Jumat, 26 Maret 2010

Kolesterol Berbahaya atau Tidak ?

Di antara kita, pasti ada yang tak sepenuhnya faham tentang kolesterol. Kebanyakan dianggap sebagai momok yang menakutkan.

Dalam postingan ini, saya akan membantu menjelaskan. Karena saya pada awalnya memang tidak tahu menahu tentang ini.

Berkat hasil konsultasi dari teman dokter dan pengalaman pribadi, maka saya merasa perlu membagi kepada para bloggers. Kalaupun saya salah, mohon saya dikoreksi. Ok, selamat meyimak !

Manfaat Kolesterol

Kolesterol sebenarnya bukanlah zat yang menakutkan, seperti yang biasanya dibayangkan orang.
Kolesterol adalah lemak yang berwarna kekuning-kuningan dan sangat ber­guna untuk kesehatan.
Tubuh memerlukannya untuk mem­buat hormon reproduksi dan fungsi seksual, hormon adre­nalin yang diperlukan dalam proses metabolisme, dan vita­min D. Kolesterol juga berguna untuk mengangkut lemak dalam darah ke seluruh tubuh.

Hati menghasilkan sekitar satu gram kolesterol setiap hari, yang dapat dibuat pula oleh semua sel tubuh.

Sejum­lah kecil kolesterol, yaitu 0,3 gram per hari, diserap oleh usus, tak tergantung dari jumlah kalori yang dimakan, melainkan kalori dari makanan yang kandungan lemaknya tinggi sehingga menyebabkan tubuh harus menghasilkan kolesterol lebih banyak, agar tingkat kolesterol darah meningkat.

Prikiuwww... mulai ribet yaa, penjelasanku! heehee... sabar... Ok, lanjuut !

Lemak jenuh merupakan faktor utama penyebab tinggi­nya kolesterol, karena kolesterol dalam darah berada sebagai ikatan lemak dan protein, yang disebut lipoprotein.

Lipoprotein terdiri dari 2, yaitu :

1. HDL (high-density lipoprotein), sebagai lipo­protein berkerapatan jenis tinggi yang bermanfaat bagi tubuh, karena HDL menghi­langkan kolesterol yang ada di dalam darah dan dinding­-dinding pembuluh darah serta mengembalikannya ke hati, tempat kolesterol itu dihasilkan dan dikeluarkan.

2. LDL (low-density lipo­protein), sebagai lipoprotein berkeraparan jenis rendah yang justru merugikan tubuh dan kesehatan, karena mempunyai fungsi yang bertolak belakang yaitu mengangkut kolesterol dari hati ke seluruh tubuh, sehingga mempermu­dah timbulnya timbunan kolesterol pada dinding pembuluh darah sebagai akibat menyempitnya arteri.


Bahaya kolesterol

Setelah faham manfaat kolesterol, maka saatnya kini anda tahu tentang bahaya kolesterol. Heeheee... :)

Meskipun baik untuk kesehatan, kolesterol dapat berbahaya bagi kesehatan bila kadarnya terlalu tinggi atau di atas 5 mmol/liter darah.

Kolesterol yang perlu anda diwaspadai tentu saja LDL (low-density lipo­protein)
karena akan mengangkut kolesterol dari hati ke seluruh tubuh, sehingga mempermu­dah timbulnya timbunan lemak pada dinding pembuluh darah, sebagai akibat menyempitnya arteri.

Karena menyempitnya arteri akibat banyaknya timbunan lemak, maka akan menghambat kerja dan mobilitas organ tubuh kita, salah satu contohnya akan mengganggu cara kerja jantung dalam memompa dan menyalurkan darah ke seluruh tubuh.
Tidak mengherankan, kita tiba-tiba mendengar salah seorang kerabat kita, meninggal walau sebelumnya kita tahu, bahwa dia tidak pernah mempunyai riwayat penyakit atau bahkan tidak pernah ke dokter, saking sehatnya dia dan sekarang dia yang kita cintai, meninggalkan kita untuk selama-lamanya akibat serangan jantung yang diakibatkan oleh kolesterol.

Timbunan lemak LDL yang mesti anda hindari adalah lemak yang umumnya berasal dari hewan seperti menghindari menkonsumsi kuning telur, daging, susu, produk susu, dan sejenisnya

Lemak jenuh/HDL atau kolesterol yang bermanfaat, umumnya didapat dari sumber tumbuh-tumbuhan seperti pada minyak kelapa, minyak kelapa sawit, santan, dan sejenisnya,

Maka mulai sekarang, akan lebih baik kalau anda mulai menkonsumsi makanan seperti: tempe, tahu, dan kacang-kacangan serta dalam makanan yang mengandung lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal, yang digoreng atau diolah dari minyak kedelai, minyak kacang, minyak selada, dan minyak jagung.

Untuk mengurangi kadar kolesterol dalam darah, hendak­nya susunan menu makan sehari-hari mengandung lemak tidak jenuh ganda dua kali lipat dari jumlah lemak jenuh.

Produk terigu, misalnya roti, di samping emping jagung, mempunyai kadar tinggi serat larut yang menurunkan ko­lesterol. Berolahraga secara teratur akan meningkatkan pembakaran lemak dan kolesterol.

Cara Mencegah Kolesterol

Pola makan yang lebih didominasi lemak, terutama lemak jenuh, dapat mendorong munculnya penyakit kolesterol. Karena itu untuk mencegahnya Anda harus mengatur makanan yang Anda konsumsi.
Caranya:

- Konsumsi sayur dan buah-buahan yang berserat tinggi, gandum atau oat, serta kacang-kacangan.
- Konsumsi makanan yang mengandung betaglucan seperti apel, pir, wortel, kapri, buncis, kacang panjang, almond, dan biji bunga matahari.
- Pertahankan berat badan ideal karena orang dengan berat badan lebih cenderung memiliki kadar kolesterol tinggi.
- Lakukan olahraga dengan teratur agar metabolisme tubuh bekerja dengan baik.

Ok bloggers ! Semoga dapat bermanfaat, good luck !
Read more... Kolesterol Berbahaya atau Tidak ?

Selasa, 09 Maret 2010

Kejanggalan ini



Kuterperangah ditemani nelangsa hampa


Tatkala ada getaran aneh di palung hati


Tatkala desahan nafas bersyair sumbang


Tatkala detak jantung berdenyut hambar


ada tanya…


Kenapa paras itu lancang hadir dibenak?


Kenapa nama itu lancang melukis jiwa?


Kenapa gerak langkah itu lancang masuk


menembus imajinasi?


Kubenci semua ini tetapi juga…


Menyemai inginku menumbuh harap


Menyemai rinduku menumbuh cinta


Biar kunikmati kejanggalan ini

Read more... Kejanggalan ini