Sabtu, 25 Juli 2009

Terrorist Harus disikapi oleh sosok Pemimpin Strategis

Indonesia kecolongan lagi... Terror dan serangan bom yang dilakukan oleh Manusia Bejad yang bernama terrorist, terakhir mengguncang JW Marriot n Ritz Carlton.
Pertanyaannya, Kenapa masih saja berulang? Kenapa Intelijen Indonesia sangat lemah? Kenapa para terrorist yg menafsirkan Jihad dengan otak dengkul masih saja berkeliaran, meneror siapa saja dalam waktu kapan saja? Kenapa, mengapa dan kenapa?...
Postingan ini antara lain mengutip pendapat Bang Hepi Andi Bastoni tentang pemimpin Strategis, yang sanggat diperlukan oleh Negara yang memiliki penduduk Muslim terbesar di Dunia ini dengan aneka tipikal masyarakat yg variatif, suku, ras, agama, bahasa, budaya dan keanekaragaman lainnya.

Seperti apa sosok Pemimpin Strategis itu ?

Ciri khasnya pemimpin ini adalah sukses menyemai perubahan di aneka jenis lahan. Pemimpin ini bisa melakukan transformasi perubahan dalam kurun tiga sampai lima tahun yang merupakan waktu yang relatif singkat bagi sebuah perubahan.,
Pemimpin model ini adalah berwawasan jangka panjang dan berpikir strategis jauh ke depan. Ia juga akan mampu menikmati hubungan dalam tiga tingkatan; antara indvidu, prganisasi dan sosial.


Pemimpin bertipe wartawan sering tak mampu menyesuaikan diri dengan anak buahnya. Pemimpin Individualis, acap kali mengabaikan peraturan.
Nah sekarang, ada pemimpin yang mampu mengatur anak buahnya tanpa mengabaikan peraturan. Tipe pemimpin seperti ini disebut Pemimpin Strategis.


Yang membedakan tipe ini dengan pemimpin berjenis individualis adalah kemampuannya untuk fokus pada kendala yang dihadapi organisasinya dengan menggunakan kaca mata resmi, legal dan konstitusional. Ia bisa menuntaskan masalah pelik, tanpa harus melanggar aturan.
Tipe ini akan mampu mengejewantahkan visinya dalam aksi logis secara produktif dan sah.

Solusi yang ia tawarkan dapat menjembatani antara visi individu dan kemauan organisasi dengan cara apik dan lembut, nyaris tanpa bentura.
Ia mampu memadukan antara idealisme dengan realita tanpa melanggar aturan yang merupakan hal yang paling sulit dilakukan oleh banyak pemimpin.

Pembelaan terhadap anak buahnya begitu tinggi. Bahkan, pada saat-saat yang genting ia bersedia mengorbankan dirinya untuk kepentingan anak buahnya. Ia akan bersedia melakukan semua itu demi perubahan, bukan atas nama kepentingan pribadi. Bukan juga sebagai umpan untuk mendapatkan bagian lebih besar di kemudian hari..

Terdapat banyak pemimpin yang pada awal perjalanannya, bersedia berkorban demi orang lain. Namun ternyata pengorbanannya cuma umpan untuk menangguk keuntungan dan kepentingan yang lebih besar.
Ada pula pemimpin yang berani mundur satu langkah untuk melompat tiga langkah jauh ke depan. Kalaupun ia berkorban, itu hanya untuk membuat landasan lompat. Ia tak perduli apakah landasan berpijaknya itu menindas hak orang lain atau tidak.

Pemimpin Strategis mampu menghadapi konflik secara lebih comfort. Ia bisa mengelola resistensi orang lain menjadi daya benah.
Pemimpin tipe ini mampu memenej gejolak menjadi kekuatan positif yang mendukung agenda bersama.
Ia bisa mengubah riak-riak penolakan menjadi gelombang dahsyat sebagai cikal perubahan. Dengan kata lain, ia mampu menjadi agen perubahan yang efektif sekaligus produktif.
Pada umumnya pemimpin strategis ini, sukses dalam keluarga, masyarakat dan organisasi. Mampukah para petinggi negeri ini untuk menempatkan dirinya di posisi Pemimpin Strategis yang dimaksud? Hanya Allah Azzawajalla yang Maha Mengetahui.
Read more... Terrorist Harus disikapi oleh sosok Pemimpin Strategis