Photobucket
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Juli 2011

Pendidikan Agama di Sekolah tidak efektif bahkan 'gagal'?

Pendidikan agama saat ini cenderung mengedepankan aspek kognisi (pemikiran) daripada afeksi (rasa) dan prikomotorik (tingkah laku). Padahal pendidikan agama seharusnya diberikan dengan cara yang menyenangkan. Pendidikan agama terlalu berat muatannya pada keshalehan ritual individu dan belum menyentuh kepada keshalehan sosial  dan ahlak antara sesama. Meminjam sebuah anekdot di sebuah stasiun Tv, kurikulum sekarang bukan KTSP lagi, tapi balik lagi ke KBK (Kurikulum Berbasis Kebanyakan) Hee..hee... hee :))
   
Berdasarkan hasil studi Badan Litbang dan Diklat Departemen Agama RI tahun 2000 disimpulkan bahwa, merosotnya moral dan ahlak peserta didik disebabkan antara lain akibat kurikulum pendidikan agama yang terlampau padat materi. Materi tersebut lebih mengedepankan aspek pemikiran ketimbang membangun kesadaran beragama yang utuh.

Disimpulkan pula bahwa metodologi pendidikan agama kurang mendorong penjiwaan terhadap nilai-nilai keagamaan serta terbatasnya bahan bacaan  keagamaan dan minimnya minat membaca bacaan keagamaan. Buku-buku paket pendidikan agama saat ini belum memadai untuk membangun kesadaran beragama, memberikan keterampilan fungsional keagamaan dan mendorong perilaku bermoral dan berahlak mulia pada peserta didik 

Kini Kesimpulan Badan Litbang dan Diklat Departemen Agama RI tahun 2000 itu sudah sudah 11 (sebelas) tahun berlalu. Adakah hasil berupa perubahan substantif dari kesimpulan Litbang tersebut? Berhasilkan upaya Pemerintah cq. Departemen Agama RI dan Departemen Pendidikan Nasional RI menjadikan pendidikan agama di sekolah-sekolah efektif dan berdaya guna untuk mengatasi merosotnya ahlak dan moral peserta didik?

Kenyataanya, meski pendidikan agama telah diajarkan dan ada sedikit perubahan kebijakan dalam kurikulum  sekolah, tetap saja masih semakin banyak anak ataupun peserta didik yang lebih nyaman mencari jati diri melalui narkoba, sex bebas, tawuran dan bahkan menjadi 'teroris'.
Adalah ironis bahwa Indonesia adalah negara beragama yang menekankan pendidikan agama dalam sistem pendidikannya, tetapi masuk dalam 'prestasi' dan kategori negara terkorup di dunia.

Para pemimpin kita tak diragukan lagi pemahamannya terhadap nilai-nilai agama tetapi perilaku yang ditunjukkan sangat jauh menyimpang dari nilai-nilai yang dicita-citakan bangsa ini. Beberapa kalangan menilai bahwa kegagalan pengajaran agama  membentuk moral Indonesia adalah karena agama yang diajarkan dalam lembaga pendidikan saat ini, jauh dari substansi yang disampaikan oleh Allah dan Rasul-Nya. Agama lebih banyak dipolitisasi sebagai alat melegitimasi kekuasaan lewat nilai-nilai keagamaan. 

Anggapan ini barangkali tak lebih dari ungkapan frustasi melihat fenomena degradasi moral anak bangsa serta melihat realitas dari para oknum pemimpin bangsa dan stake holder pendidikan yang menyimpang dari nilai-nilai agama yang mereka dengungkan sendiri tanpa aplikasi dan tauladan yang diharapkan rakyat. 
Betapa tidak, cobalah berkaca pada negara lain yang lebih sekular tapi ternyata tata kehidupan mereka dalam beberapa aspek lebih bersih dan lebih beretika.

Masalah moralitas dan etika seyogyanya bukan hanya termuat pada pelajaran agama saja tetapi pada semua mata pelajaran, sehingga terjadi integrasi antara pendidikan agama dan pendidikan umum. Peran keluarga dan lingkungan masyarakat menjadi faktor yang tidak kalah dominan. Pada akhirnya pendidikan agama harus menjadi tanggung jawab semua elemen, keluarga, pemerintah dan masyarakat.
Sudah saatnya lembaga pendidikan menjadi sebuah lembaga yang membebaskan anak bangsa dan masyarakat dari sistem yang menindas, membebaskan peserta didik dari doktrin yang justru mencerabut dirinya dari realitas.
Dalam konteks ini tidak ada  niat dan upaya sedikitpun untuk  merendahkan peran dan posisi agama dalam kehidupan masyarakat, tetapi paling tidak menggugah kita untuk merefleksikan kembali apa yang kita harapkan dari apa yang kita dapatkan dari pembelajaran agama  selama ini, dan pada gilirannya nanti kita dapat menimbang apakah pendidikan agama di sekolah sejauh ini sudah efektif ? Wallahu a'lam.
Read more... Pendidikan Agama di Sekolah tidak efektif bahkan 'gagal'?

Senin, 23 Agustus 2010

Obama seorang Nasrani Kenapa dituduh beragama Islam?

Di postingan kali ini saya tertarik mengutip pemberitaan heboh mengenai dukungan Presiden Obama terhadap pembangunan masjid di  kawasan Ground Zero, sebuah lokasi yang dulunya kompleks menara kembar World Trade Center, yang menurut mereka hancur akibat serangan teroris al-Qaida pada Tragedi 11 September 2010, dengan jumlah korban sekitar 3.000 jiwa.


Dukungan Presiden Barrak Hussein Obama ini mengagetkan semua kalangan terutama rakyat Amerika yang serta merta menuduhnya dan beranggapan bahwa Obama diragukan sebagai seorang Nasrani, tetapi malah dituduh  Obama telah masuk Islam.



Polemik ini hampir bersamaan dengan rencana pelaksanaan acara pembakaran al-Qur'an secara besar-besaran  dalam rangka memprotes aksi teroris saat menghancurkan WTC itu, semakin mempertajam keraguan terhadap keagamaan Obama.

Presiden AS sejak 20 Januari 2009 ini memiliki latar belakang yang "warna-warni." Bernama lengkap Barack Hussein Obama, ayahnya adalah seorang Muslim asal Kenya dan ibunya adalah Nasrani Amerika.
Sejak kecil, Obama dibesarkan oleh ibunya, Ann Dunham, dan orang tua dari ibunya. Pada umur 6 hingga 10 tahun, Obama tinggal di Indonesia bersama dengan ibu dan ayah tirinya, Lolo Soetoro. 
Mengutip pemberitaan dari vivanews.com Jum'at 20 Agustus 2010, Gedung Putih lewat juru bicaranya Bill Burton pada hari Kamis 19 Agustus 2010 menepis anggapan warga AS yang menduga keras Obama seorang muslim dengan mengatakan : "Presiden jelasnya adalah seorang Nasrani. Dia berdoa setiap hari."

Obama seorang Nasrani Kenapa dituduh beragama Islam?

Makin bertambahnya warga AS yang merasa bahwa Obama bukanlah seorang Nasrani diketahui dari hasil survei. Menurut survei dari Pew Research Center dan Pew Forum on Religion & Public Life, jumlah responden yang menilai Obama adalah muslim kini sebanyak 18 persen dari total partisipan. Jumlah itu meningkat tujuh persen dari hasil survei Maret 2009.

Pada survei yang sama, jumlah respoden yang yakin bahwa Obama adalah umat Kristen kini hanya 34 persen, padahal tahun lalu sebesar 48 persen. Menariknya lagi, sebanyak 43 persen responden saat ini mengaku tidak tahu agama apa yang dianut Obama.

Survei Majalah Time/ABT SRBI, yang berlangsung 16-17 Agustus lalu, mengungkapkan bahwa 47 persen responden menganggap Obama adalah Nasrani, sedangkan 24 persen percaya Obama masuk Islam, sedangkan 24 persen mengaku tidak tahu atau tidak memberi jawaban.

Menurut kalangan media massa di AS, pandangan respoden atas keyakinan Obama itu terkait dengan dukungannya atas pembangunan suatu masjid di kawasan Manhattan, New York. Saat mengadakan acara buka puasa di Gedung Putih, Jumat 13 Agustus 2010, Obama menyatakan bahwa Islam merupakan bagian dari Amerika dan umat Muslim berhak mendirikan tempat ibadah di manapun, termasuk di Manhattan.
Namun, kendati juga didukung oleh walikota New York, pembangunan masjid itu ditentang oleh sebagian publik dan kalangan politisi dari Partai Republik. Menurut mereka, pembangunan itu dibenarkan karena dekat dengan kawasan "Ground Zero. "Lokasi itu dulunya adalah kompleks menara kembar World Trade Center, yang hancur akibat serangan teroris al-Qaida pada Tragedi 11 September 2010, yang menewaskan sekitar 3.000 jiwa.

Menurut pengamat, mereka yang tidak senang dengan dukungan Obama atas pembangunan masjid itu lalu mencoba menciptakan opini di kalangan masyarakat untuk mempertanyakan identitas dan latar belakang Obama.
Andrew Cohut, direktur Pew Research Center berkomentar ;"Situasi ini mencerminkan makin intensifnya pandangan negatif atas Obama dari kalangan pengritik," kata Andrew Cohut, direktur Pew Research Center.  
Nah bagaimana menurut sodara sodari ?
Dikutip dari Vivanews.com dan gambar di sini

Read more... Obama seorang Nasrani Kenapa dituduh beragama Islam?

Minggu, 18 Juli 2010

Konsep Sekulerisme dan Liberalisme Tidak Ramah Lingkungan

Konsep Sekuler dan Liberal tidak ramah lingkungan- kenapa? Secara sadar saya katakan bahwa kita tidak sedang berlomba-lomba anti apa saja yang lahir dari dunia barat. Hanya saja, sebagai individu yang menjalankan nilai-nilai dan ajaran agama,  harus bersikap ketat dan selektif terhadap berbagai produk Barat. Kita akan menerima dan menolak setelah ada proses seleksi dari sumber utama promordial Agama yaitu Kitab suci.

Secara pribadi saya tidak memungkiri atau menafikkan bahwa konsep sekulerisme dan liberalisme dapat melahirkan ilmu baru. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah : Apakah perkembangan ilmu pengetahuan hanya akan lahir dari konsep sekular ? Jawabannya adalah Tidak !

Sebagai ilustrasi perkembangan ilmu yang dilahirkan dari konsep sekuler, saya tamsilkan seperti yang disampaikan Tokoh Dunia mantan Perdana Menteri Negara Sekular India Jawahal Nehru. Dalam sebuah konferensi agama-agama dunia di New Delhi pernah mengatakan :

"Hingga kini belum juga jelas apakah hasil-hasil ilmu pengetahuan yang didapat dari sekularisme ini menimbulkan perbaikan. Malahan akan menimbulkan kebinasaan saja." 

Dari Ungkapan di atas dapat kita ketahui, ternyata begitu banyak persoalan yang justru melilit dunia dalam skala internasional, lebih khusus bangsa dan negara kita tercinta Indonesia.
Semenjak diterapkannya demokrasi sekular di negara ini, saat itupun kita sedang memetik ketidakjujuran demokrasi.
Kita semua tahu bahwa di antara prinsip-prinsip demokrasi yang terkenal adalah golongan yang berkuasa harus mendapatkan persetujuan dari golongan terbesar (Mayority), kemudian golongan kecil yang berlainan pendapat dari mayoritas, dijamin hak-haknya dalam masyarakat.

Secara objektif walaupun kita dari kalangan agama selain Muslim, apa yang bisa kita katakan ketika di bumi mayoritas Muslim ini justru memanjakan nilai demokrasi sekuler dan mengenyampingkan nilai-nilai agama pribumi? Ternyata sistem yang selama ini dibanggakan barat dan bonekanya "TIDAK RAMAH LINGKUNGAN".

Siapapun boleh menerapkan sistem ini, tetapi tentu saja dalam penerapannya ia tidak mau dirugikan "tidak ada makan siang gratis".
Masih segar dalam ingatan kita dengan hasil pemilu di Aljajair dan kemenangan Hammas di Palestina. Hanya dengan rekayasa tuduhan subyektif bahwa kaum Muslim fundamentalis atau teroris maka mereka kembali memetik pahitnya demokrasi sekuler.

Sungguh naif kalau dengan fakta-fakta tersebut justru masih ada kalangan Muslim sendiri yang menganggap bahwa agama hanya merupakan lembaga atau bengkel moral yang bersifat individu dalam skala terbatas.
Dengan gambaran riil yang kita saksikan dengan kasat mata saat ini, ketika maraknya arus kasus asusila dan kesusakan moral yang terjadi mulai dari Jakarta sampai desa-desa terpencil, tidak heran banyak anak-anak muda sekarang menjadi salah memilih idola dan menjadi generasi bingung tanpa jati diri.

Setelah bola salju pemberitaan kasus asusila Luna Maya, Cut Tari dan Ariel Peterporn sudah menjalar kemana-mana dan memakan korban meracuni otak anak-anak bangsa, sekaligus dalam waktu bersamaan menutupi kasus a-moral koruptor, narkoba dan kejadian maksiat lainnya di negeri ini, agama dipaksa untuk berperan, sementara hukum yang berlaku seolah bak 'Macan ompong' tanpa solusi yang mampu mengatasinya. Lalu hukum siapakah yang berlaku di Negara ini ?

Dari berbagai sumber dan gambar posting dari sini
Read more... Konsep Sekulerisme dan Liberalisme Tidak Ramah Lingkungan

Sabtu, 19 Juni 2010

Virus Kesuksesan

Virus Kesuksesan- telah menjangkiti manusia di muka bumi, sehingga orang-orang berlomba mengejarnya. Sukses diinterpretasikan bahwa manusia akan terasa berharga, terhormat, pintar dan bermartabat.

Buku-buku, artikel, bisnis online seputar “Bagaimana menjadi orang sukses?” laku keras bak kacang goreng. Begitu juga dengan seminar dan  pelatihan tentang topik yang satu ini, sangat gencar diselenggarakan di berbagai tempat.

Bahkan karena virus sukses inilah seorang motivator beken Andrie Wongso dengan mottonya , “Succes is my right” (sukses adalah hak saya) dalam bukunya berjudul Kalau mau kaya ngapain sekolah (Edy Zaqeus 2004 : 43) sangat rajin memberikan ceramah dimana-mana.

Sah-sah saja jika sodara-sodari blogger menuduh saya mengkritik buku-buku itu, gara-gara diri saya sendiri belum sukses. Ckkk…ckkkk… Kalau Andrie Wongso dan yang lainnya mengatakan kesuksesan adalah haknya, maka saya juga punya hak untuk mengkritiknya.

Kembali lagi ke topic awal !
Sesuatu yang berbau sukses dikemas sedemikian rupa menjadi sesuatu yang harus dikejar dan dicari-cari. Suksespun akhirnya menjadi barang dagangan yang diberhalakan.

Buku Essential Frankfurt School Reader,  dari Filsuf kontemporer bernama Herbert Marcuse menyebutnya dengan commodity fetishism atau pemberhalaan komoditas.

Maka jadilah sukses itu “tuhan baru” di segenap hati orang yang memimpikannya. Siapapun yang tidak bersedia menyembahnya maka dia dianggap menyimpang, primitive, bodoh dan semacamnya.

Hakekatnya yang kita cari dalam kesuksesan adalah kebahagiaan. Maka pertanyaannya, Apakah menjadi orang bahagia harus terlebih dahulu menjadi orang sukses ?  . 
Sebagaimana yang telah dikonstruksi oleh manusia modern abad ini, sukses itu harus menjadi atasan, punya mobil sendiri, kerja di ruang ber AC, pandai berbahasa Inggris, bergelar macam-macam, makan di kafe elit atau di restaurant bergengsi, punya apartement dan lain-lainnya.

Kita berharap akan bahagia bila sukses ada di genggaman kita. Benarkah ? Ternyata tidak. Tengok saja orang-orang yang katanya sudah sukses itu berbondong-bondong mengikuti majelis-majelis zikir yang diadakan oleh Ustadz Arifin Ilham, Aa Gym dengan manajemen qolbunya, Ary Ginanjar Agustin dengan ESQ serta majelis-majelis lainnya.

Atau lihatlah betapa banyak orang yang katanya sukses ternyata merana dan menderita hatinya ketika menjalani hidup keseharian. Tragisnya banyak yang akhirnya mengakhiri nyawanya sendiri.
Atau tengoklah kasus Ariel, Luna Maya, dan Cut Tary. Mereka dianggap sukses dengan profesinya sebagai artis/actor, presenter dan model papan atas. Tetapi apa yang terjadi dengan mereka sekarang setelah mencuat skandal video mesum Ariel, Luna Maya, dan Cut Tary. Apakah sekarang mereka bahagia dengan kesuksesannya ?

Fenomena seperti inilah yang dikatakan oleh seorang pakar dan dokter psikologi pendidikan, Paul Pearsall  dengan istilah toxic success atau sukses beracun. Sukses yang ternyata tidak dapat membeli kebahagiaan. Gejala inilah yang sekarang banyak menyebar di dunia modern tetapi malah dianggap sesuatu yang normal-normal saja.

Sukses beracun, justru banyak diburu. Bahkan untuk mencapainya, banyak orang yang harus kehilangan waktu untuk keluarganya, kerabatnya dan yang lebih sering adalah kehilangan waktu untuk Tuhan Yang Menciptakan Kesuksesan itu sendiri.

Pasalnya, kesuksesan sudah disembah yang berakibat mengorbankan banyak hal di kehidupan kita. Kesuksesan sudah terlanjur ditafsirkan dengan ukuran yang begitu kasat mata (lahiriyah) yakni yang berlambang jabatan, kemakmuran, dan kekayaan.

Prof. Dr. Tharik M. Suwaidan dalam bukunya Sukses tanpa batas— Sukses adalah sesuatu yang tidak kasat mata, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, tidak terkandung dalam keaneka ragaman kekayaan, tidak juga bisa dibeli dengan harta benda.
Kesuksesan itu bersifat internal dan terdapat dalam relung hati manusia.

Boleh jadi yang mendapatkan kesuksesan itu adalah yang cukup puas asal bisa hidup  mandiri, tidak menjadi parasit, dan bisa berekspresi secara merdeka.
Ukuran kesuksesan bukan pada posisi jabatan yang kita miliki melainkan pada seberapa bagus kita menjalani pekerjaan amaliah kita, bagaimana melaksanakan ikhtiar  di atas rel yang positif  dan dapat mensyukuri apa yang dimiliki. Wallahu’alam  bil shawab

Good bye toxic success !

Disadur dari berbagai sumber.
Read more... Virus Kesuksesan

Sabtu, 03 April 2010

Beranikah Kita Berkata TIDAK ?

Pasti teman-teman blogger, pernah berada dalam situasi bingung, saat diajak kawan dekat kita. Mau bilang "tidak," takut dibilang gak setia kawan. Mau dijawab "iya," hati nurani terus menerus menolaknya, hingga bimbang dan gak ikhlas.

Berikut adalah strategi untuk mengatakan "tidak" dari resep William Ury dalam buku 'The power of possitive No'

Niat

Mengatakan tidak harus diniatkan, bukan untuk sekedar ingin berbeda dengan teman yang mengatakan ya, tetapi ada alasan kuat yang mendasarinya.
Maka niatkan penolakan untuk sesuatu yang positif dan bermanfaat.

Hilangkan rasa takut

Ketika memutuskan untuk berbeda pendapat, terkadang muncul rasa takut. Maka yakinkan diri anda, bahwa kata 'tidak' itu adalah jalan terbaik.
Ubah rasa takut yang menyerang anda dengan percaya diri yang dilandasi keyakinan teguh bahwa yang anda lakukan adalah yang benar.

Siapkan rencana alternatif

Ketika kita mengatakan 'tidak' itu artinya kita sudah harus memiliki rencana alternatif atau plan B. Jadi, kalau nanti ditanya 'Jadi maumu apa?' Anda sudah tahu jawabannya
.
Perkuat Rencana Alternatif

Untuk mendukung 'tidak' tadi, maka kita harus berstrategi. Kembangkan rencana dan cari dukungan dari orang lain yang kelak bisa memperkuat rencana anda.

Prepare for the worst

Kalau kita berani bersikap, maka kita juga harus berani menerima beragam konsekwensinya, walaupun yang terburuk sekalipun.

Re-thinking

Pikirkan ulang keputusan 'tidak' tadi. Kaji ulang sikap anda dengan menanyakan pada diri sendiri. "Apakah saya memiliki kepentingan dalam hal ini? Apakah saya memiliki kekuatan yang bisa mendukung sikap ini? Apakah saya memiliki hak untuk melakukan penolakan?


Bersikap

Kalau Anda sudah yakin dan siap dengan resikonya, lalu bersikaplah sesuai prinsip tadi.

Mahatma Gandhi : "KATA TIDAK YANG DIUTARAKAN DARI KEYAKINAN TERDALAM ADALAH LEBIH HEBAT, DARIPADA YA, YANG DIUTARAKAN HANYA UNTUK MENYENANGKAN ATAU MENGHINDARI MASALAH"

Well, Selamat mencoba !




Read more... Beranikah Kita Berkata TIDAK ?

Senin, 18 Januari 2010

Hotel Halal di Piala Dunia : Upaya menghindari Laknat ?


Marak dan beragamnya maksiat di negeri kita saat ini, banyak kalangan yang tidak menyadari dan menganggap sepele bahwa efek kemaksiatan tersebut, substansinya adalah akan mengundang bencana dan laknat Allah SWT.

Musibah dan bencana apa saja?

Di postingan ini sengaja tidak saya sebutkan bencana-bencana dan musibah karena saya yakin bahwa readers telah mahfum, mengikutinya di media massa baik TV maupun koran.

Anjuran dan peringatan Allah untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar dengan shalat justru dibalikkan, “semasih kita mencegah perbuatan keji dan mungkar, shalat tidak diperlukan lagi”.

Sehebat apapun kita beragumen baik di semi loka, loka karya, seminar dan diskusi lainnya, ternyata sangat jarang mengangkat tema bahwa bencana ini disebabkan oleh kemaksiatan dan kemungkaran yang telah kita perbuat. Dan bencana datang tanpa mengenal kompromi termasuk menyerang orang-orang pintar peserta diskusi. Jadi tidak hanya menimpa Maksiator. Maaf, maksiator mungkin jadi kosa kata baru lagi, Hehee...

Tentu saja harus dipilah, Shalat yang seperti apa yang benar-benar mampu mencegah kekejian dan kemungkaran ini.
Kalau sekedar menjadi rutinitas belaka, tentu shalat tersebut tidak optimal dan dapat berimplikasi kepalsuan.
Shalat akan sangat berarti manakala termanifestasi menjadi keshalehan pribadi dan meningkat menjadi keshalehan sosial.

Salah satu contoh yang dapat dijadikan pilot project untuk Indonesia dalam mencegah kekejian dan kemungkaran ini bisa kita tengok aktifitas Coral Hotel dan Resort, Afrika Selatan seperti yang saya baca di Majalah Hidayatullah.

Beberapa bulan mendatang, semua mata akan tertuju pada Cape Town, Afrika Selatan tempat berlangsungnya Piala Dunia 2010.
Hari-hari ini para penggemar bola akan sibuk mencari tiket. Sementara hampir semua station tv sibuk menyiapkan diri guna persiapan siaran pertandiangan bola.

Yang tak kalah sibuknya adalah Coral Hotel dan Resort yang induk perusahaannya berbasis di Dubai. Ini merupakan Hotel Halal pertama yang ada di Cape Town , Afrika Selatan.
Dengan kemampuan 140 kamar yang bertempat di lereng bukit Tanda di Cape Town. Tetapi mengapa untuk penggemar bola saja perlu hotel “halal”?
Menurut Hamza Farooqui, Group CEO untuk CII Holding, hotel mereka menargetkan pasar korporat dan pengunjung dari Timur Tengah yang berharap hotel bebas alkohol dengan fasilitas yang nyaman untuk beribadah termasuk untuk ibadah shalat.

Perlu diketahui, perusahaan hotel yang berbasis di Dubai ini merupakan perusahaan manajemen hotel pertama di Timur Tengah yang menawarkan lingkungan hotel yang bebas alkohol di semua hotel mereka.

Filosofi mereka adalah untuk memastikan lingkungan hotel yang lebih aman bagi klien dan saat ini akan terus menerobos pasar baru. Mereka tetap berkomitmen kepada nilai-nilai inti yaitu kejujuran, integritas dan rasa hormat terhadap budaya lokal dan masyarakat.

Bagaimana dengan Indonesia? Semoga stake holder di negara tercinta ini bisa mengambil contoh sebagai pilot project dalam rangka mencegah perbuatan keji dan mungkar, sehingga tidak mengundang laknat Tuhan dengan bala dan bencananya, Amin Allahumma Amin...

Read more... Hotel Halal di Piala Dunia : Upaya menghindari Laknat ?

Minggu, 10 Januari 2010

Piaraan Demokrat yang bernama Ruhut Sitompul

Almarhum Gus Dur pernah mengatakan anggota DPR itu seperti anak Taman Kanak-kanak dan dalam kesempatan lain Beliau mengatakan bahwa anggota DPR periode 1999-2014, lebih rendah dari TK yang disebutnya Play Group... hehee.., gitu aja kok repot...

Pernyataan Guru Bangsa itu, terbukti banyak benarnya. Bagaimana tidak, beberapa menit sebelum saya menulis postingan ini, saya dan rakyat Indonesia telah disuguhi tontonan gratis yang sangat menjijikkan yang disiarkan secara langsung dari seantero penjuru mata angin Indonesia oleh Tv Swasta Nasional.

Kata kasar yang sangat tidak mendidik itu dikeluarkan oleh salah satu Anggota Dewan Terhormat / Anggota Pansus dari Partai Demokrat yang bernama Ruhut Sitompul, saat diadakan rapat pansus Bank Century.

Padahal esensinya hanya menanyakan pembagian waktu bicara bagi anggota Pansus kepada Pimpinan Sidang saat itu yang dipimpin oleh wakil ketua pansus, Prof. Gayus Lumbun dari PDIP.

Sebagai Pimpinan Sidang yang dibatasi oleh Tata Tertib, Gayus Lumbun menegur Ruhut Sitompul untuk dapat memberikan kesempatan berbicara bagi anggota Pansus lain.
Ruhut tidak menerima teguran itu, dan menyatakan bahwa pimpinan sidang tidak adil, karena memberikan hak bicara lebih banyak bagi partainya Gayus Lumbun sendiri PDIP.

Terjadilah perdebatan antara keduanya. Saat terpojok dan kehabisan akal, Ruhut Sitompul langsung mengeluarkan kata-kata sangat kasar dan menjijikkan yang dialamatkan ke pimpinan sidang Prof Gayus Lumbun dengan kata “bangsat !”

Bangsa Indonesia sekurang-kurangnya selama periode DPR 1974 – 2009, tidak pernah ada kejadian mengumbar kata kasar 'bangsat' yang memalukan dan menjijikkan seperti ini.

Dalam kamus Bahasa Indonesia, bangsat berarti kutu busuk. Sayangnya Dewan Kehormatan DPR dan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Fraksi Demokrat menganggap kejadian seperti ini sebagai bumbu demokrasi dan tidak perlu ditanggapi dengan serius.
Ini adalah suatu pernyataan yang mengagetkan banyak pihak dan sebagai bentuk Pendidikan politik yang sangat buruk bagi rakyat yang Lembaga Dewan Kehormatan DPR dan seorang Anas Urbaningrum.

Banyak kalangan yang menilai bahwa ini adalah bentuk pengalihan isu, disaat rakyat Indonesia mempertanyakan kebijakan DPR dan Pemerintah dalam memberikan fasilitas pembelian mobil mewah Toyota Royal Saloon seharga 1.3 Miliar untuk para menteri dan pejabat negara yang tanpa malu-malu menggunakan fasilitas mewah ini di saat 25 juta rakyat indonesia menderita gizi buruk.
Bukan cuma itu, belum kelihatan kerja 100 harinya, disamping mendapatkan fasilitas mobil mewah yang mengalahkan kemewahan mobil seorang Kaisar Jepang dan Perdana Menteri Inggris, para menteri negara miskin ini, sudah diputuskan final oleh pemerintah untuk kenaikan gaji mereka. Astagfirullah... Sungguh sense of crisis mereka patut dipertanyakan.

Kita kembali lagi ke Ruhut... Apakah Partai Demokrat siap mempertaruhkan citra dan kredibilitasnya sebagai Partai Presiden SBY, sengaja memelihara preman berkuncir dan beranting untuk diplot menjadi tokoh antagonis di lembaga terhormat DPR?

Ataukah preman berkuncir piaraan SBY ini memang sengaja diposisikan untuk mengacaukan dan menghilangkan substansi Pansus Bank Century agar tidak bisa secara tuntas mengunkap skandal yang diduga menyerempet sejumlah nama politisi Demokrat dan Orang dekat SBY yang menjarah uang rakyat 6,7 trilyun itu pada saat mulai ada sinyal untuk satu persatu mengungkap borok yang selama ini ditutupi dengan sangat rapi oleh mereka?

Acap kali dalam berbagai kesempatan, Ruhut Sitompul, Pria yang dahulu pernah menjadi Lawyer dan Anggota DPR dari Partai Golkar ini memang punya hobi meremehkan orang dengan kata-kata kasar dan kotor, bahkan mengandung sara dan meresahkan.

Setiap mengawali pembicaraan, Dia selalu membalut kata kasarnya dengan sangat lembut mengucapkan salam lima agama sekaligus, yang selanjutnya selalu saja dalam saat bersamaan mengeluarkan kata-kata kasar seperti potong kuping saya, potong leher saya, kodok dan kata kasar lainnya.

Kalau kata kasar bangsat, sebaliknya dialamatkan pada mereka, bisa dibayangkan, apa respon Ruhut Sitompul atau Partai Demokrat atau Presiden SBY dari Partai Demokrat?

Bisakah mereka menerima hujatan kasar seperti itu? Bukankah kalau kita menyubit diri sendiri, sama sakitnya apabila kita juga menyubit orang lain?

Bila Partai Demokrat membiarkan ini terjadi, berarti partai ini mengajarkan hal yang sungguh tidak baik terhadap rakyat Indonesia. Sungguh tidak layak, kata bangsat ini dibawa di gedung terhormat yang dihuninya anggota DPR terhormat.

Rakyat membiayai mereka, anggota pansus century DPR sebesar 5 Miliar untuk bekerja sungguh-sungguh mengungkap kasus bank Century, tetapi malah dikacaukan oleh seorang anggota DPR yang mungkin sejak kecil tidak pernah dididik oleh orang tua dan lingkungannya tentang budi pekerti.

Barangkali, seandainya Gus Dur masih hidup, akan beliau sarankan untuk segera mengutus guru TK dan Play Group ke gedung DPR yang terhormat itu, untuk memberikan pelajaran tentang budi pekerti dan etika kepada anggota DPR seperti Rohut Sitompul yang sebenarnya lebih pantas kalau kata kotor 'Bangsat' itu dialamatkan kepada dirinya sendiri.

SBY, Pecat aja si Poltak Ruhut ini ! Gitu aja kok repot.... hehee...hehee...
Read more... Piaraan Demokrat yang bernama Ruhut Sitompul

Selasa, 11 Agustus 2009

Fenomena Ke-Islaman Yvonne Ridley.

Sorry Visiters... Beberapa hari ini saya memang agak kurang mood untuk mendapatkan inspirasi bahan postingan.
Kali ini saya terinspirasi dari penangkapan “Terrorist” di Temanggung dan di Jati-asih Bekasi oleh Densus 88 yang saya hubungkan dengan pernyataan-pernyataan Yvonne Ridley.

Benarkah yang mereka tangkap adalah the real terrorist atau ada rakyat biasa yang tidak tahu menahu dan tidak ada hubungannya dengan terorist juga ikut-ikutan ditangkap?

Kemungkinan salah tangkap bukanlah suatu hal yang baru di beritakan. Kita telah mendengar kisah penangkapan orang-orang tak bersalah dan tidak memiliki hak untuk didampingi pengacara, dihadapkan oleh siksaan sangat keji, di penjara Guantanamo, Abu gharib dan lain-lainnya.

Salah satu korban yang mampu menghadapi siksaan berat dan melawan kezoliman yang disebabkan hanya karena dia seorang Perwira Muslim adalah gugatan Perwira Muslim USA yang bernama JAMES YEE yang sempat menjadi berita yang sensasional sehingga Presiden Obama langsung berinisiatif menutup penjara neraka itu. Kejadian ini Insya Allah akan dibahas dalam postingan mendatang.

Siapa wanita Mualaf yang bernama Yvone Ridley ?

Yvone Ridley
menjadi salah satu juru bicara pembela Islam di Inggris. Wanita tegar ini merasa mendapatkan anugrah terindah, saat beliau beralih memilih Islam sebagai ideologi yang sangat mencerahkan.

Lahir di Stanley, kota Durham Inggris 1959, seorang wartawati feminis Inggris yang pernah bekerja di Sunday express, sebuah koran terbitan Inggris. Kini Yvone menjadi salah satu juru bicara pembela Islam di Inggris.

Pada September 2001 lalu diselundupkan dari Pakistan ke Perbatasan Afghanistan untuk melakukan tugas jurnalistik. Namun penyamarannya terbongkar dan menjadi tawanan Pejuang Taliban yang pada akhirnya mengantarkan kepada hidayah Islam justru beberapa lama setelah dibebaskan Taliban.

Berikut ini adalah ceramah Yvone Ridley beberapa tahun lalu di Global Peace & Unity Conference, London tanggal 30 November 2006.

“Ke-Islaman saya masih amat belia, karena saya baru menjadi Muslimah pada 2003- dan meski masih banyak yang akan saya pelajari, saya dapat merasakan frustasi yang dirasakan oleh kalangan Muslim pada saat ini.
Saya tahu serangan 11 September berdampak luar biasa pada dunia. Tetapi itu bukan suatu awal, tu adalah lanjutan dari warisan imperalisme AS dan ketakutannya pada Islam.

Ketakutan pada Islam telah berkembang selama 10 tahun belakangan, sehingga darah saudara2 kami kini mengalir bagaikan sungai-sungai yang melintasi Chechnya, Kashmir, Palestina, Afghanistan, Iraq dan baru2 ini kita semua menyaksikan apa yang terjadi di Lebanon kemudian tragedi Gaza.

Saya pernah mendatangi banyak ladang-ladang pembantaian dan izinkan saya mengatakan pada anda bahwa tubuh2 rusak, meledak berkeping-keping dari saudara2 Muslim kami sama persis dengan tubuh yang tersebar pada hari ini sangat jelas: darah Muslim adalah komoditas murah,
Sementara itu, puluhan ribu Muslim tak bersalah masih disiksa di tempat-tempat terpencil seperti di Teluk Guantanamo, Bandara Bagram di Afghanistan, Abu gharib, Diego Garcia dan penjara2 rahasia di berbagai penjuru dunia.

Sementara di penjara-penjara bawah tanah Suriah, Yordania, Maroko, Tunisia, Argeria, Mesir, saudara2 kami disiksa atas pesanan AS dan saya yakin pemerintah Inggris tidak lama lagi akan dipermalukan karena keterlibatan mereka. Bahkan sampai sekarang masih ada 9 warga negara Inggris yang ditahan di Guantanamo. Orang2 Amerika tidak menginginkan mereka, tetapi pemerintah Inggris juga tidak mau menerima mereka.

Meskipun Departemen Luar Negeri memberikan berbagai dalih sebenarnya mereka hanya perlu menelepon untuk meminta pembebasan saudara kami itu.
Dan jangan berpikir hanya laki2 yang disekap dan disiksa_ Moazzam bisa mendengar jeritan seorang perempuan di sel penyiksaan di Afghanistan tempat dia ditahan Amerika.

Seyogyanya, penanganan dan penangkapan terroris di negara tercinta ini tidak hanya melibatkan Densus 88, walaupun kita tak bisa menafikkan kapabilitas dan prestasi mereka.
Penanganan terrorist harus melibatkan semua pihak, setidaknya terdapat posisi Humas yang bertugas melakukan Re-edukasi, Rehabilitasi, dan Public Relation untuk melayanan masyarakat dan keluarga korban.

Seperti kejadian baru-baru ini, ketika pihak keluarga berkeinginan mempertanyakan dan mengidentifikasi jenazah anaknya, pihak Densus 88 menjawab dengan sangat kaku bahkan tanpa ada jawaban yang tentu saja akan menimbulkan interpretasi dan asumsi bias yang justeru mengeruhkan suasana.
Wallahu'alam

(Dikutip dari berbagai sumber)
Read more... Fenomena Ke-Islaman Yvonne Ridley.

Sabtu, 25 Juli 2009

Terrorist Harus disikapi oleh sosok Pemimpin Strategis

Indonesia kecolongan lagi... Terror dan serangan bom yang dilakukan oleh Manusia Bejad yang bernama terrorist, terakhir mengguncang JW Marriot n Ritz Carlton.
Pertanyaannya, Kenapa masih saja berulang? Kenapa Intelijen Indonesia sangat lemah? Kenapa para terrorist yg menafsirkan Jihad dengan otak dengkul masih saja berkeliaran, meneror siapa saja dalam waktu kapan saja? Kenapa, mengapa dan kenapa?...
Postingan ini antara lain mengutip pendapat Bang Hepi Andi Bastoni tentang pemimpin Strategis, yang sanggat diperlukan oleh Negara yang memiliki penduduk Muslim terbesar di Dunia ini dengan aneka tipikal masyarakat yg variatif, suku, ras, agama, bahasa, budaya dan keanekaragaman lainnya.

Seperti apa sosok Pemimpin Strategis itu ?

Ciri khasnya pemimpin ini adalah sukses menyemai perubahan di aneka jenis lahan. Pemimpin ini bisa melakukan transformasi perubahan dalam kurun tiga sampai lima tahun yang merupakan waktu yang relatif singkat bagi sebuah perubahan.,
Pemimpin model ini adalah berwawasan jangka panjang dan berpikir strategis jauh ke depan. Ia juga akan mampu menikmati hubungan dalam tiga tingkatan; antara indvidu, prganisasi dan sosial.


Pemimpin bertipe wartawan sering tak mampu menyesuaikan diri dengan anak buahnya. Pemimpin Individualis, acap kali mengabaikan peraturan.
Nah sekarang, ada pemimpin yang mampu mengatur anak buahnya tanpa mengabaikan peraturan. Tipe pemimpin seperti ini disebut Pemimpin Strategis.


Yang membedakan tipe ini dengan pemimpin berjenis individualis adalah kemampuannya untuk fokus pada kendala yang dihadapi organisasinya dengan menggunakan kaca mata resmi, legal dan konstitusional. Ia bisa menuntaskan masalah pelik, tanpa harus melanggar aturan.
Tipe ini akan mampu mengejewantahkan visinya dalam aksi logis secara produktif dan sah.

Solusi yang ia tawarkan dapat menjembatani antara visi individu dan kemauan organisasi dengan cara apik dan lembut, nyaris tanpa bentura.
Ia mampu memadukan antara idealisme dengan realita tanpa melanggar aturan yang merupakan hal yang paling sulit dilakukan oleh banyak pemimpin.

Pembelaan terhadap anak buahnya begitu tinggi. Bahkan, pada saat-saat yang genting ia bersedia mengorbankan dirinya untuk kepentingan anak buahnya. Ia akan bersedia melakukan semua itu demi perubahan, bukan atas nama kepentingan pribadi. Bukan juga sebagai umpan untuk mendapatkan bagian lebih besar di kemudian hari..

Terdapat banyak pemimpin yang pada awal perjalanannya, bersedia berkorban demi orang lain. Namun ternyata pengorbanannya cuma umpan untuk menangguk keuntungan dan kepentingan yang lebih besar.
Ada pula pemimpin yang berani mundur satu langkah untuk melompat tiga langkah jauh ke depan. Kalaupun ia berkorban, itu hanya untuk membuat landasan lompat. Ia tak perduli apakah landasan berpijaknya itu menindas hak orang lain atau tidak.

Pemimpin Strategis mampu menghadapi konflik secara lebih comfort. Ia bisa mengelola resistensi orang lain menjadi daya benah.
Pemimpin tipe ini mampu memenej gejolak menjadi kekuatan positif yang mendukung agenda bersama.
Ia bisa mengubah riak-riak penolakan menjadi gelombang dahsyat sebagai cikal perubahan. Dengan kata lain, ia mampu menjadi agen perubahan yang efektif sekaligus produktif.
Pada umumnya pemimpin strategis ini, sukses dalam keluarga, masyarakat dan organisasi. Mampukah para petinggi negeri ini untuk menempatkan dirinya di posisi Pemimpin Strategis yang dimaksud? Hanya Allah Azzawajalla yang Maha Mengetahui.
Read more... Terrorist Harus disikapi oleh sosok Pemimpin Strategis

Sabtu, 06 Juni 2009

obama masuk islam

Pasca memberikan pidato resmi di Mesir di depan ribuan umat Islam di universitas Kairo, saya berkeyakinan Obama akan masuk Islam seperti yang dilakukan oleh raja Najasy dari Ethopia yang masuk Islam setelah membantu melindungi orang-orang Islam yang hijrah ke Etopia pada jaman rasulullah hidup.
Ini menjadi alternatif logis bagi Obama jika tidak ingin melihat Amerika Serikat tumbang dalam pertarungan budaya seperti yang disinyalir oleh Samuel P. Huntington dalam bukunya The Clash of civilization.
Sesungguhnya kehidupan ini merupakan siklus yang berulang, artinya bahwa kejadian-kejadian penting dalam sejarah akan selalu berulang dalam konteks yang berbeda, sampai kebuntuan akan siklus ini akan memprodak sebuah kehancuran yang disebut kiamat. yaitu hancurnya seluruh isi alam dan diganti oleh alam yang lain yang disebut akhirat.
Tedapat beberapa kejadian penting dalam sejarah umat Islam yang insya Allah akan berulang dalam konteks yang berbeda di jaman modern ini. Pertama, Islam dalam kondisi lemah yang membutuhkan pertolongan. Kelemahan umat Islam pada saat ini bukan karena jumlah penganut yang sedikit, akan tetapi lebih pada konteks lemah dalam kemampuan mengiklankan kebenaran Islam dalam bahasa yang lebih familiar bagi para pelaku dan penggiat ilmu pengetahuan, sehingga tidak dipandang sebagai teroris seperti saat ini. Kondisi riil yang terjadi saat ini, orang-orang Islam yang benar-benar memegang tegush ajaran alquran dan hadist dianggap sebagai teroris, sedangkan yang islam ktp atau yang ngaku-ngaku Islam tapi tidak melaksanakan ajaran agama dianggap Islam yang benar. Semua ini karena lemahnya kalangan Islam dalam menjelaskan Islam dalam bahasa pengetahuan.

Kedua, orang-orang Islam akan melakukan hijrah. Saat ini begitu banyak muslim Afganistan yang berusaha hijrah ke Australia dan bahkan mungkin ke Amerika serikat. Pertanyaannya, kenapa harus kesana? Seperti kita ketahui AS dan Australia merupakan 2 negara yang relatif bisa melindungi hak-hak masyarakat sipil. 2 negara yang memiliki kekuatan besar dalam dunia internasional.
Ketiga, kalau di zaman rasulullah dua negara adidaya tumbang oleh kekuatan senjata Umat Islam, maka dua adidaya saat ini Soviet dan amerika akan tumbang oleh umat Islam dengan kekuatan Kebenaran. Kebenaran yang di miliki oleh ajaran Islam yang ada di dalam alquran sebagai kitab yang tidak pernah disentuh oleh pemikiran manusia, kitab yang benar-benar datang dari Allah SWT.
Dua hal yang paling menarik adalah disamping Amerika Serikat adalah negara yang dihuni oleh orang-orang cerdas yang memiliki kapasitas pemikiran yang memadai untuk menerima kebenaran, disisi lain adalah bahwa secara sosiologis ada kecenderungan dalam diri manusia yaitu menemukan sesembahan atau yang kita sebut dengan Tuhan. Islam menyebutnya HANIF. Orang Jepang (agama sinto) menyembah matahari, orang persia (agama Zoroaster) meyembah api, bintang-bintang dsb, adalah sebuah bukti tak terbantah bahwa manusia tidak bisa bebas dari mencari tuhan jika ingin menemukan kebahagiaan.
Beda halnya dengan Komunis yang mencoba menegaskan keberadaan Tuhan dengan Mengembangka Paham Atheis. Secara tidak langsung mereka mengakui keberadaan Tuhan tetapi membantahnya atau menegasinya dengan alasan untuk dapat melaksanakan paham komunis secara totalitas. Itu hanya alasan Sosiologis bukan alasan kebenaran dan tidak mungkin terwujud. Lalu apa hubungannya dengan Obama masuk Islam?
Obama adalah seorang sosok yang reformis dan egaliter, seorang sosok yang biasa membuka diri pada hal-hal yang menyangkut kebenaran. Seperti halnya figur figur lain yang ada di AS yang mengagungkan kebenaran ilmu pengetahuan, bukan tidak mungkin Obama pun akan tersentuh oleh ajaran islam yang nota bene mengandung kebenaran yang hakiki.
Akhirnya semakin banyak umat Islam yang bermigrasi ke AS, dengan sendirinya akan secara alami memberikan gambaran kepada warga AS untuk mengenal islam secara langsung dan lebih detail. Pada akhirnya Kita akan menunggu kerja ALLAH SWT, akan memberikan Obama Hidayah atau tidak itu kputusannya. Mudah-mudahan obama tidak termasuk salah seorang manusia yang di kunci mati oleh Allah hatinya (baca Al Baqarah), dan tidak ditakdirkan sebagai Ula ika Kal an"am, atau orang Yang menempati Sarrul Bariyyah (baca Surat Al Bayyinah). Semoga Obama benar-benar masuk Islam, amiin...
Read more... obama masuk islam