Photobucket

Kamis, 25 Juni 2009

Revisi terhadap Sejarah Bima

Rimpu Mbojo, http://Gaelby.blogspot.comKabupaten Bima - Sebagai salah satu wilayah komunitas Dou Mbojo selain Kabupaten Dompu, ketika saya membaca sebuah literatur dalam Bahasa Ingris yang diterbitkan sebagai disertasi ilmiah sebuah universitas ternama di USA oleh Kennedy 1943, ternyata sejarah Bima sangat perlu direvisi oleh peneliti dan pemerhati sejarah terutama Orang Bima sendiri, karena terdapat informasi-informasi yang relevansinya tidak terarah dan melenceng dari realita.
Dalam literatur tersebut dijumpai hal-hal yang janggal, antara lain yang membahas panggilan untuk bangsawan Bima yang mencampuradukkan dengan Suku Sasak (Lombok) yang tentu saja berbeda dengan apa yang selama ini diceritakan oleh nenek moyang secara turun temurun.
Kita sebagai generasi penerus leluhur, harus melakukan langkah pelurusan sejarah Bima agar tidak terkesan "sembarangan" dan kurang komprehensif, apalagi dalam bentuk disertasi ilmiah.
Yang perlu juga dikoreksi adalah Buku yang diterbitkan oleh Depdikbud 1977/1978, 1989; Lebar 1982. Untuk mengetahui ketidak sempurnaan tersebut, dalam postingan ini juga, kami kutip sejarah Bima dari sumber-sumber tersebut. Kami sangat berharap untuk dikoreksi dan dilengkapi oleh para pembaca. Kutipannya antara lain sebagai berikut :

Orang Bima berdiam di Kabupaten Bima yang terletak di pulau Sumbawa, sebagian lagi berdiam di Kabupaten Dompu dan di Pulau Sangiang di Propinsi Nusa Tenggara Barat.
Jumlah populasinya pada tahun pada tahun 1989 sekitar 350.000 jiwa.
Bahasa Bima terdiri atas beberapa dialek yaitu : Bima, Bima Donggo dan Sangiang. Dalam kehidupan sehari-hari digunakan bahasa halus dan kasar.
. Mata pencaharian utama masyarakat Bima adalah bercocok tanam di sawah dan perladangan berpindah (Ngoho).
Sebagian lagi hidup dari meramu hasil huta (ngupa le'de) dan menangkap ikan.
Sistem kekerabatannya adalah patrilinear. Keluarga inti tinggal bersama dengan keluarga luas terbatasnya dalam sebuah rumah panggung yang besar yang disebut uma panggu.
Setiap desa yang disebut kampo dikepalai oleh seorang kepala desa yang disebut ncuhi, ompu, atau ghelarang.
Dalam tugasnya kepala desa didampingi oleh beberapa penasehat yang terdiri dari para pemimpin kelompok kelompok kekerabatan dalam desa yang disebut dou matua.
Kepala desa biasanya dipilih dari keturunan cikal bakal desa itu sendiri.
Masyarakat Bima juga terdiri atas lapisan sosial bangsawan, rakyat biasa, dan kaum hamba sahaya.
Golongan bangsawan biasanya adalah keeturunan raja-raja dan pemimpin adat zaman dulu, mereka biasanya bergelar Datu. Golongan bangsawan yang masih bujang dise
but Lalu, kalau sudah menikah dan mempunyai anak dipanggil Ruma.
Golongan bangsawan perempuan yang masih gadis dipanggil Lala dan kalau sudah menikah dipanggil Dae.
Orang Bima umumnya memeluk agama Islam. Sebagian kecil di antara mereka masih memuja roh nenek moyang dan sistem kepercayaan yang disebut pare no bongi.
Dalam kegiatan pertanian orang Bima mengenal kegiatan gotong royong yang disebut weha rima. Sedangkan gotong royong dalam kegiatan upacara daur hidup disebut hanboku.

Sumber, Depdikbud 1977/1978, 1989, Lebar 1982; Kennedy 1943.
Read more... Revisi terhadap Sejarah Bima

Minggu, 21 Juni 2009

Mencermati Keunikkan Suku Bajau

Bajo pulau Sape Bima NTBKomunitas Suku Bajau atau Suku Bajo sungguh mengesankan untuk dicermati, kebetulan suku tersebut dapat dijumpai di salah satu desa di pesisir Kecamatan Sape Kabupaten Bima yang kalau dipandang ke arah timur dari pelabuhan sape, tampak sebuah desa pesisir yang mempunyai keunikan tersendiri dengan karakter masyarakat yang tentu saja berbeda dibanding tipikal masyarakat Sape dan Dou Mbojo pada umumya.
Suku bangsa yang satu ini sangat pandai menyesuaikan diri dengan kehidupan perairan Nusantara, bahkan sampai ke perairan Kepulauan Philiphila bagian selatan yang mungkin dikenal dengan sebutan Mindanao.
Mereka hidup berpindah-pindah di perairan laut dan teluk di sekitar Pulau Sulawesi, Kalimantan, Sumatera bagian timur, Kepulauan Maluku bagian utara dan Kepulauan Nusa Tenggara.
Jumlah orang Bajau atau Bajo di seluruh Indonesia diperkirakan sekitar 50.000 jiwa.
Kelompok yang paling banyak jumlahnya mungkin berada di sekitar Sulawesi Tengah, yaitu sekitar 25.000 jiwa. Di Sulawesi Selatan jumlahnya sekitar 8000-10000 jiwa . Di Maluku Utara sekitar 5000 orang, yaitu di sekitar pulau Obi, Bacan, Kayoa dan Suta. Sebagian ditemukan ditemukan di pantai utara Pulau Lombok, Sumba, Sumbawa bagian timur di Sape dan pulau-pulau kecil lainnya.
Ada pula yang mendiami beberapa daerah pantai dan teluk di Kalimantan selatan, Kalimantan Barat, Riau dan Jambi. Anggapan ini menyamakan pula Orang laut yang berdiam di Pulau Riau Kepulauan sebagai kelompok suku bangsa Bajau/Bajo. Tetapi adapula yang membedakannya, karena bahasa Orang Laut di RIau dengan bahasa orang Bajau pada umumnya berbeda, karena Orang laut menggunakan bahasa dengan dialek Melayu Kepulauan.
Para peneliti asing di Kalimantan melaporkan bahwa suku bangsa ini sebagai penyalur hasil hutan yang dikumpulkan penduduk pedalaman. Penulis-penulis Barat beranggapan bahwa suku bangsa ini sering digunakan oleh sultan-sultan melayu untuk merampok kapal-kapal pedagang Eropa.
. Orang Makasar menyebut suku bangsa ini orang Bayo atau Turije'ne' (baca turijeknek).
Orang Bugis menyebutnya orang Bajo. Masyarakat suku bangsa di sulawesi tengah umumnya menyebut mereka dengan sebutan orang Bajau.
Di sekitar perairan Malaysia disebut Bajaw. Di perairan Philipina disebut orang Sama.
Dalam literatur moderen disebut-sebut The Sea Gypsy. Penelitian mengenai orang Bajau secara menyeluruh nampaknya belum ada, kecuali penelitian terbatas pada sub kelompok-sub kelompok tertentu.
Bahasa Bajau yang terdapat di lingkungan perairan Indonesia memperlihatkan ciri kebahasaan yang sama dan hanya berbeda dialek dengan bahasa Bajau yang digunakan di perairan Malaysia dan Philipina Selatan. Ada anggapan bahwa bahasa mereka sebenarnya sama karena mereka selalu mengadakan interaksi musiman secara teratur. Selain itu pengaruh bahasa asing dianggap sedikit sekali, karena mereka suka menjauhkan diri dari kontak-kontak ekonomi dengan suku-suku bangsa lain kecuali hubungan dagang dengan orang bugis dan Makasar.
Mungkin sebagian besar memeluk agama Islam, cuma pengaruh sistem kepercayaan animisme laut masih amat kuat, sehingga menjadi salah satu ciri kebudayaan mereka yang khas itu. Pengaruh agama Islam mungkin diperoleh lewat interaksi dengan para pelaut Bugis yang juga tersebar di perairan Nusantara. Bedanya para pelaut Bugis masih mengenal pemukiman tertentu sebagai tempat tinggaldan terbuka untuk mengadakan hubungan yang lebih dalam dengan suku-suku bangsa lain.
Sistem perkawinan mereka terutama mengikuti hukum perkawina Islam dan ditambah dengan pengadaan upacara perkawinan menurut adat istiadat mereka yang sayang masih sedikit diketahui.
Seorang penganten perempuan akan ikut dengan perahu orang tua suaminya segera setelah upacara perkawinan selesai. Ada pula pasangan yang hidup di perahu buatan sendiri atau hadiah dari kerabat mereka. Ada pula pasangan baru yang lebih senang bergabung dengan perahu orang tua suami. Tidak diketahui apakah mereka berpoligami.
Mereka tidak berlayar sepanjang tahun, karena pada musim-musim tertentu mereka menetap di dekat pantai yang perairannya tenang sambil memperbaiki perahu dan alat-alat untuk menangkap ikan serta hasil laut lainnya, mengadakan kegiatan sosial seperti perkawinan, sunatan dan upacara lainnya.
Beberapa kelompok si Sulawesi Tengah dan Maluku Utara sudah ada yang mau menetap dan mendirikan sekolah.
Penduduk-penduduk lain di sekitar perairan Sulawesi Tengah dan Maluku Utara nampaknya sangat mengagumi dan mengakui keterampilan orang Bajau untuk hidup di laut. Mereka dikenal sebagai penyelam ulung, tahan berjam-jam di kedalam 10-20 meter untuk berburu ikan dengan tombaknya yang berkait dan senjata harpun buatan sendiri, atau mencari kerang mutiara untuk dijual kepada tengkulak yang akan menjualnya lagi ke pedagang Jepang. Selain ikan dan mutiara mereka juga mengumpulkan rumput laut, teripang, dan sirip ikan hiu yang harganya cukup bagus.
Ciri kebudayaan orang Bajau memang masih kabur, tetapi tidak syak lagi, bahwa sistem pengetahuan mereka tentang kelautan serta perbintangan amatlah luas, terutama pengetahuan mengenai lautan di lingkungan Indonesia.

Sumber pendukung: Grimes 1984; King 993.
Read more... Mencermati Keunikkan Suku Bajau

Kamis, 18 Juni 2009

Refresing dengan Bonsai Cemara Udang


Mengisi waktu luang untuk memelihara bonsai dan tanaman hias ternyata mengasyikkan. Bonsai yang terlanjur identik dengan hoby "orang kaya" adalah tidak semuanya benar dan bertentangan dengan karakter keindahan bonsai maupun tanaman hias yang dianugerahi Allah Yang Maha Pencipta dan Yang Maha Indah untuk semua mahluk. Jadi mahluk yang bernama "orang kaya" tidak boleh mengklaim bahwa keinginan untuk menikmati dan menikmati bonsai hanya milik mereka.
Jadi refreshing untuk menikmati tanaman hias bisa dimiliki semua kalangan tanpa membedakan status sosial ataupun si kaya dan si miskin.

Salah satu bonsai dan tanaman hias dalam postingan ini adalah cemara udang.
Cemara udang adalah tergolong tanaman tahan cuaca. Tidak heran dalam kontes bonsai, cemara udang termasuk tanaman idola, disamping karena keindahannya juga akhir-akhir ini termasuk tanaman yang sulit ditemukan atau langka.
Koleksi bonsai cemara udang saya, tidak ada hubungannya dengan kontes bonsai karena tujuannya memang untuk dinikmati sendiri, syukur-syukur bisa dinikmati orang lain.
Saya mendapatkannya dengan membeli dari nursery bonsai di kotaku, dari yang berbentuk bakalan, sampai pada yang sudah dikawat dan dipangkas untuk dibentuk.

Mudah-mudahan foto dalam postingan ini, bisa menjadi inspirasi bagi siapapun untuk mengetahui ataupu memulai memahami bahwa ternyata banyak di dunia bonsai untuk membuat kehidupan lebih berwarna dan mengasyikkan dengan merawat bonsai atau tanaman hias lainnya.
Selamat mencoba !...
Read more... Refresing dengan Bonsai Cemara Udang

Rabu, 17 Juni 2009

Alnect Computer Web Store dan Kecanduan Blog

Terima Kasih Alnect Computer, Kebetulan sekarang saya lagi kecanduan ngeblog dan mungkin seterusnya, padahal belum sampai tiga bulan berkenalan dengan dunia blog yang sebelumnya disibukkan oleh banyol sana banyol sini di friendster dan facebook yang terkadang bikin pusing karena kebanyakan friend yang di-add maupun masalah login yang terlalu banyak birokrasi.
Kesempatan yang diberikan oleh Alnect Computer dalam melaksanakan Alnet Blog Contest merupakan ide yang cerdas disamping sebagai motivasi untuk ajang berkreasi yang positif bagi para bloger termasuk bagi bloger pemula seperti saya, juga bentuk sosialisasi AlnectComputer Webstore sebagai penyedia instrumen pendukung IT.
Alnect computer Webstore menyediakan banyak pilihan yang variatif dan up to date seperti hardware maupun software, serta ornamen IT lainya berupa Computer, Editing card, Gadget, Media Player, Networking, Peripheral, Storage Media, Suplies dan Media dengan harga kompetitif.
Alnect computer Web Store merupakan salah satu Web Store yang paling lengkap di Indonesia untuk keperluan tools pendukung IT dan tentu saja akan mendapatkan fasilitas dan pelayanan yang memuaskan pelanggan serta memudahkan bagi kita untuk shopping online, baik bagi kalangan perkantoran maupun untuk kita pribadi sebagai pemerhati dan pengguna IT.
Dengan sedikit agak fokus mengelola blog selama dua bulan, akhirnya terhibur juga saat dapat urutan tiga besar dalam Google search untuk kata kunci Kabupaten Bima Timur, atau Kabupaten Bima (ehm!.. Boleh dong muji diri sendiri hee, hee..) saya memberanikan diri dengan modal nekad untuk ikut kompetisi yang diselenggarakan oleh Alnet.net Blog Contest dan termasuk dalam golongan orang-orang yang sesat, eh salah ! hee, hee.. Maksud saya masuk kedalam golongan orang yang kecanduan ngeblog seperti yang pernah saya kutip di salah satu artikel dalam situs Detik.com (sorry, saya lupa penulis dan tanggalnya) dengan sepuluh ciri-ciri sebagai berikut :
1. Halaman pertama [homepage] internet di komputer, laptop atau ponsel adalah blog. Bisa blog pribadi, wordpress, blogspot, blogdetik dan lain sebagainya.
2. Memiliki blog minimal gratisan dan rajin update. Jadi tidak sekedar mempunyai blog tetapi secara rutin dan konsisten mengisi blog dengan postingan. Tak peduli postingan itu ada komentar atau tanpa komentar. Bahkan memiliki lebih dari satu blog dan tetap terpelihara [update] dan bukan blog yang digunakan untuk monetize.
3. Selalu membuka blog pribadi untuk mengetahui jumlah pengunjung dan komentar. Bahkan setiap harinya lebih dari 5x melihat blog pribadinya.
4. Selalu menyempatkan untuk browsing internet meskipun hanya sekedar blogging. Melihat blogspot, wordpress, blogdetik, atau komunitas blog lain untuk blogwalking.
5. Mempunyai banyak daftar blog [blogroll]. Bisa puluhan atau bahkan ratusan, meskipun sebenarnya tidak semuanya sempat dikunjungi. Tetapi menimbulkan kesan kalau kawan blognya banyak sekali.
6. Rajin membaca dan mengomentarinya blog orang lain dan kadang kala komentarnya ditambahi kalimat “kunjungi blog saya….. “
7. Selalu mengunjungi kembali blog yang sudah dikomentari untuk memastikan apakah
komentarnya di blog tersebut dibalas oleh pemiliknya. Dan jika ternyata komentarnya tidak dijawab, maka merasa kecewa hati.
8. Rajin datang ke acara blog gathering atau kopi darat [kopdar] sesama blogger. Setiap kopdar selalu ingin dipotret dan posisinya selalu ingin paling depan. Dan jika berhalangan untuk hadir kopdar merasa kecewa dan menyesali diri.
9. Mengajak orang lain untuk selalu mengunjungi blog pribadinya bahkan kepada kawannya yang tidak mempunyai blog pun diminta untuk mengunjungi blog miliknya.
10. Pekerjaan terbengkalai dan tugas kantor tidak terselesaikan karena waktu bekerja
dihabiskan untuk ngeblog. Dan mungkin sudah beberapa kali di-omelin bos. Hati-hati saja jangan sampai dipecat karena ngeblog.

Sepuluh ciri-ciri di atas saya borong semua, hehee, hee... Anda termasuk ciri-ciri pecandu blog di poin yang mana?
Read more... Alnect Computer Web Store dan Kecanduan Blog

GLOBAL TV


Kasus Global TV yang terungkap melalui surat mantan Mensesneg Muladi bernomor B-602/M.Setneg/9/199 bertanggal 13 September 1999 mempunyai arti khusus bagi umat. Beberapa tahun silam, 'TV Islam' pernah dirintis, bahkan telah mengantongi izin. Sayangnya, tak ada follow up yang baik. Peluang itupun hilang.
Barangkali kita masih ingat pemberitaan sejumlah harian nasional beberapa tahun lalu tentang keluarnya izin beberapa station televisi swasta. Di antaranya adalah Global Tv, yang diharapkan dapat menampilkan nuansa Islam.
Harapan akan kehadiran "TV Islam" pun kembali bersemi. Itu tak berlebihan, mengingat umat Islam di republik ini adalah mayoritas. Kita pun bergembira. Semoga Global TV menjadi penyeimbang atas tayangan-tayangan yang selama ini kurang mendidik.
Lagi-lagi kita menelan pil pahit. Harapan tinggallah harapan. Global TV versi Islam gagal tayang, karena persoalan klasik: dana. Lebih dari itu tak adanya trush (kepercayaan).
Mengapa investor tidak berminat? Bukan hanya pendanaan dalam negeri yang enggan, investor Timur Tengah pun urung menanamkan dananya. Urungnya investor luar untuk masuk Global TV selain tidak ada follow up serius, bisa jadi berkaitan dengan kepercayaan. Sulitnya membangun kepercayaan (trust building) berbanding lurus dengan susahnya mencari dana dari pihak-pihak yang berduit. Sayangnya dari dulu hari ini hingga sekarang tak pernah diperbaiki. Mengapa? Sebab orang-orang yang memainkan "kartu" adalah para petualang (avonturir) yang masih diragukan keberpihakannya pada kepentingan Islam dan kaum Muslimin. Susah mengharapkan tsiqah (kepercayaan) dari orang-orang yang reputasinya tentang keumatan dan keberpihakannya pada ISlam tak pernah teruji.
Umat ini mempertanyakan keseriusan dan tanggungjawab para tokoh yang dulu pernah mengantongi izin Global TV di bawah bendera The International Islamic Forum for science Technology and Human Resourses Development (IIFTIHAR), Global TV sejak awal dimaksudkan sebagai televisi dengan syiar Islam, selain pendidikan, teknologi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Jika kemudioan Global TV menayangkan program yang tidak sesuai dengan Visi Misi semula, maka para tokoh yang membidani televisi tersebut harus menjelaskannya pada umat. Meminjam ungkapan Muladi, mana tanggungjawab moralnya dan apa kendalanya sehingga dana untuk sebuah televisi yang bernuansa Islam yang sesungguhnya jadi dambaan kita semua tidak mengucur? Mengapa saat itu tidak ada transparasi kepada publik agar persoalan dana dapat diselesaikan oleh umat Islam?
Lantas sekarang di tengah gugatan terhadap isi siaran dan alih kepemilikan izin Global TV, pihak manajemen Global TV menyampaikan klarifikasi yang menegaskan bahwa tak ada pengalihan kepemilikan izin Global TV maupun perubahan isi siaran. Dalam kasus ini sebaiknya pihak manajemen tak usah menutup mata, bahwa di republik ini sudah dianggap lazim "jual beli" izin.
Di era Orde Baru, bukan rahasia lagi yang namanya SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers) diperjual belikan. Caranya, sang pembeli masuk ke perusahaan penerbitan pers tersebut lalu mengucurkan dana. Kepemilikan saham pun berubah.
Karena ada peraturan yang sangat ketat, tak mudah mengganti pemimpin umum, pemimpin perusahaan dan pemimpin redaksi, maka ketentuan ini pun diakali. Biasanya nama-nama masih dipajang, meski realitanya sudah tak aktif lagi. Nama-nama pengelola baru pun dicantumkan dengan sebutan misalnya "pemimpin pelaksana redaksi" (untuk pemred), "pemimpin harian perusahaan" (untuk pemimpin perusahaan) dan sejenisnya.
Dalam kasus Global TV, memsang betul, izin prinsipnya tak berubah, masih tetap PT Global Informasi Bermutu (GIB). Tapi, orang-orangnya berubah, kepemilikan sahamnya pun berganti. Meski namanya bukan "jual beli", tapi dengan berubahnya kepemilikan saham, apalagi istilah yang tepat untuk kasus ini?
Anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Bimo Nugroho Sekundatmo menyebut kasus perpindahan kepemilikan saham PT Global Indonesia Bermutu atas Global TV sebagai penyiasatan hukum. Menurutnya transaksi ini harus diselidiki, apakah saat Bimantara membeli 70% saham GIB waktu itu ada nilai asetnya. Jika tak ada asetnya, berarti sama dengan jual beli izin.
"Ini penyiasatan hukum. Ini namanya membeli tali dapat kerbau, karena sebenarnya yang diincar kerbau. Tetapi karena kerbau tidak bisa dipindah-tangankan, maka yang dibeli tali. Dicari, bagaimana caranya agar kerbau bisa dibawa," kata Bimo sebagaimana dikutip Detik.com (1/3). Ia melanjutkan jika nilai aset terbesar adalah frekuensi sementara aset lain tak ada nilainya, maka UU Telekomunikasi harus ditegakkan. "Ini namanya telah terjadi penyelundupan hukum yang mengakibatkan pindah tangannya frekwensi," ujarnya.
Apapun ceritanya, "akal-akalan" ini harus diusut dan dipertanggungjawabkan ke hadapan publik. Apalagi melihat dampaknya, dimana dengan mudah harapan Global TV sebagai televisi Islam, pupus bahkan berganti menjadi siaran yang jauh dari nilai-nilai Islam. Lucunya Departemen Komunikasi dan Informasi (Kominfo) seperti berkelit. Usulan pencabutan terhadap izin Global TV- karena dinilai disalahgunakan_menurut Dirjen Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi Depkominfo Gde Widyatnyana Merati, harus melalui putusan pengadilan. Padahal, tinggal diusut, jika benar tayangannya selama in menyalahi izin semula semestinya tinggal dicabut. Apa susahnya ?
Jika ada penyimpangan dalam pemberian izin frekuensi Global TV, menurut menurut Ade Armando dari KPI, maka frekuensi tersebut harus dikembalikan pada negara. Lalu negara menawarkan kembali kepada publik. Dalam hal ini berharap izin prinsip dan frekuensi Global TV dikembalikan kepada umat Islam. Karena sejatinya ia adalah milik dan aset umat yang pernah diusung melalui IIFTIHAR.
Kaum Muslimin harus menjadikan pelajaran pahit ini tidak terulang lagi. Kesungguhan dan tanggung jawab terhadap umat dalam menghadirkan TV Islam semestinya tidak dimainkan apalagi hanya untuk kepentingan sesaat.
"Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh (berjihad) untuk mencari keridhaan Kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-banar beserta orang-orang yang berbuat baik." (QS Al-Ankabuut:69)

Dikutip dari Majalah Sabili edisi 18 23/3/06
Read more... GLOBAL TV

Senin, 15 Juni 2009

Ramah ?... Cape de...

Kate orang jadi ramah perlu banget asalkan gak suka rajin menjamah. klo ente pade mo bukti, ntar ke rumah gebetan ataw pacar ente trus begitu berduaan saat ente lagi punya piktor alias pikiran kotor. Tu tangan pasti mulai beraksi mencoba menjamah. Lagi keenakan menjamah, dari dalam rumah, nyokap pacar batuk, ehukk, ehukk.. ehukkk.... kaya kemasukan semut.
Aaslii... Pasti adrenalin ente melejit. Itu masih mendingan klo ente tergolong orang jantungan bisa2 jadi almarhum ckk... ckkk..
Kita kembali ke urusan ramah. Ktemu orang tua kudu ramah, Ktemu guru juga mesti ramah palagi sama mertua taw calon mertua kite harus ramah, klo gak bisa dipecat luh jadi mantu, Manyun manyul de luh.. kaya sapi ompong hee... heee.
Temen gue punye teman namanya Uba Jeno. Gak heran beliau dikenal banyak orang karena wajahnya familiar dan suka silaturrahim. Ia gak bakalan betah jika ktemu orang tanpa menyapa.

Di pagi yang cerah ketika mengemudi skuter bututnya melintas di depan SMAN 1 Sape Kabupaten Bima NTB Indonesia (busyet deh... panjang amat..) Uba Jeno melihat si Hami yang baru saja pulang dari pasar sama anaknya yang ingusan dan dibiarkan telanjang bulat kayak gambar porno sambil menenteng tiga ekor ikan, seperti foto postingan ini.
Karena si Hami bergabung dengan LSM yang bernama STI (Suami Takut Istri) maka tu orang mau aja disuruh istrinya beli sayur lodeh dan ikan ke pasar bersama anaknya.
Sambil mengendarai skuternya Uba jeno menengok ke si Hami dan langsung menyapa Hami dengan ramah tanpa melihat motor ojek yang melaju lumayan kencang pas di depannya. Kebetulan lagi tukang ojeg yang klihatan baru belajar motor. Buktinya waktu ditanya Polantas yang saat itu pasang muka kayak beton yang belum di plester (saking galaknya) untuk memperlihatkan SIM-nya malah dia keluarin KTP.
"Assalamu'alaikum Hami..." Belum sempat Hami menjawabnya langsung "bruakkkk...."
Skuter bututnya langsung tertabrak motor tukang ojek hingga tu motor jatuh di comberan kotor sebelah got, dan Uba Jeno bermaksud menyelamatkan diri dengan membiarkan motornya kecebur got sma 1 sape.
Maksud hati ingin selamatkan diri tapi ternyata Uba Jeno dengan mesra mencium bahu jalan yang kebetulan ada tai kebonya (Kotoran Kerbau).
"Ckkkk... ckkkk....." Spontan si Hami ktawa cekikikan kaya mak lampir melihat wajah Uba Jeno berlumuran bedak awet muda bernama tai kebo, kaya topeng Anak-anak Kuburan Band waktu nyanyiin "Lupa... Lupa lupa lagi syairnya ... haaa.. haaa...
Jadilah Keramahtamahan Uba Jeno menjadi hari apesnya Uba Jeno. Gaelby nyeletuk "Ramah, Cape deh..."
Read more... Ramah ?... Cape de...

Jumat, 12 Juni 2009

Ibu Kota Kabupaten Bima Timur adalah Sape

Bima Timur-Mesjid Besar Sape Sape sangat memenuhi syarat menjadi Ibu Kota Kabupaten Bima Timur bukan saja karena kondisi geografis yang menjadi daerah transit yang penghubung Wilayah indonesia timur dan barat serta potensi sumber daya alamnya yang paling banyak mendonori PAD Kabupaten Bima, tetapi juga karena lengkapnya infrastruktur pendukung dibanding kecamatan lain di lingkungan Kabupaten Bima apalagi dibandingkan dengan Kecamatan Woha yang menjadi Ibukota Kabupaten Bima sekarang, tentu masih jauh di bawah potensi Kota Sape yang menjadi awal mula masuknya Islam di kesultanan Bima.
Foto-foto dalam postingan ini secara kongkrit menggambarkan bahwa Kota Sape Bima Timur memang pantas dan siap menjadi Ibukota Kabupaten Bima Timur walaupun ini adalah sebahagian kecil dari banyaknya potensi yang dimiliki.




Setelah melihat foto-foto di atas, saya sangat mengharapkan komentar anda dan menjawab dengan jujur, Pantaskah Sape menjadi Ibukota Kabupaten Bima Timur dan perlukah percepatan untuk mendukung terbentuknya Kabupaten Bima Timur?..
Read more... Ibu Kota Kabupaten Bima Timur adalah Sape

Senin, 08 Juni 2009

Puisi Milad Dua Tahun Gaelby



Ayahmu bukanlan peraya ulang tahun.
Tetapi puisi acak ini, harus kucurahkan jua
Tepat tahun keduamu hadir ke dunia.
Sekarang kaulah Matahariku.
Terbitmu membuatku bergairah
Tenggelammu membuatku sedih

Kau milik zamanmu,
Maka bersiaplah!
Buaian hanya sementara
Selanjutnya kertas dan pena
Kau hadirkan pada semesta
Keilmuan seluas samudra
Hadirkan cahaya sibak gulita
Kau tembus bumi, merobek angkasa

Kau milik zamanmu, bersiagalah !
Rengkuhlah cakrawala
Pelukan ayah bundamu hanya sementara,
Selanjutnya keringat dan air mata
Kau suguhkan pada mereka
Hujjah dan qoulan syadida
Datangkan haq, dan kebatilan lenyap tak bersisa
Hingga kau diterima dalam ridho-Nya
Bintang mana yang mau kau petik anakku?
Aku bukan peramal, tapi lumayan hebat sebagai pendidik
Biar kususun manjamu dengan apik
Hingga kau tak menjadi cengeng, tapi petarung yang baik
Ayahmu bukan pemikul beban yang terpaksa
Tapi aku penggembala penuh cinta
Dan padaku Tuhan memberi amanah istimewa
Menitipkanmu, kubentuk menjadi insan mulia
Melihat kau hadir di bumi, adalah keajaiban
Melihat kau makin meninggi, adalah keajaiban
Melihat kau berguling ke kanan ke kiri, adalah keajaiban
Melihat kau duduk sendiri, menapakkan kaki,
Melihatmu jatuh bangun adalah keajaiban
Tertawa plosmu, tumbuh gigi, dan padamu semua yang terjadi, adalah keajaiban

Kau seperti membelah Ayah & Bundamu, tapi tidak karena kau hadirkan cinta
Kau seperti mengusik tidurku, tapi tidak karena kau hadirkan cinta
Kau seperti membuatku letih menggendongmu, tapi tidak karena kau hadirkan cinta
Kau seperti membuatku penat menitahmu, 
Tetapi setiap apa yang kulakukan padamu, adalah pembuktian cintaku
Read more... Puisi Milad Dua Tahun Gaelby

Sabtu, 06 Juni 2009

Silabus Kimia Terbaru SMA Kelas x


Nama Sekolah                     : SMA  
Mata Pelajaran                    : KIMIA
Kelas/Semester                   : X/1
Standar Kompetensi      : 1. Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia
Alokasi Waktu               : 16 jam pelajaran (untuk UH 2 jam)
Kompetensi Dasar
Materi Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
Indikator
Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber/
bahan/alat
1.1. Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifat-sifat unsur, massa atom relatif, dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui pemahaman konfigurasi elektron

§  Perkembangan tabel periodik unsur.


· Mengkaji literatur tentang perkembangan  tabel periodik unsur dalam kerja kelompok.
· Presentasi hasil kajian untuk menyimpulkan dasar pengelompokkan unsur-unsur.

·    Membandingkan perkembangan tabel periodik unsur untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya.
·   Menjelaskan dasar pengelom-pokan unsur-unsur.
·  Jenis tagihan:
  Tugas kelompok
   Kuis
   Ulangan
·  Bentuk instrumen
   Laporan  tertulis
   Penilaian sikap

2 jam
·   Sumber
Buku kimia,
Tabel periodik,
Kartu unsur
·   Bahan
Lembar
§  Struktur atom

· Mengkaji tabel periodik unsur untuk menentukan partikel dasar, konfigurasi elektron, massa atom relatif.
· Mengidentifikasi unsur ke dalam isotop, isobar dan isoton melalui kerja kelompok.
·    Menentukan partikel dasar (proton, elektron dan netron)
·    Menentukan konfigurasi elektron dan elektron valensi
·    Menentukan massa atom relatif berdasarkan tabel periodik
·    Mengklasifikasikan unsur ke dalam isotop, isobar dan isoton)
2 jam
§  Sifat fisik dan sifat kimia unsur
§  Sifat keperiodikan unsur

· Mengamati beberapa unsur untuk membedakan sifat logam, non logam dan metaloid.
· Mengkaji keteraturan jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas elektron dan keelektronegatifan unsur-unsur seperiode dan segolongan berdasarkan data atau grafik dan nnomor atom melalui diskusi kelompok.
· Menghubungkan keteraturan sifat jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas elektron dan keelektronegatifan.
·    Mengklasifikasikan unsur ke dalam logam, non logam dan metaloid.
·    Menganalisis tabel, grafik untuk menentukan keteraturan jari-jari atom, energi ionisasi, affinitas elektron dan keelektronegatifan

2 jam
.Selanjutnya bisa dilihat di sini
Read more... Silabus Kimia Terbaru SMA Kelas x

obama masuk islam

Pasca memberikan pidato resmi di Mesir di depan ribuan umat Islam di universitas Kairo, saya berkeyakinan Obama akan masuk Islam seperti yang dilakukan oleh raja Najasy dari Ethopia yang masuk Islam setelah membantu melindungi orang-orang Islam yang hijrah ke Etopia pada jaman rasulullah hidup.
Ini menjadi alternatif logis bagi Obama jika tidak ingin melihat Amerika Serikat tumbang dalam pertarungan budaya seperti yang disinyalir oleh Samuel P. Huntington dalam bukunya The Clash of civilization.
Sesungguhnya kehidupan ini merupakan siklus yang berulang, artinya bahwa kejadian-kejadian penting dalam sejarah akan selalu berulang dalam konteks yang berbeda, sampai kebuntuan akan siklus ini akan memprodak sebuah kehancuran yang disebut kiamat. yaitu hancurnya seluruh isi alam dan diganti oleh alam yang lain yang disebut akhirat.
Tedapat beberapa kejadian penting dalam sejarah umat Islam yang insya Allah akan berulang dalam konteks yang berbeda di jaman modern ini. Pertama, Islam dalam kondisi lemah yang membutuhkan pertolongan. Kelemahan umat Islam pada saat ini bukan karena jumlah penganut yang sedikit, akan tetapi lebih pada konteks lemah dalam kemampuan mengiklankan kebenaran Islam dalam bahasa yang lebih familiar bagi para pelaku dan penggiat ilmu pengetahuan, sehingga tidak dipandang sebagai teroris seperti saat ini. Kondisi riil yang terjadi saat ini, orang-orang Islam yang benar-benar memegang tegush ajaran alquran dan hadist dianggap sebagai teroris, sedangkan yang islam ktp atau yang ngaku-ngaku Islam tapi tidak melaksanakan ajaran agama dianggap Islam yang benar. Semua ini karena lemahnya kalangan Islam dalam menjelaskan Islam dalam bahasa pengetahuan.

Kedua, orang-orang Islam akan melakukan hijrah. Saat ini begitu banyak muslim Afganistan yang berusaha hijrah ke Australia dan bahkan mungkin ke Amerika serikat. Pertanyaannya, kenapa harus kesana? Seperti kita ketahui AS dan Australia merupakan 2 negara yang relatif bisa melindungi hak-hak masyarakat sipil. 2 negara yang memiliki kekuatan besar dalam dunia internasional.
Ketiga, kalau di zaman rasulullah dua negara adidaya tumbang oleh kekuatan senjata Umat Islam, maka dua adidaya saat ini Soviet dan amerika akan tumbang oleh umat Islam dengan kekuatan Kebenaran. Kebenaran yang di miliki oleh ajaran Islam yang ada di dalam alquran sebagai kitab yang tidak pernah disentuh oleh pemikiran manusia, kitab yang benar-benar datang dari Allah SWT.
Dua hal yang paling menarik adalah disamping Amerika Serikat adalah negara yang dihuni oleh orang-orang cerdas yang memiliki kapasitas pemikiran yang memadai untuk menerima kebenaran, disisi lain adalah bahwa secara sosiologis ada kecenderungan dalam diri manusia yaitu menemukan sesembahan atau yang kita sebut dengan Tuhan. Islam menyebutnya HANIF. Orang Jepang (agama sinto) menyembah matahari, orang persia (agama Zoroaster) meyembah api, bintang-bintang dsb, adalah sebuah bukti tak terbantah bahwa manusia tidak bisa bebas dari mencari tuhan jika ingin menemukan kebahagiaan.
Beda halnya dengan Komunis yang mencoba menegaskan keberadaan Tuhan dengan Mengembangka Paham Atheis. Secara tidak langsung mereka mengakui keberadaan Tuhan tetapi membantahnya atau menegasinya dengan alasan untuk dapat melaksanakan paham komunis secara totalitas. Itu hanya alasan Sosiologis bukan alasan kebenaran dan tidak mungkin terwujud. Lalu apa hubungannya dengan Obama masuk Islam?
Obama adalah seorang sosok yang reformis dan egaliter, seorang sosok yang biasa membuka diri pada hal-hal yang menyangkut kebenaran. Seperti halnya figur figur lain yang ada di AS yang mengagungkan kebenaran ilmu pengetahuan, bukan tidak mungkin Obama pun akan tersentuh oleh ajaran islam yang nota bene mengandung kebenaran yang hakiki.
Akhirnya semakin banyak umat Islam yang bermigrasi ke AS, dengan sendirinya akan secara alami memberikan gambaran kepada warga AS untuk mengenal islam secara langsung dan lebih detail. Pada akhirnya Kita akan menunggu kerja ALLAH SWT, akan memberikan Obama Hidayah atau tidak itu kputusannya. Mudah-mudahan obama tidak termasuk salah seorang manusia yang di kunci mati oleh Allah hatinya (baca Al Baqarah), dan tidak ditakdirkan sebagai Ula ika Kal an"am, atau orang Yang menempati Sarrul Bariyyah (baca Surat Al Bayyinah). Semoga Obama benar-benar masuk Islam, amiin...
Read more... obama masuk islam

Rabu, 03 Juni 2009

Poligami dengan Ngeblog, burbahaya... ya..yaa..

Ada warna lain dalam duniaku, ketika pertama kali berkenalan dengan ceweq cantik yang berinisial blogspot. Awalnya sih dosq gak kliatan cantiq2 amat, karna perfomance-nya yang kaku gitu.
Paling-paling aq ktemuan cuma gak sampe 5 menit setelah login ke blogger.com disuguhi create a blog, posting, publish n beres. Senang juga sih nglihat hasil postingan sendiri.

Hari berganti hari, hobi lama pacaran dengan FriendSter dan Facebook yang sebelumnya mendapat restu bini karena sekedar jadi buayawan kaya tim kampanye capres, banyol sana banyol sini tanpa mengurangi atensi pada istriku Yati dan jagoanku Gaelby.

Sekarang mulai terusik dengan ulah selingkuhan baruku (dasar play boy cap kodok luuh... hee hee..) saat ia dia mulai tebar pesona dengan sedikit mulai memperlihatkan bagian dadanya yg bernama edit posting pake image, link dan membuat template dengan photoshop serta edit lagi pake httml.
Dosq berhasil.. buktinya aku mulai berpaling ke lain hati. yang tadinya sama FS dan FB, kini tak berdaya dengan panah asmara dosq, menembus relung hati yang paling dalam (cecehhh... sok puitis luh...).

Yang lebih Burbahaya... ya..yaa.. (saking berbahayanya bukan bahaya) aku sempat punya niat untuk berpoligami, menyunting dosq jadi istri keduaku. Tentu saja kalau istriku tau pasti dia mencak-mencak kaya kopinghoo dan dihajar gaelby dengan karate yang diajari Bang One tvone... (tapi jangan ikuti suara bang one ya gaelby... bukannya jadi anak saleh ntar jadi rocker karena suaranya berat, hee..hee..)

Wah jadi gimana donk... buah kenari buah kedondong tolongin gue donk... tacuuuuut klo sampe ktauan poligami. tapi sjujurnya mau juga sih... (eh yg baca jgn bilang-bilang ye...)

Read more... Poligami dengan Ngeblog, burbahaya... ya..yaa..

PERLUKAH KABUPATEN BIMA TIMUR ?

by : Didi Salahuddin

Jawabanya adalah sangat perlu. Disamping optimalisasi administrasi pemerintahan terutama pelayanan publik karena kecamatan Woha yang sekarang menjadi ibukota Kabupaten Bima sangat tidak efisien dan Secara geografis bertentangan dengan prinsip Public service good governence, juga untuk melayani wilayah ujung timur kabupaten Bima harus melewati Kota Bima terlebih dahulu untuk menjangkau 6 (enam) Kecamatan yaitu Kecamatan Sape, Lambu, Wera, Ambalawi, Wawo dan Langgudu. Dapat dibayangkan sekedar mengurus KTP saja masyarakat yang berada di bagian ujung timur Kabupaten Bima harus melewati perjalanan berjam-jam melewati Kota Bima.
Belum lagi kalau kita lihat dari aspek Koordinat, Batas-batas wilayah, Topografis, Luas wilayah maupun Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia. Karena sumber dari APBD Rp. 19,17 Milyar tahun 2006 sekitar hampir 50% didonori oleh ke 6 kecamatan tersebut.
Sebagaimana yang dikutip dari Wikipedia bahasa indonesia ensiklopedia bebas; Kabupaten Bima adalah sebuah kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Ibu kotanya ialah Woha. Kabupaten Bima terletak di bagian Timur Pulau Sumbawa Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan posisi 1180 44’ – 1190 22’ BT dan 080 08’ – 080 57’ LS. dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:
* Sebelah Utara : Laut Flores
* Sebelah Selatan : Samudera Indonesia
* Sebelah Timur : Selat Sape
* Sebelah Barat : Kabupaten Dompu.
Luas Wilayahnya lebih kurang 438.940 Ha atau 22 % dari luas wilayah Propinsi Nusa Tenggara Barat. Terbagi atas 14 kecamatan yang terdiri dari 150 desa dan 419 dusun.
Pemaparan kondisi di atas, dapat dilakukan Hipotesa secara emphiris maupun metode lainnya, yang secara pasti menjawab pertanyaan judul artikel di atas dengan jawaban "Sangat perlu". Dengan demikian apa yang dilakukan oleh Komite Persiapan Pembentukan Kabupaten Bima Timur yang menjadi wadah perjuangan dan advokasi bagi ke enam kecamatan tersebut harus kita dukung bersama. " Selamat berjuang saudara-saudaraku...
Read more... PERLUKAH KABUPATEN BIMA TIMUR ?

Selasa, 02 Juni 2009

Kabupaten Bima Timur adalah Keniscayaan



Polemik mengenai ibu kota kabupaten Bima yang sampai sekarang masih belum jelas, semakin membuat master planning yang telah dirumuskan oleh Komite Persiapan Pembentukan Kabupaten Bima Timur (KPPKBT) sebagai satu-satunya wadah penyerap aspirasi masyarakat sekaligus advokasi terhadap keinginan 6 (enam) kecamatan yang ada di lingkungan Kabupaten Bima yaitu Kecamatan Sape, Lambu, Wera, Ambalawi, Wawo dan Langgudu, yang telah dideklarasikan oleh para sesepuh dan elemen masyarakat yang mewakili 6 (enam) kecamatan tersebut semenjak tiga tahun yang lalu terkesan berlarut-larut.
Memang dapat dimaklumi bahwa disamping "ego kekuasaan" yang nota bene mempertahankan existensi retensi pemerintah kabupaten yang memiliki prinsip primitif untuk tidak serta merta mau membagi satu piring yang selama ini terkesan "basah" dan berpotensi memperlebar peluang untuk melakukan perampasan dan pemerkosaan hak-hak rakyat untuk meningkatkan perbaikan diri dalam aspek pelayanan publik, kesejahteran, kesinambungan progresifitas pemerataan pembangunan semakin dapat dilihat dengan kasat mata.
Elemen masyarakat Kecamatan Sape, Lambu, Wera, Ambalawi, Wawo dan Langgudu yang menkonklusikan aspirasi masyarakat dengan membentuk Komite Persiapan Pembentukan Kabupaten Bima Timur (KP2KBT) tentu saja bukan sekedar sesumbar ataupun "gertak sambal" belaka.
karena disamping dilatarbelakangi oleh semangat senasip dan sepenanggungan, juga dimotivasi oleh rasionalitas dan syarat-syarat yang ditetapkan oleh Undang-undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2002, benar-benar terdapat relevansi yang sangat beralasan antara lain:
- Pelayanan publik
- geografis
- Monogragis
- Infrastruktur
- Jumlah Kecamatan dll.

Dalam menjabarkan setiap item di atas, Kecamatan Sape, Kecamatan Lambu, Kecamatan Wera, Kecamatan Ambalawi, Kecamatan Wawo dan Kecamatan Langgudu, secara yuridis formal telah memenuhi persyaratan yang telah diamanatkan oleh peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
Dengan demikian, siapapun yang ingin menghambat baik dalam bentuk terminologi maupun alasan tehnis, dapat dikatakan mereka telah kehilangan akal sehat dan kontra produktif.

Sebagai bahan perbandingan di Sumba saat ini sudah dimekarkan menjadi tiga kabupaten. Meskipun secara potensi tidak lebih baik dari Sape, Wera, dan Lambu. Secara infrastruktur, sudah sangat mendukung lahirnya kabupaten baru. 

Walaupun ini tidak terlepas dari masalah politik, tentu kita tidak ingin keinginan luhur ini terkontaminasi oleh interest-interest yang semakin membuat carut marut dan terbengkalainya Idealisme perubahan kearah yang lebih baik, sehingga menimbulkan multi persepsi dan penafsiran yang keliru, seperti yang terjadi pada kasus pemekaran kabupaten di Sumatra Barat yang berakhir anarkisme yang memprinhatinkan semua pihak.
Sebagai salah satu inisiator pembentukan kabupaten Bima Timur yang secara kelembagaan masuk kedalam wadah Komite Persiapan Pembentukan Kabupaten Bima Timur (KP2KBT) yang beralamat di Jalan Pelabuhan Sape Kabupaten Bima, dengan tidak mengenal letih kami tetap terus mengadakan sosialisasi dan pemahaman yang konstruktif kepada masyarakat untuk mendukung Komite ini, karena Kabupaten Bima Timur adalah sebuah keniscayaan.
 

Merdeka !...

Read more... Kabupaten Bima Timur adalah Keniscayaan

Jumat, 29 Mei 2009

MENCETAK GENERASI MUSLIM GAGAH DAN BERBOBOT

by: Didi Salahuddin *)

Insya Allah kalau dikaruniai seorang anak laki-laki, nantinya tentu akan kuajari ia pintar berbahasa Arab seperti pak Abdul Munir ataupun pak Hidayat Nurwahid, ia juga pintar bahasa Inggris dan tehnologi kaya pak Habbibie dan Pak Muhammad Olan Wirdiansyah. Juga kusuruh ia masuk klub sepak bola biar jadi bintang seperti Zinedine Zidane".
"Kalau aku sih ingin anak perempuan... dia pasti cantik dan pintar kaya bundanya hee..hee... Ia akan kuajari memasak dengan resep masakan yang lezat bergizi dan kudandani mengenakkan jilbab anggun seperti mbak Neno Warisman"
Percakapan di atas sering dijumpai pada setiap pasangan suami istri pengantin baru sebagai obsesi mereka untuk membentuk putra-putrinya menjadi generasi yang diharapkan dengan cara dan expresi yang variatif.
Mungkin juga kita pernah melihat seorang anak yang setiap pulang sekolah selalu menangis lantaran diejek ataupun disakiti temannya.
Bagi tenaga edukasi seperti guru tentu pernah menjumpai karakter seorang anak pendiam, tak pernah berani maju di depan kelas dan enggan berinteraksi dengan teman-temannya, padahal jika dilihat dari nilai raportnya ternyata cukup bagus bahkan bisa dibilang anak yang pandai.
Sungguh sangat kontra dengan keberanian sahabat cilik di masa sang guru sejati, seorang panglima agung dan politikus ulung Rasulullah Muhammad Saw. Begitu banyak kisak anak-anak di bawah umur yang memaksa baginda Nabi agar diizinkan untuk berperang bersama para pejuang muslim melawan orang-orang kafir.

Sejarah mencatat nama seperti Usamah bin Zaid yang ikut berperang sejak kecil, karena keahliannya ia diangkat oleh Rasulullah Saw menjadi Panglima perang pada usia remaja. Begitu pula dengan dua orang anak bernama Rafi dan Samurah yang berlomba-lomba berebut diizinkan ikut peperangan. Juga seperti budak kecil Umair yang karena keberanian dan keinginan yang kuat maka dimerdekakan oleh majikannya, bahkan diberi hadiah sebilah pedang yang menjadi senjata kesayangannya. Masih ada pula si Kecil Salamah yang sangat ahli memanah dan terkenal dapat berlari sangat cepat dan gagah berani.
Bagaimana dengan anak SMP, SMA seusia mereka sekarang ? Bisakah seperti mereka dengan ahlaq prima berani menantang mara bahaya bahkan sekalipun maut ? Tentu saja bukan tersugesti oleh keberanian karena terlebih dahulu dibumbui kemaksiatan menenggak miras dan narkoba sehingga nyali bertambah berani untuk trek-trekkan balapan motor di jalan raya yang sangat mennganggu pengguna jalan dan sebahagian berujung "mati konyol" karena kecelakan.
Yang lebih memprinhatinkan adalah survei Lembaga Komisi Perlindungan Anak (Komnas Anak)
yang menyatakan 97.4 % anak SLTP seluruh kota di Indonesia, pernah menonton film porno lebih dari satu kali, baik secara bersama maupun sendiri-sendiri. Bisa dibayangkan betapa sempitnya ruang untuk menjadikan mereka menjadi generasi yang gagah dan berbobot ditengah lingkungan yang "semakin gila", sangat berpotensi menjadikan mereka menjadi "generasi bingung". Nauzubillah minzalik...
Banyak hal yang menyebabkan anak menjadi penakut, namun yang paling menonjol adalah kurang "pede" alias kurang percaya diri.
Sadar atau tidak faktor ini disebabkan dengan metode orang tua dalam mencetak dan mendidik anak, karena sesungguhnya kullu mauluudin yuladun alal firah dan menjadikannya dia Yahudi dan Nasrani adalah orang tuanya.
Mencetak berarti dimulai dari mengawal proses kehamilan sampai lahir ke dunia dengan serius memperhatikan nutrisi ibu hamil dengan nutrisi yang halalan toyyiban. Memperdengarkan lantunan ayat suci Al-qur'an lebih dianjurkan daripada memperdengarkan musik "seruling setan" yang secara tidak sadar sering dilakukan.i Makanan yang tidak halal entah datang dari hasil korupsi, status pekerjaan dari hasil suap menyuap, mencuri ataupun sejenisnya merupakan sumber pembawa bencana baik bagi sang anak sendiri, maupun lingkungannya, terlebih lagi bagi orangtuanya sehingga harapan orang tua untuk menjadikannya anak yang saleh yang menjadi tujuan utama mereka dilahirkan, akan menjadi harapan hampa "mimpi di siang bolong". Akan sangat bagus membiasakan sang anak diberi makanan tambahan sesuai tuntunan Rasulullah Saw seperti Madu daripada diberikan susu yang dibeli dari hasil "tilang sepeda motor yang masuk kantung sendiri".
Salah satu cara penyebab yang menjadikan anak tidak percaya diri adalah kebiasan sering menakuti anak dengan cara yang tidak mendidik seperti ditakuti dengan hantu, polisi, tikus dan semacamnya tanpa berusaha untuk memperingati dan menjawabnya kuriositas (rasa ingin tahu;pen) mereka dengan cara santun dan masuk akal.
Artikel singkat ini tentu saja tidak membahas semua metode secara komprehensif, insya Allah akan dibahas dalam posting mendatang, tetapi yang perlu digarisbawahi dan dipertajam adalah menafsirkan hadist nabi riwayat Ath-Thahawi "ajarkan anak-anakmu renang, memanah dan menunggang kuda" Selamat mencoba...

*) pemerhati sosia, sekarang tinggal di Sape Bima NTB
(Dikutip dari beberapa sumber)
Read more... MENCETAK GENERASI MUSLIM GAGAH DAN BERBOBOT

Rabu, 20 Mei 2009

Sepucuk Rinduku Padamu, Nak

Sepucuk rinduku padamu, Nak, adalah
moncong meriam yang mengarah pada diriku sendiri
Tapi, bagaimanapun kuledakkan juga
sebab pedihnya pasti merobek sombongku Mestinya aku tak di sini, menata huruf demi huruf menyusun kalimat-kalimat sunyi yang dingin dan kokoh
Bukankah celoteh, rengek, amarah dan manjamu
lebih megah dan berharga dari apapun
hingga sanggup merontokkan
pilar-pilar keangkuhan dalam diriku?
Betapa naifnya aku memilih benteng sepi ini
duduk di singgasana egoku seraya berkata,
“Lihat, Ayahmu yang mabuk dunia sedang membangun
istana buat raja yang dicintainya!”
Sementara di rumah kau menungguku
berkaca-kaca di balik kaca jendela,
Ayah kemana Bunda?”Sepucuk rinduku padamu, Nak, adalah
angin yang menampari mukaku sendiri
Tapi, Bagaimanapun kutentang jua
Sebab perihnya pasti menelanjangi jiwaku Mestinya aku di rumah bersamamu
Bermain kuda-kudaan, bola, atau melukis di satu buku
Seperti yang acap kita lakukan di sisa waktuku untukmu
Itupun mesti kita lakukan seusai perdebatan panjang kita
dii atas ranjang peristirahataanku yang biasa
kau akhiri dengan tangisan kesal atau sesalmu. Lalu
"Ayah jadi hutan, bunda jadi danau, aku jadi gunung, ya?”
katamu sambil menggerak-gerakkan tangan mungilmu
membentuk hutan, danau dan gunung
Bunda jadi air kendi, dan aku jadi tempat untukmengungsi, ya?”
“ya, Nak!” aku tersenyum sembari menghapus air mataku Sementara sepucuk rinduku padamu, Nak,
adalah bunga, adalah pelangi, adalah matahari
yang makin rindang tumbuh dalam imajinasiku
Jangan tinggalkan aku, ya, Anakku!...

terispirasi dari kutipan Puisi Suharyono/Nyata edisi iv mei 2008
Read more... Sepucuk Rinduku Padamu, Nak

Senin, 18 Mei 2009

baikan Yuuk...

pi... tolongin pi... Bimo datang tergopoh-gopoh menghampiriqu saat mo ngisi kuliah di kampus STISIP Mbojo Bima. Emang Ada apa Bim klihatan penting banget... Iya ni pi, masalahnya serius banget.
Bos Olan khan masih marahan sama saya dah hampir 2 bulanan gak teguran, so... saya pengen banget baikan, pa lagi dalam waktu dekat saya mo maried. khan gak lucu, ntar beliau gak datang di acara pernikahan saya n yg paling penting aq pengen aktif di ICT lagi sperti dulu, Sy rindu momen kekeluargaan dan keakraban disaat kita dulu sama2 di ICT. Loh.. loh... sante aja lagi bim, aq gak merasa kekeluargaan dan keakraban kita terputus... "Kok jadi cengeng gitu... khan tinggal samparin pak olan & say sorry aja khan... Beres deh... " Waah... ama papi si gak problem... tapi ama bos Olan gak segampang itu, karna saya juga mrasa mlakukan kesalahan yang lumayan bikin beliau tersinggung dan mungkin juga klo P.olan mo sdikit introspeksi ksalahpahaman, itu gak kan terjadi, tambah si Bimo smakin melankolis kaya lagu jaman dulu Pance f. Pondah... Ok bim... just take it easy man... tambahku sdikit memberi semangat. Aq gak mo tahu kronologisnya knapa beliau tersinggung, yang penting ente dah punya itikat baik tuk mo minta maaf. Iya pi... tapi gmana caranya... Belum sampe menjawab pertanyaanya, Bimo langsung nyeletuk dengan expresi agak happy, " kita bikin acara pi... trus papi kondisikan ada moment biar saya bisa langsung minta maaf, klo bisa secepat munkin pi..." Nah ide bagus tuh... gimana klo kita bicarakan nanti, skrang jadwal ngisi kuliah, gak enak udah dari tadi dtungguin mahasiswa Ok... Tapi papi janji ya... mo bantu saya, Inya Allah Bim... The sooner the better...
Keesokan harinya ditemani temanku Monera, Aq langsung bicarakan dengan Pak Olan dengan cara yang sedikit "sok bijaksana" hee.. hee... Alhamdulillah responnya cukup baik walau terkadang dari romannya masih sdikit mnyimpan rasa kesal disertai sedikit celotehan ciri khasnya klo dia lagi ngambek. "Bimo khan emang kurang ngajar & udah gila kali ya pi... saking kasian sama dia, kurang apa saya, saya sdh bantu dan dipercaya ngurus lab ICT, eh malah ngelunjak..."
Singkat cerita, dengan sdikit belagak jadi orang tua (tapi blon tua2 amat loh...) bisa ditemukan benang merahnya dan berakhir dengan suasana keakraban dalam acara yang dikemas sesuai dengan karakter orang yang bersengketa ( idih... sengketa... hee.. hee... perdata taw pidana nich... atau sengketa Pemilu kali... hee.. heee...). "Makannya nambah lagi Bim... kamukan dalam masa pertumbuhan... so, perlu perbaikan gizi, biar gak tergolong dalam golongan orang-orang yang sesat, eh salah... golongan Gizi Buruk... haa.. haaa..." Celetuk Pak OLan mencandai Bimo. "Untung ada acara kayak ginian shingga bisa baikan, klo tidak bisa .. bisa kayak situ gintung tuch... hee... heeee... Celetuk Monera menghangatkan suasana. Usai acara itu smuanya cair and berakhir dengan Happy ending... Betapa senang menjadi mediator shingga tali silaturrahmi antara mereka bisa terjalin kembali. Baikan Yuuk...
Read more... baikan Yuuk...

Sabtu, 16 Mei 2009

Biker

Abiz skian lama kira2 2mingguan gak ngebike, aq ngbike lagi palagi dapat oleh2 topi BIKE TO WORK & lonceng speda yg kren bgt, dapet dari P.Olan yg brusan dari Jakarta. Makasih Coy... Ente mm baik bgt...
Sperti biasa, smangatqu luar biasa... genjot truss... sngaja sore itu aq gak dtemani tmanqu P. Olan karna dia kcapean stelah perjalanan dari Jakarta. Uh... kringat bercucuran prasaan koq cape bgt, padahal rutenx tergolong gak jauh cma kliling sape, pasar trus kpelabuhan. Mgkin gra2 isrht 2 mingguan kali ya... Malamnya pegal2 but giliran tidur, eunak n pulas.
Read more... Biker

Kamis, 14 Mei 2009

a side of my live

I'v been from jakarta in a trip to Bima, a poor little village in Sumbawa island where i's borned. There's something wrong with my ow n mood. I'm so sad, i'v nothing to do, i'm jobbless... cause of the very completecated condition in my life time, my father's death. He's my best idol in the world after the same case attacked my lovely moom first when i's ten years old. Oh god... what's a pity i'm... i spend my long day with "sad n dark world"... day by day, i reliaze it's useless and beginning to think better thing.
Is there something thing to do now?... yuph, the 1th I try to open computer and English course, cause there 's no other course such i belong to. Of course it's so difficult to do that. There many handicapes whether come from internal and external factor side. But it's does'nt matter. i 've to go ahead as can as possible.
1th month there's no anything changes in my own bussines, but in English Conversation i found something different. ASDP Firm in Sape sent 2 important employes for taking private course in my English Conversation Course. I spent my day to teach them olthaught there's no such good animo in Computer Course. During 3 monts in teaching asdp employes, Mr. Muhidin The Captain of Ferry namely Inelika offered me to teach English conversation for his 45 crews in the ship ballroom every thursday & Saturday where the ships parked at the port on that days. Ofcourse I answerd Yes.
Beside having satisfield salary I also 've upportunity to promote my Computer course that there's no good signal of progressing so far. I prepared my self & something neccessary because next saturday I'll be in good instructure action.
Today is shining saturday in Ramadhan Fasting month. After praying Ashar (about 4.20) I's on my way by my old scooter to the harbour. When I arrived, in front of the ferry's gate, the Captain'd standed up with the welcome position and shaking my hand politely. I'm in the ballroom cabin now infront of 45 inelika crews become an english instructure. During almost 2 ours in teaching, How lucky I's, I got hospitality and good responds from the capten n his crews. After teaching, the friendly captain offered me to 've Ramadhan Dinner and praying Magrib together. I's very beauty and peacefull time of mine that 'll be still remainded in my life time.
Read more... a side of my live