Sabtu, 03 Juli 2010

Reaksi Kimia Cinta dan Jiwa

Cinta secara umum adalah emosi kebajikan yang meledakkan semangat memberi dalam jiwa kita. Itulah sebabnya kita selalu menjadi lebih baik ketika kita sedang jatuh cinta.

Tetapi ketika cinta dihadapkan dengan obyeknya, khususnya cinta antara laki-laki dan perempuan, emosi kebajikan itu tetaplah emosi kebajikan dengan Chamistry yang sangat unik.

Dua emosi kebajikan belum tentu bisa bertaut secara kimiawi dengan mudah. Jauh sebelum cinta menjelma menjadi pertemuan dua fisik, ia terlebih dahulu bertaut di alam jiwa.

Jika ada pertemuan fisik yang tidak didahului oleh pertemuan jiwa itu, bukanlah dikatakan cinta. Maka sepasang lelaki dan wanita bisa melakukan hubungan seks tanpa cinta. Atau pernikahan bisa berlangsung tanpa cinta.

Sebagai manusia, jiwa kita memiliki karakter kimiawi cinta yang sangat unik dan tak bisa ditebak. Seorang perempuan lembut bisa jadi mencintai lelaki kasar, karena kelembutan dan kekasaran adalah dua kutub yang berbeda yang bisa bertemu seperti air dan api, saling tergantung dan saling menggenapkan.

Tetapi keunikan jiwa itu sama sekali tidak mengurangi kadar kebenaran dari fakta, bahwa cinta sebagai emosi kebajikan tetap harus mengejewantah pada semangat memberi, dan bahwa nilai kita di mata orang yang kita cintai tetaplah terletak pada kadar manfaat yang kita berikan padanya.

Jika pada suatu hubungan cinta kita, tidak memberi sesuatu pada orang yang kita cintai, sementara hubungan cinta itu tetap berlanjut bahkan langgeng, percayalah! Itu terjadi karena semata-mata kesabaran sang kekasih dalam menyaksikan pencintanya mengkomsumsi kebajikannya setiap saat, atas nama cinta.

Walau ironis, tetapi realita di sekitar kita terdapat kejadian dimana satu pihak memberi atas nama cinta, dan yang lain menerima atas nama cinta.

Dari Pak Annis Matta dan berbagai sumber
Read more... Reaksi Kimia Cinta dan Jiwa