Photobucket

Minggu, 08 Agustus 2010

Introspeksi di Bulan Istimewa Ramadhan

Introspeksi tentu saja bukan hanya pada bulan istimewa Ramadhan, melainkan bisa kapan saja.
Menjelang Ramadhan tahun ini, hati kita terasa pilu, sedih dan prihatin oleh tragedi dari yang beskala individu sampai yang global.
Dunia semakin tua, dilanda bencana yang datang silih berganti dengan tingkat korban yang tak sedikit, baik jiwa maupun harta benda.

Sekurangnya saat mengetik postingan ini, saya baru saja menyaksikan berita di tv bahwa tanggul sentul telah jebol lagi,  SBY yang tak berhenti curhat karena katanya jadi sasaran tembak terorist, tragedi Bunaken saat beberapa anggota komisi III DPR RI yang berkunjung ke Pulau Bunaken, tewas tenggelam ketika kapal rombongan porak poranda dihantam ombak, lumpur Lapindo Sudiarjo makin mengganas, tragedi wacana alokasi dana rakyat untuk dana aspirasi DPR dan rumah aspirasi bagi  DPR RI dan lain-lain.


Sementara di luar negeri, saudara-saudara kita di Palestina, Libanon, Afghanistan dan di belahan bumi lainnya menghadapi tekanan, intimidasi dari kedzoliman negara zionis dan kolonialisme. Fenomena banjir di China, hujan darah di India, ketegangan di Katsmir dan lainnya.

Tragedi dan bencana tersebut, ternyata tidak segera membuat sebagian masyarakat dunia khususnya di negeri kita sadar, untuk introspeksi  kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Justru dalam keadaan sulit dan memprihatinkan tersebut, malah semakin marak melakukan ritual yang berbau syirik, mulai dari upacara tolak bala, larung sesajian hingga do'a bersama lintas agama yang berbau bi'dah.

Na'uzubillah minzalik !  Mereka masih yakin bahwa selain Allah yang menguasai langit dan bumi, masih ada kekuatan lain yang bisa murka dan memberi bencana. Menurut mereka tidak cukup hanya dengan do'a-do'a biasa, tetapi harus ditambah dengan sejumlah ritual tradisi yang mengandung keyakinan terhadap kekuatan ghaib lainnya.

Sebagian masyarakat kota juga ikut dihinggapi pendangkalan aqidah. Dengan alasan membangun kebersamaan dan toleransi beragama, mereka mengadakan do'a bersama.
Dalam acara ini, masing-masing pemimpin agama membaca do'a menurut agama dan keyakinan masing-masing. Boleh jadi, niat awalnya adalah membangun kebersamaan, tapi lambat laun bila upacara itu telah menjadi tradisi, maka masyarakat kita akan berkeyakinan bahwa semua agama itu baik dan benar.
Padahal jika semua agama benar, maka tidak perlu ada klaim kebenaran agama. Orang bisa saja hari ini beragama Kristen, besok beralih Islam, lusa sudah beragama Hindu ataupun Budha dan begitu seterusnya.

Bencana kemusrikan ini jauh lebih gawat dan lebih berbahaya daripada bencana alam itu sendiri. Jika bencana alam hanya akan menghancurkan sebagian dari sendi-sendi kehidupan dunia, bencana kemusyrikan akan menghancurkan kehidupan dunia dan akhirat sekaligus.

Di dunia Allah SWT akan mendatangkan bencana alam yang jauh lebih hebat dan dahsyat, sementara di akhirat akan datang azab dan laknat yang tak berkesudahan. Nauzubillah minzalik !

Akan lebih baik bagi kita terutama para da'i dan ustaz kondang yang sering muncul di stasiun tv agar mengurangi intensitas dakwah sensasional selama ini,  tetapi memanfaatkan Bulan istimewa Ramadhan ini,  segera menyiapkan secara khusus melayani mereka yang sedang haus jiwanya langsung ke lapangan.
Betapa luhur bila moment Ramadhan ini untuk saling berbagi, mendatangi rumah-rumah, tenda ataupun gubuk mereka untuk berbicara dari hati ke hati untuk kembali ke jalan lurus dan luas membentang di depannya menuju Allah SWT.

"Berangkatlah kamu, baik dalam keadaan ringan ataupun merasa berat... (At-Taubah :41)"

Tidak elok  terlalu egois dengan keshalehan individu sementara keshalehan sosial terabaikan. Kita perlu introspeksi dan menyadari bahwa sesungguhnya kita juga bisa menjadi juru dakwah, menyampaikan kebaikan walau dengan satu ayat. Kita perlu mencerahkan dan tidak membiarkan mata saudara-saudara kita rabun tertutup oleh awan pesimisme.
Selamat berdakwah, mari kita lakukan sekarang ! Waktu kita sangat sempit. Gunakan waktu untuk introspeksi dan berbagi di bulan intimewa Ramadhan. Wallahu a'lam bish-shawab.

Dikutip dari berbagai sumber, image posting di sini
Read more... Introspeksi di Bulan Istimewa Ramadhan

Selasa, 03 Agustus 2010

Ramadhan bulan istimewa bertabur Grand Prize dan Pahala

Insya Allah, beberapa hari lagi Allah SAW masih mengizinkan kita bersua kembali dengan Ramadhan, bulan istimewa bertabur grand prize dan pahala. Tentu kita bersuka cita dan bersyukur dengan kedatangannya, karena tidak sedikit di antara keluarga kita, kerabat dekat, tetangga, maupun teman-teman yang telah bersama-sama melewati  Ramadhan dengan kita tahun lalu, kini tidak sempat menikmati kelezatan Ramadhan tahun ini, karena lebih dahulu dipanggil ke kharibaan-Nya.

Ramadhan adalah bulan istimewa dengan banyak mega bonus dimana Allah SWT menebarkan rahmat, barakah dan pahala secara besar-besaran. Personifikasi Ramadhan ibarat seorang super kaya yang super dermawan. Dia kemudian datang untuk membagi-bagikan hadiah dan bonus tanpa batas kepada siapa saja yang memanfaatkan peluang sebaik-baiknya.

Betapa tidak? Sebagaimana pernah dijelaskan Rasulullah Saw, siapa saja yang menjalankan ibadah nafilah (sunah) pada bulan Ramadhan, akan mendapatkan pahala yang setara dengan pahala orang yang menjalankan ibadah wajib di bulan lainnya. Siapa saja yang menjalankan ibadah wajib pada bulan Ramadhan akan mendapatkan pahala minimal setara dengan 70 kali ibadah wajib di bulan lain.
Bahkan Allah telah menyediakan GRAND PRIZE. Awal Ramadhan disediakan Rahmat, Pertengahan disediakan Ampunan dan Penutup Ramadhan bebas dari neraka berupa surga bagi siapa saja yang menjalankan ibadah  dengan kualitas the best. Allahu akbar wa Lillahil-hamd !

Sungguh merugi orang-orang yang tidak memanfaatkan Ramadhan dengan menjalankan ibadah sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya. Hanya orang-orang yang kurang iman dan kurang ilmu yang membiarkan Ramadhan berlalu, tanpa mendapatkan ekstra pahala.

Tentu saja Ramadhan yang kita jalani bukan menjadi bentuk ibadah rutinitas setiap tahun, dengan produk Big Pretender  atau individu penuh kepura-puraan  yang berimplikasi membentuk individu bingung. Tetapi Bagaimana Ramadhan bisa bermakna substantif mewarnai bulan-bulan lain. Ramadhan memproduksi the best product yaitu Keshalehan individu yang termanifestasi pada keshalehan sosial.

Selamat menyambut bulan Ramadhan, teriring permohonan maaf saya yang tulus kepada teman-teman blogger, mungkin selama berkunjung di blog ini ataupun saat saya blog walking, tersua khilaf dan kata-kata yang tidak nyaman di hati. Sekali lagi mohon maaf lahir dan bathin.

Marhaban yaa Ramadhan, Marhaban bulan istimewa bertabur Grand Prize dan Pahala.

Dari berbagai sumber, Gambar posting di sini
Read more... Ramadhan bulan istimewa bertabur Grand Prize dan Pahala

Jumat, 30 Juli 2010

Blogger papan atas itu bernama Kang Boed

Postingan saya sebelum ini dengan judul "Meragukan Eksistensi Cinta berarti meragukan Tuhan" mendapat ekspektasi yang cukup membuat saya happy, karena disamping kontribusi komentar dari teman-teman yang mengomentari postingan tersebut, saya juga mendapat hadiah istimewa dari Kang Boed dengan komentar terpanjangnya. Thank a lot buat teman-teman semua,  exspecialy to Kang Boed


Tidak sering dan tidak biasa saya mendapatkan respon postingan atau komentar yang panjang dari teman-teman blogger di blog ini. Mungkin menurut sodara sodari ini adalah hal yang biasa tetapi menurut saya yang masih newbi, ini adalah moment yang luar biasa dan menggembirakan.

Tanpa mengurangi respek saya pada teman blogger lainnya, Komentar dari Kang boed menjadi istimewa  karena beliau adalah salah satu blogger papan atas Indonesia yang memiliki blog dengan balance ideal antara page rank 5 google dan trafik rank Alexa terkecil sehingga sangat disukai oleh robot google.
Tentu akan agak panjang kalau saya jelaskan dengan bahasa tingkat tingkat tinggi seperti html, css3, java script atau semacamnya mengapa itu disukai mesin google.
Background pendidikan dan almamater saya yang memang berasal dari jurusan/konsentrasi Teknik Informatika Jakarta cukup menjadi modal kalau saya diajak berdebat tentang ini.

Dari banyak ragam tutorial tentang blogging yang menjamur dengan tips-tips mujarabnya, yang terasa sefaham dengan saya adalah tutorial sobat baru saya Ferdinand.

Saya punya pengalaman yang unik untuk saya sharing buat teman-teman, mudah-mudahan bermanfaat untuk menjadikan blog kita sama-sama naik PRnya dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, ckkk... ckkk... proklamasi kalee :))

April 2009 saat saya membuat blog ini dari PR-N/A sekarang menjadi PR-3 Google dengan traffik alexa dibawah satu juta. Singkat bukan?
Walaupun robot google susah ditebak dalam memberikan perangkingan, setidaknya kita punya usaha dan  kecenderungan untuk membuat Om Google berselera menaikkan PR kita.
Uniknya setelah saya evaluasi tiap naik tingkat, ternyata kontribusi komentar dan kunjungan dari teman blogger yang memiliki PR-tinggi seperti Kang Boed sangat luar biasa, walaupun intensitas kunjungan beliau tergolong sangat jarang.
Kang Boed adalah blogger papan atas yang telah sukses memiliki banyak pundi-pundi dollar dari blognya, Uniknya lagi, Beliau menggunakan blog bukan dengan domain sendiri, tetapi berbasis wordpress.com.

Beliau sangat low profile dan tidak sombong. Walaupun berkunjungnya terkadang enam bulan sekali, saya cukup memaklumi karena disamping sibuk update blog juga mengurusi bisnis on linenya. (Maaf Kang klo sedikit spekulasi, heeheeee.... )

Walaupun masih ada dua blogger lain yang punya kontribusi besar menaikan PR blog ini, Tetapi untuk postingan kali ini saya rekomendasikan untuk sering-sering mengunjungi blog Kang Boed sambil menikmati postingannya yang penuh pesona dan inspitatif.
Bila perlu, keluarkan rayuan maut anda, biar beliau mau mengunjungi dan mengomentari blog kita. Heehee...
Saya ucapkan selamat, bagi teman-teman yang sudah pernah dikunjungi oleh Kang Boed.  Setelah itu dapatkan jawaban sendiri dengan membuktikanya.


So what ? Visit him right now ! We 've nothing to loose to do that.
Read more... Blogger papan atas itu bernama Kang Boed

Senin, 26 Juli 2010

Meragukan eksistensi Cinta berarti meragukan Tuhan

Meragukan eksistensi Cinta berarti meragukan eksistensi Tuhan-  seyogyanya disebut penghianatan terhadap Tuhan. Membicarakan Cinta sama halnya dengan membicarakan Tuhan, karena membicarakan sesuatu yang sifatnya abstrak dan misterius, tetapi getaran dan rasa biasnya dirasakan tanpa direncanakan.

Filsuf tersohor Helmet dan Rene Descartes memang pernah mengatakan, de omnibus dubitandum (Segala sesuatu harus diragukan). Mereka beranggapan bahwa meyakini yang ada dalam hidup ini harus dimulai dari meragukannya. Tetapi dalam pengakuan Helmet  sendiri bahwa ia tidak akan pernah rela jika cintanya diragukan oleh kekasihnya Ophelia yang ia abadikan dalam puisinya :

Ragukan bahwa bintang-bintang itu api
Ragukan bahwa matahari itu bergerak
Ragukan bahwa kebenaran itu dusta
Tetapi jangan pernah meragukan cintaku. 

Cinta dan mencintai adalah landasan dan dasar dari eksistensi manusia. Mereka yang tidak lagi memiliki kemampuan untuk mencintai tidak layak disebut manusia. Mati dan lenyapnya cinta di dunia berarti musnahnya manusia dan lenyapnya nilai-nilai kemanusiaan (humanisme values)

Kahlil Gibran  mengatakan;  hiduplah karena cinta, dalam cinta, dan untuk cinta.   Ia pun mengatakan dalam salah satu tulisannya, bahwa cinta itu berasal dan akan kembali pada Tuhan, bahkan cinta berada dalam Tuhan dan merupakan bagian dari tubuh Tuhan itu sendiri.

Secara umum, cinta itu berasal dari kecenderungan dan ketertarikan perasaan pada sesuatu yang indah, menyenangkan, menggairahkan dan menyejukkan sehingga memunculkan obyek cinta yang beragam. Ada cinta ketuhanan, cinta kemanusiaan, cinta alam semesta dan cinta romantik (lawan jenis).

Dari semua obyek cinta ini para Sufi, Filosuf, dan tokoh-tokoh romantis menyimpulkan bahwa cinta kepada Tuhan adalah sumber dan muara dari berbagai bentuk cinta yang ada di muka bumi.

Sastrawan Jalaluddin Rumi bahkan berkesimpulan bahwa cinta adalah yang diciptakan Tuhan yang pertama kali. Karena Tuhan adalah segala-galanya dalam hubungan cinta, maka mencintai segala sesuatu dalam dunia harus mengarah kepada-Nya, dan harus berada di bawah naungan cinta-Nya.

Dalam wilayah kemanusiaan, seseorang pasti tidak terlepas dengan hubungan interaksional antara sesama mahkluk ciptaan Tuhan. Tentu saja hubungan itu diharapkan penuh dengan kasih sayang, kedamaian, keadilan dan saling menghargai hak sesama.
Semua itu akan terwujud jika dilandasi oleh cinta, karena semua keinginan adalah bagian kecil dari nilai-nilai dasar yang ada dalam cinta. Sehingga saling iri, saling hujat menghujat, saling caci, dan saling mencari kesalahan adalah perbuatan yang kontraproduktif dengan fitrah manusia yang mengerti tentang makna cinta.


Cinta kepada Tuhan adalah fitrah manusia yang akan melahirkan energi ilahiyah untuk berbuat sesuatu yang baik dan bermanfaat. Pecinta yang pernah mencium dan memeluk pacarnya sebelum ikatan pernikahan, kemudian ia tertawa bahagia dan merasa puas, maka ini bukan disebut cinta. Sebab semestinya ia harus menangis dan bertaubat karena sesungguhnya ia telah menodai esensi cinta pada Tuhan.

Dari berbagai sumber, image di sini
Read more... Meragukan eksistensi Cinta berarti meragukan Tuhan

Kamis, 22 Juli 2010

Fakta Historis Nabi Muhammad Rasulullah Saw Tidak Buta Aksara

Perdebatan tentang Rasulullah Yang Ummi dalam pengertian beliau buta aksara/buta huruf atau tidak, masih menyisakan kabut tebal yang sangat perlu memperoleh jawaban obyektif dan komprehensif.

Nabi Muhammad Saw, masuk dalam urutan pertama dalam deretan tokoh dunia yang dipandang memiliki pengaruh terluas dan terabadi dalam buku "Seratus Tokoh Yang Berpengaruh di Dunia" karangan Michael Heart.

Hebatnya lagi, penobatan Rasulullah Saw sebagai tokoh berpengaruh seluruh dunia ternyata dilakukan oleh Intelektual Non Muslim. Sehingga dunia tidak bisa lagi berkelit untuk tidak mengakui kehebatan Muhammad Ibnu Abdullah.

Penilaian tersebut bersifat obyektif murni dan tidak terkontaminasi oleh unsur-unsur fanatisme-apologetisme. Melihat fenomena ini pikiran jernih kita akan mengatakan, bahwa tidak mungkin kehebatan semacam itu dapat muncul dari diri seorang yang tidak memiliki kemampuan dasar baca tulis.

Terminologi ummi dalam al-Qur'an bukan berarti beliau tidak bisa membaca dan menulis. Melainkan La ya'lamun al-Kitab yang bermakna tidak mengenal al-Kitab (al-Baqarah 78). Selanjutnya adalah pengertian Ummi pada penjelasan surat al-Ankabut 48 yang berbunyi :

Enkau ya Muhammad tidak pernah membaca kitab sebelumnya dan tidak pernah menulisnya dengan tangan kananmu. Kalau ada tentu akan menjadi ragu orang-orang yang membatalkan al-Qur'an

Maka semakin jelaslah bahwa pengertian Ummi yang tepat adalah tidak pernah membaca al-Kitab, bukan berarti tidak bisa membaca. Kata tidak pernah membaca dan tidak pernah menulis akan sangat berbeda dengan kata tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis.
 
Kecakapan dalam hal membaca dan menulis bukanlah hal yang sulit dilakukan oleh seorang manusia biasa, karena merupakan elementary skill atau hanya berupa keterampilan dasar. Apalagi penafsiran kata Ummi yang berarti buta huruf dilekatkan pada diri seorang Nabi yang mempunyai sifat khusus yaitu, siddiq, amanah, tabligh dan fatonah.

Fakta Historis

Literatur yang didapat dari para sejarahwan dunia, masyarakat umum di Makkah pada zaman Rasulullah sudah mengenal budaya baca tulis. Berdasarkan bukti arkeologis, orang-orang Mekkah sudah mengenal berbagai bentuk tulisan sejak beberapa abad sebelum kelahiran Rasulullah.

Para pedagang Arab sudah memanfaatkan komunikasi tertulis untuk kepentingan bisnis mereka. Fenomena tersebut telah diabadikan dalam al-Qur'an/al-Baqarah 282 :

"Janganlah kamu malas untuk menulis piutang itu baik sedikit maupun banyak hingga sampai janjinya"

Nabi Muhammad Saw sendiri pada masa pra kerasulan adalah seorang pelaku bisnis yang tidak mungkin lepas dari berbagai transaksi tertulis (Qabl al-Bi'thah). Karena itu sangat kecil kemungkinan kalau beliau pada saat itu tidak bisa membaca dan menulis.

Berkaitan dengan itu pakar sejarah dunia W. Montgomery Watt dalam bukunya Bell's Introduction to the Qur'an menulis :


Fakta lain yang turut memperkuat hal ini adalah pada masa kerasulannya. Perjanjian Hudaibiyah yang terjadi pada tahun 628 Masehi, telah ditulis oleh Rasulullah sendiri. Ketika utusan khusus bangsa Arab keberatan dengan pernyataan yang berbunyi "Muhammad Utusan Allah" pada bagian awal surat perjanjian itu. Kemudian Rasulullah menyuruh Sayyidina Ali RA untuk menggantinya. Namun karena Ali keberatan menghapus dan menulisnya lagi maka Rasulullah sendiri yang mengambil inisiatif dan mengganti tulisan itu menjadi "Ibnu Abdullah" 

Bukti lainnya adalah berkaitan dengan surat rahasia untuk kaum kafir pada ekspedisi Nakhla dua bulan sebelum Perang Badr. Untuk mengantisipasi kegagalan surat pertama karena terjadi kebocoran surat rahasia yang beliau kirimkan sebelumnya, Rasulullah Saw membuat surat rahasia kedua. Surat rahasia kedua ini dalam keadaan tertutup rapat dan terkunci yang tidak bisa dibuka kecuali sudah melewati perjalanan meninggalkan Madinah. 
Dengan tingkat kerahasiaan yang begitu luar biasa seperti itu, tidak mungkin Rasulullah menyerahkan proses penulisannya pada orang lain melainkan ditulis oleh tangan beliau sendiri.

Kejelasan fakta historis yang diutarakan di atas, apakah kita masih berpikir bahwa Nabi Muhammad Rasulullah Saw tidak bisa membaca dan menulis? Wa Allah a'lam.

Dari berbagai sumber, image posting disini
Read more... Fakta Historis Nabi Muhammad Rasulullah Saw Tidak Buta Aksara

Minggu, 18 Juli 2010

Konsep Sekulerisme dan Liberalisme Tidak Ramah Lingkungan

Konsep Sekuler dan Liberal tidak ramah lingkungan- kenapa? Secara sadar saya katakan bahwa kita tidak sedang berlomba-lomba anti apa saja yang lahir dari dunia barat. Hanya saja, sebagai individu yang menjalankan nilai-nilai dan ajaran agama,  harus bersikap ketat dan selektif terhadap berbagai produk Barat. Kita akan menerima dan menolak setelah ada proses seleksi dari sumber utama promordial Agama yaitu Kitab suci.

Secara pribadi saya tidak memungkiri atau menafikkan bahwa konsep sekulerisme dan liberalisme dapat melahirkan ilmu baru. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah : Apakah perkembangan ilmu pengetahuan hanya akan lahir dari konsep sekular ? Jawabannya adalah Tidak !

Sebagai ilustrasi perkembangan ilmu yang dilahirkan dari konsep sekuler, saya tamsilkan seperti yang disampaikan Tokoh Dunia mantan Perdana Menteri Negara Sekular India Jawahal Nehru. Dalam sebuah konferensi agama-agama dunia di New Delhi pernah mengatakan :

"Hingga kini belum juga jelas apakah hasil-hasil ilmu pengetahuan yang didapat dari sekularisme ini menimbulkan perbaikan. Malahan akan menimbulkan kebinasaan saja." 

Dari Ungkapan di atas dapat kita ketahui, ternyata begitu banyak persoalan yang justru melilit dunia dalam skala internasional, lebih khusus bangsa dan negara kita tercinta Indonesia.
Semenjak diterapkannya demokrasi sekular di negara ini, saat itupun kita sedang memetik ketidakjujuran demokrasi.
Kita semua tahu bahwa di antara prinsip-prinsip demokrasi yang terkenal adalah golongan yang berkuasa harus mendapatkan persetujuan dari golongan terbesar (Mayority), kemudian golongan kecil yang berlainan pendapat dari mayoritas, dijamin hak-haknya dalam masyarakat.

Secara objektif walaupun kita dari kalangan agama selain Muslim, apa yang bisa kita katakan ketika di bumi mayoritas Muslim ini justru memanjakan nilai demokrasi sekuler dan mengenyampingkan nilai-nilai agama pribumi? Ternyata sistem yang selama ini dibanggakan barat dan bonekanya "TIDAK RAMAH LINGKUNGAN".

Siapapun boleh menerapkan sistem ini, tetapi tentu saja dalam penerapannya ia tidak mau dirugikan "tidak ada makan siang gratis".
Masih segar dalam ingatan kita dengan hasil pemilu di Aljajair dan kemenangan Hammas di Palestina. Hanya dengan rekayasa tuduhan subyektif bahwa kaum Muslim fundamentalis atau teroris maka mereka kembali memetik pahitnya demokrasi sekuler.

Sungguh naif kalau dengan fakta-fakta tersebut justru masih ada kalangan Muslim sendiri yang menganggap bahwa agama hanya merupakan lembaga atau bengkel moral yang bersifat individu dalam skala terbatas.
Dengan gambaran riil yang kita saksikan dengan kasat mata saat ini, ketika maraknya arus kasus asusila dan kesusakan moral yang terjadi mulai dari Jakarta sampai desa-desa terpencil, tidak heran banyak anak-anak muda sekarang menjadi salah memilih idola dan menjadi generasi bingung tanpa jati diri.

Setelah bola salju pemberitaan kasus asusila Luna Maya, Cut Tari dan Ariel Peterporn sudah menjalar kemana-mana dan memakan korban meracuni otak anak-anak bangsa, sekaligus dalam waktu bersamaan menutupi kasus a-moral koruptor, narkoba dan kejadian maksiat lainnya di negeri ini, agama dipaksa untuk berperan, sementara hukum yang berlaku seolah bak 'Macan ompong' tanpa solusi yang mampu mengatasinya. Lalu hukum siapakah yang berlaku di Negara ini ?

Dari berbagai sumber dan gambar posting dari sini
Read more... Konsep Sekulerisme dan Liberalisme Tidak Ramah Lingkungan

Rabu, 14 Juli 2010

Ibu Riwayatmu Kini

Entah kenapa setiap dekat Ramadhan, porsi kangen saya sama Almarhum Ibu selalu tak terbendung. Menikmati kerinduan pada sosok yang paling saya cintai itu, tuts keyboard saya menari sampai bisa sharing dengan postingan ini.

Menjadi seorang Ibu di abad ini sangat berat. Bukan berarti pada jaman baheula dulu tugas sosok mulia ini tidak berat. Tetapi belitan kesulitan hidup di era global, kapitalis, sekuler dan liberalisme ini, lebih menuntut seorang Ibu untuk menjadi superwomen dan serba bisa. 

Tempo dulu banyak ibu-ibu seperti ibu saya bisa merasa bahagia dengan hanya tinggal di rumah mendidik anak dan mengurus rumah tangga. 
Karena kebutuhan rumah tangga terpenuhi dengan cara syukur dan merasa cukup memenej nafkah suami. Tetapi sekarang Ibu dituntut untuk lebih dari itu.


Kalau kebetulan Ibu dari sodara sodari adalah Ibu rumah tangga saja, maka saya sarankan untuk "sujud syukur" karena bisa sepuas-puasnya dapat Ibu The touching of  Fulling in love.

Tetapi sebenarnya, mau ibu rumah tangga ataupun Ibu super women tetap saja menghadapi problem banyak nggak enaknya, tertekan, penuh beban, stress dan semacamnya.
Bukan maksud saya untuk 'nakut-nakutin' sodara sodari terutama kaum hawa yg menjadi Ibu atau calon Ibu, tetapi justru memotivasi teman-teman untuk pasang kuda-kuda sejak dini.

Banyak ibu zaman sekarang terpaksa keluar rumah, ikut serta bekerja mencari nafkah, karena mahalnya kebutuhan hidup. Apalagi dengan kebijakan kontra produktif dan konspirasi jahat oknum PENGUASA BEDEBAH yang kehilangan nurani dan akal sehatnya dengan seenak menaikkan Tarif Dasar Listrik yang melukai hati rakyat terutama para Ibu sebagai pengatur urusan rumah tangga.


Kalau kebetulan sodara sodari suka ditinggal Ibu karena bekerja dan terkena sindrom KKS (Kurang Kasih Sayang) Ibu, anda sebaliknya harus bijak merespon fenomena ini, karena kerja keras ibu juga merupakan bagian dari cinta dan kasih sayangnya. Apalagi sehabis capek bekerja pun, beliau tetap kelihatan tampil prima mengasuh dan mengurus rumah tangganya. 
Pagi-pagi sudah bangun untuk menyiapkan sarapan, nyuci, ngatur urusan belanja, mengajari PR sekolah anak-anaknya, kemudian berangkat untuk bekerja di  luar dan lain-lain. Subhanallah....

Sungguh berat beban orang tua kita terutama Ibu. Teman-teman mungkin sudah pernah dengar  atau membaca Harian Kompas 17/12/2004 tentang kisah Ibu Jasih warga kelurahan Lagoa Koja Jakarta Utara beberapa tahun yang lalu.
Beliau sampai bunuh diri dengan membakar tubuhnya bersama dua anak kesayangannya. Ibu ini stress berat akibat kemiskinan yang menghimpit.
Suaminya hanya seorang kuli bangunan yang tak mampun untuk memenuhi kebutuha sehari-hari, ditambah lagi dengan buah hatinya Galuh Permana yang berusia baru 4 bulan menderita kangker otak.


Masih di tahun yang sama Suwarni (34thn) Ibu rumah tangga yang tengah hamil 4 bulan, tewas setelah menelan racun serangga di kamar mandi rumah kontrakannya di Bekasi Timur. Kepada suaminya pelaku sempat mengeluhkan kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan sehingga mereka tak mampu membiayai sekolah anak perempuan mereka yang baru lulus SD. 


Kondisi di Indonesia termasuk ringan jika dibandingkan fenomena di belahan dunia lain seperti di Amerika dan Eropa. Banyak anak yang tidak hanya terjangkit sindrom KKS tetapi juga mengalami kekerasan terhadap anak kandung (Child Abuse). Lebih mending Harimau. Sekejam-kejamnya induk Harimau tidak akan menyakiti anaknya sendiri.
Di buku karya Torey Heyden  berjudul Sheila : Kenangan yang hilang, mengungkap kisah nyata kekerasan terhadap anak yang bernama Sheila.

Suatu waktu saat bapak ibunya bertengkar, Ibu Sheila membawa anak-anaknya pergi. Namun di tengah perjalanan Sheila didorong Ibunya keluar dari mobil. Sheila pun tidak tahu kenapa ibunya bisa sekejam itu dan meninggalkannya sendirian di tengah jalan.
Sheila begitu dendam. Kenapa adik laki-lakinya yang dipilih ibunya. Ketika usia Sheila beranjak lima tahun dia pernah menculik bayi laki-laki dan membakarnya di bawah pohon. Bisa dibayangkan betapa lebih memilukan kisah selengkapnya di buku tersebut. Hmmm.... Ibu riwayatmu kini.....


Masih banyak lagi fenomena dan tragedi yang membuat kita berkata, "nauzubillah min zalik" terutama kondisi kekinian ibu di kancah kehidupan yang sering kita saksikan diberbagai media.


Semua itu patut menjadi bahan renungan dan bersyukur karena Almarhum Ibu saya dan Ibu anda sekarang tidak seperti itu. 
Saya sekarang ditakdirkan untuk menjadi Yatim Piatu karena telah lama ditinggal Ibu tercinta saat saya masih  SD dan ditinggal Ayah tercinta saya saat saya masih kuliah.  "Kunikmati kerinduan pada almarhum keduanya dengan selalu mengirimkan do'a di setiap langkah dan sholatku"


Teman teman blogger masih sangat beruntung karena masih mendapatkan kehangatan kasih sayang kedua mahluk mulia ini. So, mumpung masih ada kesempatan, buruan peluk Ibu anda, cium tangannya dan bisikkan kata : I LOVE YOU SO MUCH MOM  :(

Dari berbagai sumber, posting image dapat di klik di sini
Read more... Ibu Riwayatmu Kini

Rabu, 07 Juli 2010

Sang Maestro Pelangi AT Mahmud tutup usia

Saat menunggu siaran langsung semi final world cup 2010, saya terhentak oleh berita malam Global tv  atas berpulangnya Sang Maestro AT Mahmud ke kharibaaan Illahi Rabbi, 6 Juli 2010 di rumahnya Tebet Jakarta selatan,   Inna lillahi wainaa ilaihi rajiun, selamat jalan Sang Maestro pelangi.



Selang beberapa waktu setelah sang maestro Gesang Marto Hartono tutup usia, kini Indonesia kehilangan putra terbaiknya Sang Maestro Abdullah Totong Mahmud atau dikenal dengan nama AT Mahmud. Beliau lahir di Kampung 5 Ulu Kedukan Anyar, Palembang. dan wafat kemarin, 6 Juli 2010 di Jakarta.


Menurut Anak keduanya Rika fitriana saat diwawancarai oleh Global Tv, Beliau meninggal dalam usia 80 tahun setelah seminggu dirawat di RS MMC Kuningan dari penyakit stroke dan paru-paru yang dideritanya.


Sang Maestro AT. Mahmud yang telah dianurahi Bintang Dharma Kebudayaan  dan penghargaan tertinggi pencipta lagu anak-anak  Indonesia  Life Achiefment Award dari pemerintah Indonesia itu, telah mengabdi dan mencurahkan sebahagian hidupnya untuk menciptakan lebih kurang 500 lagu anak-anak yang sangat populer, berkualitas dengan nuansa edukatifnya. 


Siapa yang tidak kenal dan tak bisa menyanyikan lagu anak-anak Pelangi, Bintang Kejora dan Ambilkan bulan bu?  Ketiga lagu tersebut begitu populer dan memberikan kontribusi yang sangat positif bagi perkembangan anak-anak Indonesia.

Menurut wikipedia.org, inspirasi lagu Pelangi  hadir ketika ia mengantar anaknya, Rika Fitriani  yang masih berusia lima tahun sekolah di TK. Di tengah perjalanan, Rika berteriak, "Pelangi!" sambil menunjuk ke arah langit.
Ia mulai menyanyikan pelangi, mencari kata-kata yang tepat yang menjadi pikiran anak kecil, selanjutnya ketika tiba di rumah, ia iringi dengan gitar dan jadilah sebuah lagu.

Lahirnya lagu Ambilkan bulan bu terjadi ketika anaknya Roike tengah bermain di beranda rumah. Saat itulah ia melihat ke langit dan melihat bulan. Segera ia berlari dan menggandeng lengan ayahnya diajak ke luar. Tiba-tiba si anak berkata, "Pa, ambilkan bulan." Jelas saja A.T. Mahmud bingung. Awalnya kejadian itu berlalu begitu saja. Namun, permintaan si anak terus terngiang di telinganya.
Minta bulan, untuk apa? Dengan mencoba menerawang dunia dan bahasa anak, A.T. Mahmud pun menuliskan permintaan itu dalam bait-bait lagu. Tadinya "ambilkan bulan pa" diubah menjadi "ambilkan bulan bu" sehingga terkesan lebih lembut.

Lain lagi dengan lagu Amelia.  Amelia adalah nama seorang anak kecil yang riang, sering bertanya, tidak bisa diam, lincah, dan ingin tahu banyak hal. Amelia adalah anak dari Emil Salim  Menteri Lingkungan Hidup pada masa orde baru. Emil Salim tak lain adalah sahabat waktu kecil Mahmud ketika sama-sama sekolah di Sekolah Menengah Umum Bagian Pertama (SMU, setingkat SLTP), di Palembang.
A.T. Mahmud melukiskan sifat Amelia dalam lagunya sebagai gadis cilik lincah nian, tak pernah sedih, riang selalu sepanjang hari.

Tidak banyak pencipta lagu seikhlas dan setulus beliau dalam berkarya menciptakan lagu-lagu anak-anak yang berkualitas sekaligus mendidik mengembangkan misi edukatif. 

Ironisnya anak-anak Indonesia sekarang lebih banyak disuguhi lagu-lagu percintaan yang nota bene belum pantas untuk usianya. Lebih parah lagi, Televisi swasta berebutan rating untuk mempertontonkan acara televisi yang memaksa dan menggiring anak-anak untuk mengikuti kuis maupun lomba menhafal dan menyanyikan lagu-lagu percintaan yang tak pantas.


Tidak heran, anak-anak Indonesia sudah terlanjur salah memilih idola. Seperti memilih Ariel Peterpon, Luna Maya maupun Cut Tari menjadi idola mereka. hehee..hee... jangan-jangan saya salah punya pendapat seperti itu. Anda sepakat dengan saya sodari sodari ? 
Akan lebih bagus kalau kita mengenalkan anak-anak kita tokoh yang memang pantas di idolakan, seperti Sang Maestro Bapak AT. Mahmud. Selamat Jalan Pelangiku, semoga amal ibadah beliau diterima dan ditempatkan di sisi-Nya, Amiin...
Read more... Sang Maestro Pelangi AT Mahmud tutup usia

Sabtu, 03 Juli 2010

Reaksi Kimia Cinta dan Jiwa

Cinta secara umum adalah emosi kebajikan yang meledakkan semangat memberi dalam jiwa kita. Itulah sebabnya kita selalu menjadi lebih baik ketika kita sedang jatuh cinta.

Tetapi ketika cinta dihadapkan dengan obyeknya, khususnya cinta antara laki-laki dan perempuan, emosi kebajikan itu tetaplah emosi kebajikan dengan Chamistry yang sangat unik.

Dua emosi kebajikan belum tentu bisa bertaut secara kimiawi dengan mudah. Jauh sebelum cinta menjelma menjadi pertemuan dua fisik, ia terlebih dahulu bertaut di alam jiwa.

Jika ada pertemuan fisik yang tidak didahului oleh pertemuan jiwa itu, bukanlah dikatakan cinta. Maka sepasang lelaki dan wanita bisa melakukan hubungan seks tanpa cinta. Atau pernikahan bisa berlangsung tanpa cinta.

Sebagai manusia, jiwa kita memiliki karakter kimiawi cinta yang sangat unik dan tak bisa ditebak. Seorang perempuan lembut bisa jadi mencintai lelaki kasar, karena kelembutan dan kekasaran adalah dua kutub yang berbeda yang bisa bertemu seperti air dan api, saling tergantung dan saling menggenapkan.

Tetapi keunikan jiwa itu sama sekali tidak mengurangi kadar kebenaran dari fakta, bahwa cinta sebagai emosi kebajikan tetap harus mengejewantah pada semangat memberi, dan bahwa nilai kita di mata orang yang kita cintai tetaplah terletak pada kadar manfaat yang kita berikan padanya.

Jika pada suatu hubungan cinta kita, tidak memberi sesuatu pada orang yang kita cintai, sementara hubungan cinta itu tetap berlanjut bahkan langgeng, percayalah! Itu terjadi karena semata-mata kesabaran sang kekasih dalam menyaksikan pencintanya mengkomsumsi kebajikannya setiap saat, atas nama cinta.

Walau ironis, tetapi realita di sekitar kita terdapat kejadian dimana satu pihak memberi atas nama cinta, dan yang lain menerima atas nama cinta.

Dari Pak Annis Matta dan berbagai sumber
Read more... Reaksi Kimia Cinta dan Jiwa

Sabtu, 26 Juni 2010

Bank Syariah sebagai tata kelola ekonomi Ideal dunia Islam


Dunia Islam memiliki kekayaan yang memungkinkan untuk terus dikembangkan.
Selain kaya dalam bidang pertanian dan peternakan, Negara Islam juga mampu memproduksi minyak bumi 66% dari seluruh produksi dunia. Ladang minyak di Kuwait adalah yang terkaya dari seluruh ladang minyak dunia.
Dunia Islam memproduksi :
-         Karet alami 70% dari yang diproduksi dunia.
-         Jute (goniserat jute) 40% dari produksi dunia
-         Minyak kelapa 56% dari produksi dunia,
-         Rempah-rempah 67% dari produksi dunia.
-         Merica hitam 30% dari produksi dunia
-         Kina dan gabus, 90% produksi dunia.

Selain itu, beberapa Negara Islam memiliki persediaan gas alam dan sejumlah besar hasil tambang seperti besi, tembaga, timah dan boksit.
Boksit dan timah banyak terdapat di kawasan Indonesia dan  Malaysia. Sementara di Benua Afrika  terdapat sejumlah hasil tambang  seperti Mangaan, fosfat, chrom, gips (kapur batu), batu bara dan uranium, yang sangat bermanfaat dan berharga untuk produksi batere. 
. 
Potensi tersebut di atas, perlu tata kelola yang ideal dan professional. Instrumen penting dalam pengelolaannya yang ideal adalah dengan institusi perbankan syariah.

Walaupun dirasa terlambat, telah tumbuh kesadaran akan pentingnya tata kelola ekonomi di lingkungan dunia Islam, dengan diterapkannya profit and loss sharing (bagi hasil keuntungan dan kerugian) terhadap penggelolaan dana ibadah haji dengan sistim bagi hasil yang untuk pertama kalinya diterapkan pada tahun 1943 di Malaysia dan Pakistan.

Terinspirasi oleh penerapan sistim bagi hasil tersebut, maka berdirilah Mith Gharm Bank di Kairo Mesir pada tahun 1963 yang merupakan Bank Syariah pertama di dunia. 
Selanjutnya lembaga perbankan syariah ini mulai berkembang  dengan berdirinya Bank Syariah di berbagai Negara Islam yang  diurutkan sebagai berikut :

  1. Islamic Development Bank (IDB) di Jeddah tahun 1975.
  2. Dubai Islamic Bank tahun 1975 di Dubai
  3. Kuwait Finance House tahun 1977 di Kuwait
  4. Islamic Faisal Bank tahun 1978 di Mesir dan Sudan
  5. Jordan Islamic Bank tahun 1978 di Yordania
  6. Bahrain Islamic Bank tahun 1978 di Bahrain.


Bagaimana dengan Indonesia ?

Seperti biasanya, Indonesia sangat hati-hati mengadopsi hal yang dianggap baru.dengan terlebih dahulu menguras energi dengan semiloka, seminar, diskusi dan semacamnya lewat perdebatan yang alot.

Baru pada 4 mei 1992 mulai beroperasi Bank Syariah yang dinamai Bank Muamalat Indonesia setelah Pemerintah Indonesia memperbolehkan bank dengan sistim bagi hasil beroperasi. Bisa dibayangkan bila kita memulainya hampir sama dengan Malaysia, tentu akan mengalami kemajuan yang luar biasa. Karena sosialisasi dan awarness yang lebih dini  akan membentuk mindset syariah yang membuahkan animo, kesadaran tinggi, berkah, serta manfaat yang halal dalam melangsungkan kegiatan ekonomi melalui perbankan syariah.

Yang saya ingin katakan adalah jika sosialisasi dilakukan lebih dini sejak sekitar tahun 70an seperti Malaysia dengan dukungan kebijakan regulasi dari pemerintah dan stake holdernya, maka tidak sesusah sekarang untuk mengalihkan mindset dan pilihan  masyarakat Indonesia yang sudah “terlanjur nyaman” dengan Bank konvesional daripada melakukan kegiatan financial melalui Bank Syariah.

Tetapi tidak ada kata terlambat buat sebuah perubahan. Secara kasat mata bisa kita lihat betapa Bank syariah  mampu menunjukkan identitasnya, eksistensinya dan keperkasaannya saat bank-bank lain mengalami krisis, Bank syariah mampu survive tanpa terpengaruh oleh goncangan kapitalisme yang sebelumnya sangat dipuja-puji dan dijunjung tinggi oleh para “penyembahnya”.

Eksistensi Bank Syariah yang sebelumnya dipandang sebelah mata, pada tahun 1998 Pemerintah memperbolehkan bank konvesional untuk membuka bank syariah.
Tahun 1999 mulailah perkembangan pesat dengan munculnya Bank BNI Syariah, BRI Syariah, Danamon Syariah, BII Syariah, Bukopin Syariah, HSBC Amanah Syariah dan lain-lainnya.


Allah pemilik hakiki, manusia pemegang amanat

Banyak orang yang menyangka bahwa agama tidak memperhatikan masalah ekonomi. Mereka mengatakan bahwa agama anti ekonomi yang selamanya tidak akan nyambung. Ekonomi memperhatikan segi material sedangkan dalam kehidupan agama hanya memperhatikan segi spiritual. Ekonomi tenggelam dalam Materi sedangkan Agama akan menjauhinya.

Islam tidak membenarkan asumsi tersebut, karena dengan tegas dalam Alqur’an, 4 :5 dijelaskan :

“Dan janganlah kamu serahkan harta kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya. Karena harta yang dijadikan Allah adalah sebagai pokok kehidupan.” 

Hadits yang diriwayatkan dari Al-Masih AS, Rasulullah bersabda :
“Sebaik-baiknya harta yang baik adalah berada pada seorang yang shaleh.”

Salah satu rukun Islam adalah ibadah financial yaitu zakat dan salah satu perusak financial menurut Islam adalah riba.

Islam sangat menekankan pekerjaan pertukangan. Alqur’an memberikan perumpamaan kepada kita dengan mengetengahkan beberapa Nabi dan orang-orang shaleh.

Nabi Nuh adalah pakar dan ahli pertukangan kayu sehingga mampu membuat perahu. Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail adalah ahli dalam bidang arsitek karena mampu meninggikan Ka’bah Baitullah. Nabi Daud adalah Ahli dalam mendesign baja dan besi, sehingga dapat membuat baju besi yang rapid an kuat. Sedangkan Dzulkarnain adalah ahli kontruksi yang telah mampu membangun dinding raksasa dari potongan besi dan cairan tembaga.

Islam juga menyeru kita untuk ahli dalam bidang pertanian dan penghijauan dengan syarat jangan sampai merusak dan melalaikan kewajiban sehingga Islam lebih mengutamakan membajak sawah daripada pergi berjihad.

Islam juga menganjurkan berniaga dan sangat menghargai  pengusaha dan pedagang yang jujur dan dapat dipercaya. Islam melarang curang, mempermainkan harga dan menimbun barang-barang dagangan untuk dikeluarkan pada saat orang tidak mempunyai barang tersebut .

Islam telah menentukan tata ekonomi berdasarkan pada ketetapan hak milik individu, karena dalam hal ini dorongan insting dalam diri manusia dapat terpenuhi dan mampu membuahkan perasaan  sebagai pengusaha barang yang ia miliki.
Seorang tuan mempunyai hak milik dan hak untuk menggunakannya sedangkan sahaya tidak memilikinya.

Tetapi Islam telah menetapkan peraturan untuk mendapatkan hak milik, batasan untuk mengembangkannya termasuk hak-hak periodik dan hak-hak konstan.

Sebelum itu semua Islam telah memperingatkan bahwa pemilik hak hakiki untuk semua harta adalah Allah SWT, sedangkan manusia adalah Mustakhlifina fihi (pemegang amanat atau perwakilan untuk mengelolanya).

Tumpas Riba dengan Bank Syariah. Bravo Bank Syariah !.
Read more... Bank Syariah sebagai tata kelola ekonomi Ideal dunia Islam

Sabtu, 19 Juni 2010

Virus Kesuksesan

Virus Kesuksesan- telah menjangkiti manusia di muka bumi, sehingga orang-orang berlomba mengejarnya. Sukses diinterpretasikan bahwa manusia akan terasa berharga, terhormat, pintar dan bermartabat.

Buku-buku, artikel, bisnis online seputar “Bagaimana menjadi orang sukses?” laku keras bak kacang goreng. Begitu juga dengan seminar dan  pelatihan tentang topik yang satu ini, sangat gencar diselenggarakan di berbagai tempat.

Bahkan karena virus sukses inilah seorang motivator beken Andrie Wongso dengan mottonya , “Succes is my right” (sukses adalah hak saya) dalam bukunya berjudul Kalau mau kaya ngapain sekolah (Edy Zaqeus 2004 : 43) sangat rajin memberikan ceramah dimana-mana.

Sah-sah saja jika sodara-sodari blogger menuduh saya mengkritik buku-buku itu, gara-gara diri saya sendiri belum sukses. Ckkk…ckkkk… Kalau Andrie Wongso dan yang lainnya mengatakan kesuksesan adalah haknya, maka saya juga punya hak untuk mengkritiknya.

Kembali lagi ke topic awal !
Sesuatu yang berbau sukses dikemas sedemikian rupa menjadi sesuatu yang harus dikejar dan dicari-cari. Suksespun akhirnya menjadi barang dagangan yang diberhalakan.

Buku Essential Frankfurt School Reader,  dari Filsuf kontemporer bernama Herbert Marcuse menyebutnya dengan commodity fetishism atau pemberhalaan komoditas.

Maka jadilah sukses itu “tuhan baru” di segenap hati orang yang memimpikannya. Siapapun yang tidak bersedia menyembahnya maka dia dianggap menyimpang, primitive, bodoh dan semacamnya.

Hakekatnya yang kita cari dalam kesuksesan adalah kebahagiaan. Maka pertanyaannya, Apakah menjadi orang bahagia harus terlebih dahulu menjadi orang sukses ?  . 
Sebagaimana yang telah dikonstruksi oleh manusia modern abad ini, sukses itu harus menjadi atasan, punya mobil sendiri, kerja di ruang ber AC, pandai berbahasa Inggris, bergelar macam-macam, makan di kafe elit atau di restaurant bergengsi, punya apartement dan lain-lainnya.

Kita berharap akan bahagia bila sukses ada di genggaman kita. Benarkah ? Ternyata tidak. Tengok saja orang-orang yang katanya sudah sukses itu berbondong-bondong mengikuti majelis-majelis zikir yang diadakan oleh Ustadz Arifin Ilham, Aa Gym dengan manajemen qolbunya, Ary Ginanjar Agustin dengan ESQ serta majelis-majelis lainnya.

Atau lihatlah betapa banyak orang yang katanya sukses ternyata merana dan menderita hatinya ketika menjalani hidup keseharian. Tragisnya banyak yang akhirnya mengakhiri nyawanya sendiri.
Atau tengoklah kasus Ariel, Luna Maya, dan Cut Tary. Mereka dianggap sukses dengan profesinya sebagai artis/actor, presenter dan model papan atas. Tetapi apa yang terjadi dengan mereka sekarang setelah mencuat skandal video mesum Ariel, Luna Maya, dan Cut Tary. Apakah sekarang mereka bahagia dengan kesuksesannya ?

Fenomena seperti inilah yang dikatakan oleh seorang pakar dan dokter psikologi pendidikan, Paul Pearsall  dengan istilah toxic success atau sukses beracun. Sukses yang ternyata tidak dapat membeli kebahagiaan. Gejala inilah yang sekarang banyak menyebar di dunia modern tetapi malah dianggap sesuatu yang normal-normal saja.

Sukses beracun, justru banyak diburu. Bahkan untuk mencapainya, banyak orang yang harus kehilangan waktu untuk keluarganya, kerabatnya dan yang lebih sering adalah kehilangan waktu untuk Tuhan Yang Menciptakan Kesuksesan itu sendiri.

Pasalnya, kesuksesan sudah disembah yang berakibat mengorbankan banyak hal di kehidupan kita. Kesuksesan sudah terlanjur ditafsirkan dengan ukuran yang begitu kasat mata (lahiriyah) yakni yang berlambang jabatan, kemakmuran, dan kekayaan.

Prof. Dr. Tharik M. Suwaidan dalam bukunya Sukses tanpa batas— Sukses adalah sesuatu yang tidak kasat mata, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, tidak terkandung dalam keaneka ragaman kekayaan, tidak juga bisa dibeli dengan harta benda.
Kesuksesan itu bersifat internal dan terdapat dalam relung hati manusia.

Boleh jadi yang mendapatkan kesuksesan itu adalah yang cukup puas asal bisa hidup  mandiri, tidak menjadi parasit, dan bisa berekspresi secara merdeka.
Ukuran kesuksesan bukan pada posisi jabatan yang kita miliki melainkan pada seberapa bagus kita menjalani pekerjaan amaliah kita, bagaimana melaksanakan ikhtiar  di atas rel yang positif  dan dapat mensyukuri apa yang dimiliki. Wallahu’alam  bil shawab

Good bye toxic success !

Disadur dari berbagai sumber.
Read more... Virus Kesuksesan

Rabu, 16 Juni 2010

Masjid simbol sekuler dan gedung pencakar langit simbol agama ?

Jangan mengerutkan dahi dulu, apalagi menuduh saya golongan penganut aliran sesat atau semacamnya. Heheee :) Silakan sodara sodari simak ulasannya !

Nabi Besar Muhammad Saw pernah bersabda tentang sebagian dari tanda-tanda kiamat. Dalam Hadits riwayat Imam Bukhari, beliau mengatakan bahwa :

"Kiamat Tidak akan terjadi sebelum terdapat kejadian-kejaidan sebagai berikut :

1. Manusia berlomba-lomba meninggikan gedung-gedung
2. Terdapat dua golongan besar berperang hebat, padahal keyakinan keduanya sama 
3. Dicabutnya ilmu, banyak gempa, waktu terasa saling berdekatan 
4. Banyak terjadi huru hara dan pembunuhan.

    Menurut hadist di atas, salah satu tanda kiamat adalah ketika gedung-gedung pencakar langit banyak dibangun. Bukan untuk kebaikan orang banyak melainkan untuk sekelompok orang.

    Semakin banyak pekerja kantoran, semakin banyak pula pengangguran. Semakin banyak jalan dibuat tetapi kian banyak juga kendaraan yang bertabrakan.

    Jelas, bukan terletak pada faktor teknis, tetapi non teknis; moralitas kita yang semakin rendah. Era globalisasi ternyata bukan sebuah solusi yang baik melainkan menimbulkan banyak persoalan baru terutama bagi orang-orang miskin. Cukup Banyak paradoks/pertentangan yang terjadi di abad sekarang ini.
    Repotnya, dengan berbagai cara, hanya karena persoalan seperti iri hati dan gengsi. Melihat teman kita bisa membangun gedung bertingkat dua, kita ingin membangun gedung bertingkat tiga, tingkat empat dan seterusnya. Jadi gedung dibangun bukan dilandasi oleh niat tulus karena fungsinya melainkan karena perasaan gengsi.

    Hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani dari Anas, Nabi Muhammad Saw pernah memperingatkan kepada orang-orang kaya :

    "Barang siapa membangun gedung lebih dari sepuluh meter, ia akan mendengar seruan dari langit, Hai musuh Allah! Mau kemana engkau dengan gedungmu itu?"

    Tentu saja, maksud Nabi bukan melarang kita membangun gedung tinggi, tetapi lebih terfokus pada peran, fungsi dan asal muasalnya. Gedung tingkat satu saja, jika didirikan hanya untuk merusak orang lain, maka akan tetap dilaknat Allah SWT. Apalagi keberadaan gedung tersebut terlebih dahulu harus membongkar masjid atau rumah orang lemah secara paksa.

    Sampai tanggal 24 April 2000, belum ada gedung pencakar langit di negeri gurun timur tengah. Tepat sehari setelah itu berdirilah gedung tertinggi di Najd bernama Fisaliah Building dengan ketinggian 269 meter. Bahkan tiga tahun kemudian di Riyadh berdiri gedung yang lebih tinggi dengan nama Kingdom Center yang mencapai 300 meter.

    Subhanallah, ternyata prediksi Nabi Muhammad,Saw 14 abad yang lalu kini telah terbukti. Orang-orang gurun sudah mulai berlomba-lomba mendirikan gedung pencakar langit. Mereka semakin jauh dari peringatam Nabinya.Iman mereka sekarang dalam kondisi terpuruk.
    Kebanyakan dari mereka sibuk memperkaya diri dengan gaya hidup yang telah dikontaminasi oleh peradaban barat. Bagaimanapun caranya, Berapapun harganya yang paling penting adalah imeg dan gengsi bahwa sesungguhnya mereka telah kaya raya.

    Solidaritas mereka terhadap keadaan saudaranya yang sangat memilukan di Gaza dan Palestina menjadi teralihkan oleh kesibukan mereka terhadap gengsi dan prestisenya yang telah ditanamkan oleh konspirasi Amerika dan sekutunya Zionis Israel, sehingga permasalahan Palestina tidak akan pernah selesai sampai akhir zaman.

    Konsepsi sukses seseorang terkadang dilihat pada apa yang dimiliki secara fisik; motor, mobil, rumah, gedung bertingkat pesawat dan lainnya. Padahal saudara kita yang hidup di pedesaan tanpa kendaraan bermotor sekalipun, bila hatinya bersih dan mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT maka dapat dianggap orang yang sangat sukses dalam hidupnya.


    Pilihannya Masjid atau Gedung bertingkat?

    Untuk menjawab pertanyaan tersebut setidaknya ada beberapa alasan untuk menjawabnya.
    Pertama, jika digunakan hanya sebagai gagah-gagahan saja sebaiknya jangan dilakukan, bila membangun masjid hanya pamer karena melihat masjid di desa tetangganya lebih bagus. Apa bedanya dengan membangun gedung bila tujuannya hanya untuk pamer ?

    Kedua, Sah-sah saja jika maksudnya untuk dakwah dan syiar. Semakin banyaknya masjid diharapkan kian banyak pula umat Islam berbondong-bondong datang untuk beribadah. Allah berfirman "Fastabiq al-khairat" (Berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan)
    Jadi, membangun gedung atau masjid nilainya sama saja, tergantung sejauh mana fungsinya, bukan fisiknya.

    Masjid adalah simbol agama, sementara gedung adalah simbol sekuler. Tetapi fungsi natural itu bisa berubah menjadi kebalikannya. Masjid adalah simbol sekuler, gedung adalah simbol agama. Jika fungsi sebenarnya dari kedua unsur tersebut tidak maksimal apalagi bila digunakan hanya sebagai pameran atau sebagai benda artistik semata.

    Maksud sabda Nabi bahwa salah satu tanda kiamat adalah ketika orang beramai-ramai membangun gedung, yaitu bukan dari fisiknya semata, tetapi makna yang tersembunyi di dalamnya dilatar belakangi oleh perampasan hak-hak orang miskin dengan menggusurnya atau hanya untuk melibas pengusaha kecil saja.

    Bila hal ini tetap dilakukan, maka tunggu saatnyakiamat besar itu akan tiba. Mudah-mudahan kita bukan termasuk di antara orang-orang yang akan melihat kedahsyatan kiamat kelak, Amin...)*



    )*Disadur dari berbagai sumber
    Read more... Masjid simbol sekuler dan gedung pencakar langit simbol agama ?

    Selasa, 08 Juni 2010

    Puisi Milad Tiga Tahun Gaelby


    Ayahmu bukanlah peraya ulang tahun.
    Tetapi puisi acak ini, harus kucurahkan jua
    Tepat tahun ketigamu hadir ke dunia.
    Karena kau semata wayangku, maka kaulah Matahariku.
    Terbitmu adalah energiku
    Tenggelammu adalah laraku

    Kau milik zamanmu anakku,
    Maka bersiaplah!
    Buaian ayah bundamu hanya sementara
    Selanjutnya kertas dan pena
    Kau hadirkan pada semesta
    Keilmuan seluas samudra
    Hadirkan cahaya, sibak gulita
    Kau tembus bumi, merobek angkasa

    Kau milik zamanmu, sewayangku
    Maka bersiagalah !
    Rengkuhlah cakrawala
    Pelukan ayah bundamu hanya sementara
    Selanjutnya keringat dan air mata
    Kau suguhkan pada mereka
    Hujjah dan qoulan syadida
    Datangkan haq, dan kebatilan lenyap tak bersisa
    Hingga kau diterima dalam ridho-Nya

    Bintang mana yang ingin kau petik anakku?
    Semasih pijarannya tak redup,  kubantu memetiknya
    Semasih urat nadiku berdetak, kubantu menggapainya 
    Ayahmu bukan peramal, tapi lumayan hebat sebagai pendidik
    Biar kususun manjamu dengan apik
    Hingga kau tak menjadi cengeng, melainkan petarung yang baik
    Ayahmu bukan pemikul beban yang terpaksa
    Tetapi aku penggembala penuh cinta
    Dan padaku Tuhan memberi amanah istimewa
    Menitipkanmu, untuk menjadi belahan jiwaku.

    NB : Insya Allah, Puisi ini adalah salah satu Wasiat Ayahmu, untuk enkau teruskan ke anak cucumu kelak.


    Read more... Puisi Milad Tiga Tahun Gaelby

    Minggu, 06 Juni 2010

    Hakikat Cinta adalah Memberi

    Cinta- itu indah, karena ia bekerja dalam ruang kehidupan yang luas. Inti pekerjaanya adalah MEMBERI.
    Memberi apa saja yang diperlukan oleh orang-orang yang dicintai sehingga tumbuh menjadi kebahagiaan.

    Pecinta sejati hanya mengenal satu pekerjaan besar dalam hidup mereka, yaitu Memberi. Give again and again.

    Bagaimana dengan menerima?

    Menerima adalah efek dari yang diberikan. Seperti cermin, kebaikan akan memantulkan kebaikan yang sama, karena pada hakikatnya, setiap kebaikan yang kita perbuat akan mengajak kebaikan yang lain untuk melakukannya.

    Itulah sebabnya, terjadi perbedaan yang jelas antara pencinta sejati dan pencinta palsu. Kalau kita mencintai seseorang dengan tulus, ukurannya adalah ketulusan dan kesejatian yang kita berikan untuk membuat kehidupan bertahan dan lebih baik.

    Maka kita akan menjadi Matahari dan Air. Cinta tumbuh dan berkembang karena siraman airmu, dan ia besar dan berbuah dari pancaran sinarmu.

    Pecinta sejati- tidak suka berjanji. Tetapi begitu ia memutuskan untuk mencintai seseorang, Ia akan segera merancang sebuat planning untuk memberi. Setelah itu ia bekerja dalam diam dan sunyi untuk mewujudkan rencana memberinya.

    Setiap satu rencana terealisasi, setiap itu pula satu bibit cinta muncul bersemi. Hakikat CInta adalah Memberi. Janji hanya menerbitkan harapan, tetapi pemberian justru akan melahirkan kepercayaan.

    Yang lebih dahsyat, rencana memberi yang terus terealisasi akan melahirkan ketergantungan yang produktif yang menghidupkan. Tentu saja ini sangat positif. Seperti pohon yang tergantung dari siraman air dan sinar matahari.

    Cinta- adalah cerita tentang seni menghidupkan hidup. Ia menciptakan kehidupan bagi orang-orang hidup.
    Karena kehidupan yang dibangun oleh pemberi cinta, seringkali tidak disadari oleh orang yang menikmatinya.


    Tetapi bila sang pemberi pergi, tiba-tiba seperti ada ruang besar yang kosong tak berpenghuni. Tiba-tiba ada kehidupan yang terasa hilang. Mereka segera akan merasakan kehilangan yang menyayat hati. Sang pemberi itulah Pecinta Sejati.
    Read more... Hakikat Cinta adalah Memberi

    Kamis, 27 Mei 2010

    Tamu dari Negeri Kompeni


    Seusai memberi kuliah sore buat mahasiswa Stisip, aku bergegas ke pelabuhan Sape untuk mengecek bisnis warnetku yang baru berumur dua minggu. Operator warnet yang terlihat letih, langsung kuganti tugasnya dan menyuruhnya istirahat.

    Letak Gaelby Net Café yang berada di sekitar losmen penginapan dekat pelabuhan transit Sape Bima, memungkinkan para turist yang ingin melancong ke Taman Nasional Komodo ataupun kembali dari flores NTT ke Bali, menginap 1 sampai 2 hari di kota pelabuhan Sape Bima Timur, sambil menunggu jadwal keberangkatan kapal fery dan angkutan umum yang terkadang suka telat.

    Daun Singkong

    Lembayung senja selepas Magrib masih samar-samar terlihat. Pengunjung warnet biasanya didominasi oleh para bule kalau kebetulan terjadi perubahan jadwal keberangkatan kapal fery.
    Dua gadis cantik nampak di halaman parkir masing-masing dengan sepedanya, kelihatan terburu-buru, langsung masuk ke Gaelby Net. Roman mukanya memancar kecewaan, karena 10 unit komputer warnet telah terisi. Terdengar keluhan kecewa dari bibir sensualnya seperti berbahasa Jerman. Aku hanya bisa mengira-ngira.
    Kedua gadis ini tetap sabar menunggu di kafe sebelah warnet sambil memesan dinner. Penjaga kafé datang ke arahku dengan langkah cepat dan bertanya :

    “Mereka memesan duang sangkuriang. Kami bingung apa maksudnya?”
    “Haahh, duang sankuriang? Bahasa apa tuh ! Daun singkong kaliiiii.”

    Aku spontan nyeletuk dan beranjak dari tempat server menuju kedua gadis itu. Kebetulan bahasa Inggrisku, nggak jelek-jelek amat.

    Sekarang aku berdiri tepat di hadapan keduanya yang duduk di kursi kafe. Ouih… Bujuk buneng ! Cantik dan sexy banget ! Aku terperanjat, walau berbeda warna, jenis pakaian yang dipakai hampir sama. Karena sama-sama memperlihatkan belahan dada yang… Ehm ! Sorry… gak bisa dijelaskan dengan kata-kata sederhana. 
    . “Are you talking about duang sangkuriang?”

    “Yuph, I’m vegetarian. I’d like to have my food with duan sankuriang.”

    Wanita dengan kaos putih berambut pirang menimpali sambil memperlihatkan buku kecilnya, berisi foto semangkok sayur daun singkong yang dicampur santan kelapa.

    “Haahaaa..haaaa…haaa… It’s daun singkong” Aku terbahak, serentak diikuti pelayan dan tamu kafé.

    “You have to call it correctly. Daun Singkong, all right?”
    “Ahaa… you’re right! Daun singkong.” Ia tersipu dengan bahu sedikit terangkat.

    Tak terasa, jarum jam menunjuk jam 10 malam. Aku ngobrol dengan kedua cewek cantik ini selama hampir 4 jam.
    Setelah saling mengenalkan diri, ternyata dua wanita cantik ini bukan dari Jerman seperti dugaanku. Keduanya dari Holand Nedherland. Gadis berkaos pink bermata biru bernama Jolien Tewelscher, 23 tahun, mahasiswi peneliti kimia dan yang berkaos putih dengan rambut pirang, Arween De graaf 31 tahun. Wanita mapan bergelar Doktor Hukum sebagai Advokat ternama di Belanda. 

    Sesuai jadwal, besok pagi mereka akan melanjutkan perjalanan menuju Denpasar setelah sekian lama melancong mengelilingi Indonesia bagian timur..

    Sembari menyolek Jolien, Arwen bergegas beranjak dari tempat duduknya ke arah ruang warnet untuk  mengisi bilik kosong diikuti Jolien. Rupanya dari tadi memperhatikan bilik kosong. Dalam waktu hampir bersamaan, aku ke server untuk cek billing.
    Suasana menjadi sepi, karena keduanya sibuk dengan urusannya masing-masing di depan Komputer Client.

    “Escuse me, Your mouse doesn’t start.” Suara Jolien memecah kesunyian. 


    Aku segera menuju bilik Jolien. Sewaktu mencoba menjalankan mouse yang memang perlu diganti, secara tidak sengaja melirik di monitor Lcd, Jolien membuka milis Bike to work. Aku penasaran, karena termasuk salah satu anggota perkumpulan pengguna sepeda Bike to Work Indonesia dan sudah terbiasa berinteraksi dengan milis itu.

    “Are you used to share with this millis Jolien?” tanyaku penasaran.

    “Yuph. Arween and me are incluling the member of Bike to work club”

    “Me too, I can’t belive it.” Aku menimpali dengan nada kaget.

    Roman muka tidak percaya dengan alis terangkat dari Jolien, menyelidikku seakan tidak percaya.

    “Are you sure ! You must be kidding me”

    Setelah mengganti mousen yang rusak, aku menyuruhnya mengecek kembali milis itu, apakah aku memang termasuk member atau asal ngarang saja.
    Terlihat jelas di baris pertengahan, tertera namaku dan langsung menyuruhnya untuk klik ke foto profilku.
    Jolien memperbesar ukuran foto profil sambil langsung menatap ke arahku dengan sedikit melotot.

    “Exactly… you’re right Didi.” Celetuknya, sambil memanggil Arween dan menjelaskan kejadian itu dalam bahasa Belanda. Aku pusing mendengar percakapan mereka, karena mereka mengucapkannya seperti orang pilek berdahak. :))
    Tiba-tiba Arween mendatangiku dengan senyum manisnya. Terasa agak janggal bagiku, karena dari gerakannya dia hendak merangkulku.

    Dengan sedikit reflek aku mengelak. Walaupun dia sangat cantik, postur tubuhnya yang tingginya dua meteran itu, membuatku sedikit waspada.
    Ternyata selama ini, kami hanya bertemu di milis dunia maya dalam sebuah klub pengendara sepeda. Tidak berlebihan antara saya dengan mereka, cepat sekali akrab.


    .



    Gaelby Net, tutup jam 11.00 malam. Tamu sudah berangsur pulang tersisa hanya kami bertiga, berdiskusi dengan suasana akrab. Prioritas utama mereka masuk warnet tadi, mencari informasi alamat perwakilan Bike to work di Kota/Kabupaten Bima. Secara kebetulan mereka menemukan orang yang mereka cari.
    Aku teringat Olan, teman bersepedaku dan termasuk pengurus Bike to work Bima. Langsung saja aku berinisiatif untuk meneleponnya dan menyuruhnya untuk datang. Tapi sayang hp Olan tidak aktif. Karena memang sudah larut malam.


    Update tentang Indonesia

    Keramahan kedua wanita ini, membuatku betah untuk berlama-lama ngobrol mengenai banyak hal.
    Cerita di kalangan pemandu wisata tentang turis asal Belanda yang terkenal pelit dan tidak sopan, tidak kutemui pada sosok Arween dan Jolien. Mereka begitu menyenangkan, smart dan enak diajak berdiskusi.
    Tema diskusi kami antara lain tentang Indonesia. Mereka menyesalkan terjadinya kolonialisme dan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh nenek moyang mereka terhadap Rakyat Indonesia. 

    Otomatis, rasa Nasionalisku saat itu, seakan mendapat energi ekstra dari biasanya. Mereka secara langsung mendapat update tentang kondisi Indonesia dari opiniku yang menceritakan secara panjang lebar hal positif mengenai Indonesia.
    Tentang betapa pentingnya untuk tetap menjunjung tinggi martabat dan jati diri bangsa, HAM, demokratisasi, politik santun, dan yang lainnya.
    Yang menarik bagiku, adalah saat mereka mempertanyakan tentang gender dan Terorist.
    Mengapa dalam Islam tidak membolehkan seorang Imam dari kalangan perempuan? Mengapa hanya laki-laki yang boleh poligami sedangkan wanita tidak?
    Mengapa Islam Identik dengan terrorist?

    Sebisanya aku menjelaskan bahwa keadilan gender dalam Islam bukan berarti menyama ratakan semua aspek. Definisi Keadilan dalam Islam adalah Proporsional. Semua hal, harus diletakkan dalam proporsi dan dosisnya masing-masing.
    Sepasang sepatu seharga 2 juta rupiah, walaupun mahal, tidak mungkin kita letakkan di atas kepala. Sebaliknya, sebuah topi yang harganya hanya 10 ribu rupiah, tentu saja tidak akan kita letakkan di telapak kaki.
    Jawabanku tentang Terorist, bukan karena Islamnya. Tetapi personal atau komunitas tertentu yang memang memiliki interpretasi yang keliru dalam memahami kitab suci. Perlakuan deskruktif, bukan hanya ada di kalangan individu yang kebetulan beragama Islam, tetapi banyak juga berasal dari Kristen, Hindu, Yahudi dan lain-lainnya.

    Kami asyik berdiskusi sampai jam tanganku telah menunjuk angka satu. Kami sepakat untuk bertemu besok di hotelnya. Keduanya meminta waktuku untuk menemani mereka bersepeda, sebelum mereka meninggalkan Bima.


    Obat kram yang mujarab.

    Arween, Jolien dan Olan telah meninggalkanku lumayan jauh, ke arah jalan menanjak menuju Pantai Papa Sape Bima.

    “Guabraakkkk!..... Aaaaaaaaaaakh… Olan… Tolooong, tolooongg !…

    Aku mengerang seperti kucing terlindas truk, terjatuh dalam posisi sepeda terlempar. Persendian kaki dan paha, terasa teramat pegal dan sakit karena kram.

    Kami telah bersepeda hampir seharian, dengan rute sulit dan menantang. Medan yang kami lewati berliuk, menanjak curam dengan tikungan tajam.

    Biasanya, aku dan Olan bersepeda paling jauh 10 Km. Tiada waktu senggang kami lewatkan tanpa bersepeda. Walau terkadang menjadi cibiran dan kelihatan aneh di lingkungan kota Sape dan sekitarnya, kami tetap saja tidak memperdulikan ejekan mereka.
    Bisa dimaklumi, karena eforia modern telah merambah daerah kami dengan munculnya kendaraan merek terbaru, dari motor sampai mobil.
    Terdapat kebanggaan tersendiri saat bersepeda dengan pakaian kebesaran kami. Helm, baju, serta topi berlogo bike to work dengan bendera merah putih di sampingnya

    Dari jam 10 siang, saat sinar matahari panas menyengat, tidak biasanya aku dan Olan mampu menaklukkan bukit Mangge Ampe Kaleo Sape tanpa henti langsung mencoba rekor baru menuju Pantai Papa Lambu dengan hanya sedikit istirahat untuk minum. Kami telah melewati rute perbukitan antara Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu Kabupaten Bima, kira-kira lebih dari 35 Km.

    Mengapa kami begitu kuat dan perkasa? Padahal tidak minum jamu, multivitamin ataupun semacamnya?

    Jawabannya, karena ditemani oleh dua bule cantik dan sexy asal Holland bernama Arween dan Jolien. Heehee…heee… hee….

    Saat aku sibuk mengurus otot paha dengan posisi terguling, agar bisa meringankan kram otot yang teramat menyiksa, kemudian Olan muncul juga. Rupanya dia turun dari tanjakan bukit untuk mencariku.

    “Kenapa neh? Kita tungguin dari tadi koq gak nongol-nongol. Eeh…malah tidur-tiduran di sini.”

    “Tidur-tiduran, Nggak liat apa. Otot paha dan kakiku pada kram neh, tolongin donk…”

    “ckkckkk….ckkk…ckkk, kram atau kumat lagi Abu Nawasnya neh. Karena lihat cwek cantiq kali.”

    Layaknya juru pijet berpengalaman, Olan merenggangkan otot betis dan paha. Kemudian aku disuruhnya tiarap dan melipat kedua betis. Hasilnya? Malah tambah sakit. Gak ngaruh, heheee

    Aku masih mengerang kesakitan. Tiba-tiba Arween dan Jolien muncul dengan raut muka khawatir, ikut menolong. Baru saja jemari kedua gadis cantik itu menyentuh bagian betis, serta merta aku langsung merasa agak enakan dan eitttt…. Langsung sembuh dan bangun. Ckk.. ckkk…


    Olan, Jolien dan Erwin serentak menertawaiku. Entah karena takut atau karena sihir dari jemari kedua wanita itu, yang paling penting, aku sudah sembuh dari kram.

    Kami langsung melanjutkan pertualangan itu. Menanjak, turun, berbelok diiringi gelak tawa dan canda. Sungguh hari yang menyenangkan. Karena asyiknya, kedua cucu kompeni ini lupa, bahwa jam 4 sore tadi seharusnya mereka sudah check out dari hotelnya. Berarti mereka telah menunda jadwal perjalanan yang telah mereka rencanakan sebelumnya.







    Untuk pertama kali, saya dan Olan ditemani oleh anak moyang kompeni itu. Setelah naik turun bukit berkelok, akhirnya sampai juga di Pantai Papa Lambu dengan pasir putih bersihnya.

    Dibawah remang temaram petang, kami menikmati sunset di pantai itu. Dasar bule, mereka tidak boleh lihat pantai. Tanpa membuang kesempatan, mereka segera bersiap untuk mandi. Waduuuuh… selanjutnya, anda bisa tebak sendiri apa yang terjadi. Heheeee…
    Read more... Tamu dari Negeri Kompeni