas tayangan-tayangan yang selama ini kurang mendidik. Lagi-lagi kita menelan pil pahit. Harapan tinggallah harapan. Global TV versi Islam gagal tayang, karena persoalan klasik: dana. Lebih dari itu tak adanya trush (kepercayaan). Mengapa investor tidak berminat? Bukan hanya pendanaan dalam negeri yang enggan, investor Timur Tengah pun urung menanamkan dananya. Urungnya investor luar untuk masuk Global TV selain tidak ada follow up serius, bisa jadi berkaitan dengan kepercayaan. Sulitnya membangun kepercayaan (trust building) berbanding lurus dengan susahnya mencari dana dari pihak-pihak yang berduit. Sayangnya dari dulu hari ini hingga sekarang tak pernah diperbaiki. Mengapa? Sebab orang-orang yang memainkan "kartu" adalah para petualang (avonturir) yang masih diragukan keberpihakannya pada kepentingan Islam dan kaum Muslimin. Susah mengharapkan tsiqah (kepercayaan) dari orang-orang yang reputasinya tentang keumatan dan keberpihakannya pada ISlam tak pernah teruji. Umat ini mempertanyakan keseriusan dan tanggungjawab para tokoh yang dulu pernah mengantongi izin Global TV di bawah bendera The International Islamic Forum for science Technology and Human Resourses Development (IIFTIHAR), Global TV sejak awal dimaksudkan sebagai televisi dengan syiar Islam, selain pendidikan, teknologi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Jika kemudioan Global TV menayangkan program yang tidak sesuai dengan Visi Misi semula, maka para tokoh yang membidani televisi tersebut harus menjelaskannya pada umat. Meminjam ungkapan Muladi, mana tanggungjawab moralnya dan apa kendalanya sehingga dana untuk sebuah televisi yang bernuansa Islam yang sesungguhnya jadi dambaan kita semua tidak mengucur? Mengapa saat itu tidak ada transparasi kepada publik agar persoalan dana dapat diselesaikan oleh umat Islam? Lantas sekarang di tengah gugatan terhadap isi siaran dan alih kepemilikan izin Global TV, pihak manajemen Global TV menyampaikan klarifikasi yang menegaskan bahwa tak ada pengalihan kepemilikan izin Global TV maupun perubahan isi siaran. Dalam kasus ini sebaiknya pihak manajemen tak usah menutup mata, bahwa di republik ini sudah dianggap lazim "jual beli" izin. Di era Orde Baru, bukan rahasia lagi yang namanya SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers) diperjual belikan. Caranya, sang pembeli masuk ke perusahaan penerbitan pers tersebut lalu mengucurkan dana. Kepemilikan saham pun berubah. Karena ada peraturan yang sangat ketat, tak mudah mengganti pemimpin umum, pemimpin perusahaan dan pemimpin redaksi, maka ketentuan ini pun diakali. Biasanya nama-nama masih dipajang, meski realitanya sudah tak aktif lagi. Nama-nama pengelola baru pun dicantumkan dengan sebutan misalnya "pemimpin pelaksana redaksi" (untuk pemred), "pemimpin harian perusahaan" (untuk pemimpin perusahaan) dan sejenisnya. Dalam kasus Global TV, memsang betul, izin prinsipnya tak berubah, masih tetap PT Global Informasi Bermutu (GIB). Tapi, orang-orangnya berubah, kepemilikan sahamnya pun berganti. Meski namanya bukan "jual beli", tapi dengan berubahnya kepemilikan saham, apalagi istilah yang tepat untuk kasus ini? Anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)Bimo Nugroho Sekundatmo menyebut kasus perpindahan kepemilikan saham PT Global Indonesia Bermutu atas Global TV sebagai penyiasatan hukum. Menurutnya transaksi ini harus diselidiki, apakah saat Bimantara membeli 70% saham GIB waktu itu ada nilai asetnya. Jika tak ada asetnya, berarti sama dengan jual beli izin. "Ini penyiasatan hukum. Ini namanya membeli tali dapat kerbau, karena sebenarnya yang diincar kerbau. Tetapi karena kerbau tidak bisa dipindah-tangankan, maka yang dibeli tali. Dicari, bagaimana caranya agar kerbau bisa dibawa," kata Bimo sebagaimana dikutip Detik.com (1/3). Ia melanjutkan jika nilai aset terbesar adalah frekuensi sementara aset lain tak ada nilainya, maka UU Telekomunikasi harus ditegakkan. "Ini namanya telah terjadi penyelundupan hukum yang mengakibatkan pindah tangannya frekwensi," ujarnya. Apapun ceritanya, "akal-akalan" ini harus diusut dan dipertanggungjawabkan ke hadapan publik. Apalagi melihat dampaknya, dimana dengan mudah harapan Global TV sebagai televisi Islam, pupus bahkan berganti menjadi siaran yang jauh dari nilai-nilai Islam. Lucunya Departemen Komunikasi dan Informasi (Kominfo) seperti berkelit. Usulan pencabutan terhadap izin Global TV- karena dinilai disalahgunakan_menurut Dirjen Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi Depkominfo Gde Widyatnyana Merati, harus melalui putusan pengadilan. Padahal, tinggal diusut, jika benar tayangannya selama in menyalahi izin semula semestinya tinggal dicabut. Apa susahnya ? Jika ada penyimpangan dalam pemberian izin frekuensi Global TV, menurut menurut Ade Armando dari KPI, maka frekuensi tersebut harus dikembalikan pada negara. Lalu negara menawarkan kembali kepada publik. Dalam hal ini berharap izin prinsip dan frekuensi Global TV dikembalikan kepada umat Islam. Karena sejatinya ia adalah milik dan aset umat yang pernah diusung melalui IIFTIHAR. Kaum Muslimin harus menjadikan pelajaran pahit ini tidak terulang lagi. Kesungguhan dan tanggung jawab terhadap umat dalam menghadirkan TV Islam semestinya tidak dimainkan apalagi hanya untuk kepentingan sesaat. "Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh (berjihad) untuk mencari keridhaan Kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-banar beserta orang-orang yang berbuat baik." (QS Al-Ankabuut:69)
Kate orang jadi ramah perlu banget asalkan gak suka rajin menjamah. klo ente pade mo bukti, ntar ke rumah gebetan ataw pacar ente trus begitu berduaan saat ente lagi punya piktor alias pikiran kotor. Tu tangan pasti mulai beraksi mencoba menjamah. Lagi keenakan menjamah, dari dalam rumah, nyokap pacar batuk, ehukk, ehukk.. ehukkk.... kaya kemasukan semut. Aaslii... Pasti adrenalin ente melejit. Itu masih mendingan klo ente tergolong orang jantungan bisa2 jadi almarhum ckk... ckkk.. Kita kembali ke urusan ramah. Ktemu orang tua kudu ramah, Ktemu guru juga mesti ramah palagi sama mertua taw calon mertua kite harus ramah, klo gak bisa dipecat luh jadi mantu, Manyun manyul de luh.. kaya sapi ompong hee... heee. Temen gue punye teman namanya Uba Jeno. Gak heran beliau dikenal banyak orang karena wajahnya familiar dan suka silaturrahim. Ia gak bakalan betah jika ktemu orang tanpa menyapa.
Di pagi yang cerah ketika mengemudi skuter bututnya melintas di depan SMAN 1 SapeKabupaten Bima NTB Indonesia (busyet deh... panjang amat..) Uba Jeno melihat si Hami yang baru saja pulang dari pasar sama anaknya yang ingusan dan dibiarkan telanjang bulat kayak gambar porno sambil menenteng tiga ekor ikan, seperti foto postingan ini. Karena si Hami bergabung dengan LSM yang bernama STI (Suami Takut Istri) maka tu orang mau aja disuruh istrinya beli sayur lodeh dan ikan ke pasar bersama anaknya. Sambil mengendarai skuternya Uba jeno menengok ke si Hami dan langsung menyapa Hami dengan ramah tanpa melihat motor ojek yang melaju lumayan kencang pas di depannya. Kebetulan lagi tukang ojeg yang klihatan baru belajar motor. Buktinya waktu ditanya Polantas yang saat itu pasang muka kayak beton yang belum di plester (saking galaknya) untuk memperlihatkan SIM-nya malah dia keluarin KTP. "Assalamu'alaikum Hami..." Belum sempat Hami menjawabnya langsung "bruakkkk...." Skuter bututnya langsung tertabrak motor tukang ojek hingga tu motor jatuh di comberan kotor sebelah got, dan Uba Jeno bermaksud menyelamatkan diri dengan membiarkan motornya kecebur got sma 1 sape. Maksud hati ingin selamatkan diri tapi ternyata Uba Jeno dengan mesra mencium bahu jalan yang kebetulan ada tai kebonya (Kotoran Kerbau). "Ckkkk... ckkkk....." Spontan si Hami ktawa cekikikan kaya mak lampir melihat wajah Uba Jeno berlumuran bedak awet muda bernama tai kebo, kaya topeng Anak-anak Kuburan Band waktu nyanyiin "Lupa... Lupa lupa lagi syairnya ... haaa.. haaa... Jadilah Keramahtamahan Uba Jeno menjadi hari apesnya Uba Jeno. Gaelby nyeletuk "Ramah, Cape deh..."
Sape sangat memenuhi syarat menjadi Ibu Kota Kabupaten Bima Timur bukan saja karena kondisi geografis yang menjadi daerah transit yang penghubung Wilayah indonesia timur dan barat serta potensi sumber daya alamnya yang paling banyak mendonori PAD Kabupaten Bima, tetapi juga karena lengkapnya infrastruktur pendukung dibanding kecamatan lain di lingkungan Kabupaten Bima apalagi dibandingkan dengan Kecamatan Woha yang menjadi Ibukota Kabupaten Bima sekarang, tentu masih jauh di bawah potensi Kota Sape yang menjadi awal mula masuknya Islam di kesultanan Bima. Foto-foto dalam postingan ini secara kongkrit menggambarkan bahwa Kota Sape Bima Timur memang pantas dan siap menjadi Ibukota Kabupaten Bima Timur walaupun ini adalah sebahagian kecil dari banyaknya potensi yang dimiliki.
Setelah melihat foto-foto di atas, saya sangat mengharapkan komentar anda dan menjawab dengan jujur, Pantaskah Sape menjadi Ibukota Kabupaten Bima Timur dan perlukah percepatan untuk mendukung terbentuknya Kabupaten Bima Timur?..
Sekarang kaulah Matahariku.
Terbitmu membuatku bergairah
Tenggelammu membuatku sedih
Kau milik zamanmu,
Maka bersiaplah!
Buaian hanya sementara
Selanjutnya kertas dan pena
Kau hadirkan pada semesta
Keilmuan seluas samudra
Hadirkan cahaya sibak gulita
Kau tembus bumi, merobek angkasa
Kau milik zamanmu, bersiagalah !
Rengkuhlah cakrawala
Pelukan ayah bundamu hanya sementara,
Selanjutnya keringat dan air mata
Kau suguhkan pada mereka
Hujjah dan qoulan syadida
Datangkan haq, dan kebatilan lenyap tak bersisa
Hingga kau diterima dalam ridho-Nya
Bintang mana yang mau kau petik anakku?
Aku bukan peramal, tapi lumayan hebat sebagai pendidik
Biar kususun manjamu dengan apik
Hingga kau tak menjadi cengeng, tapi petarung yang baik
Ayahmu bukan pemikul beban yang terpaksa
Tapi aku penggembala penuh cinta
Dan padaku Tuhan memberi amanah istimewa
Menitipkanmu, kubentuk menjadi insan mulia
Melihat kau hadir di bumi, adalah keajaiban
Melihat kau makin meninggi, adalah keajaiban
Melihat kau berguling ke kanan ke kiri, adalah keajaiban
Melihat kau duduk sendiri, menapakkan kaki,
Melihatmu jatuh bangun adalah keajaiban
Tertawa plosmu, tumbuh gigi, dan padamu semua yang terjadi, adalah keajaiban
Kau seperti membelah Ayah & Bundamu, tapi tidak karena kau hadirkan cinta
Kau seperti mengusik tidurku, tapi tidak karena kau hadirkan cinta
Kau seperti membuatku letih menggendongmu, tapi tidak karena kau hadirkan cinta
Kau seperti membuatku penat menitahmu,
Tetapi setiap apa yang kulakukan padamu, adalah pembuktian cintaku