Minggu, 29 Agustus 2010

SMP (Saat Mengenakan Pakaian) Taubat di hari kemenangan Idul Fitri

SMP (Saat Mengenakan Pakaian) Taubat di hari kemenangan Idul Fitri- saat mendapat keberuntungan bagi orang-orang yang berhasil menunaikan puasa di bulan istimewa Ramadhan, zikir, tilawah dan beribadah secara khusuk. Lebih khusus bagi yang berkesempatan bersua dengan malam Lailatul Qadar.
Allah SWT akan mengganti pakaian mereka dengan pakaian taubat di hari kemenangan dan memasukkan ke dalam surga yang dipenuhi dengan kebahagiaan dan keridhaan-Nya.

Sebaliknya, sungguh merugi orang-orang yang menyia-nyiakan bulan istimewa Ramadhan dengan kedurhakaan dan kemaksiatan pada Allah. Mereka tergolong makhluk yang melampaui batas.
Mereka akan kembali kepada Allah dengan kerugian, penyesalan dan kegagalan total tanpa mengenakan pakaian taubat melainkan Allah memberikan pakaian hina dina. Nauzubillah min zalik :(

Jika kita termasuk orang-orang yang beruntung, sebelum fajar Idul Fitri menampakkan diri, kita semua menyambutnya. Ketika suara takbir bersahutan, kita telah selesai membagikan zakat fitrah kepada yang berhak menerimanya. Yaa... Inilah Idul Fitri. Hari kemenangan bagi umat Islam. Inilah malam sukacita dan rasa syukur kaum Muslimin yang diekspresikan dengan untaian dzikir indah nan sahdu. Saat  Memakai Pakaian (SMP) Taubat di hari kemenangan Idul Fitri.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La Ilaaha Illallah Allahu Akbar, Allahu Akbar walillaahilhamd.

Allah Maha besar, miliknya segala kekuatan dan ketinggian, kepunyaanNyalah segala puji dan kemuliaan.


Kita nyatakan secara lantang kepada semua mahkluk yang menghuni bumi, "wahai orang-orang yang selama ini menyombongkan diri, ketahuiah bahwa Allah lebih besar, lebih berkuasa, lebih tinggi dan lebih mulia daripada kalian. Dialah yang patut dipuji, disembah dan ditaati."

Di hari Idul Fitri, Rasulullah juga menganjurkankita agar memakai pakaian yang terbaik yang kita miliki. Dalam hati seolah kita berkata pada diri sendiri, "Ya Allah, telah banyak nikmat yang Engkau anugerahkan kepada kami."
Saat itu pula kita berkata kepada orang lain, "lihatlah betapa banyak nikmat Allah yang dikaruniakan kepada kami. Perhatikanlah ! Bagaimana Allah memuliakan kami."

Satu hal yang tanpak kecil tapi sangat penting adalah menjadikan shalat 'Id sebagai syiar. Kita disunahkan menempuh jalan yang berbeda saat pergi dan pulang shalat 'Id. Kita tunjukkan kepada dunia, "inilah kami umat Islam, kami keluar menuju Allah, kembali kepada-Nya dan mensyukuri nikmatNya."

Lebih baik lagi kalau kita lakukan dengan berjalan kaki (jika tidak terlalu jauh). Kita katakan pada diri sendiri, "wahai bumi, di permukaanmu kami berjalan, makan dan minum. Di perutmu kami semua akan dikubur."

Di antara sunnah Rasulullah lainnya yang sangat dianjurkan pada Idul Fitri adalah saling mengunjungi kerabat dan sanak saudara untuk silaturrahim. Manfaatkan momentum ini untuk membangun hubungan baik dan membina kebersamaan serta persaudaraan.

Allah mengingatkan kita dalam firman-Nya :

Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itu adalah orang yang dilaknati Allah, ditulikan telinga mereka dan dibutakan penglihatan mereka. (QS- Muhammad: 22-23)

Selamat Idul Fitri, Taqabbalallah minna wa minkum, Selamat Mengenakan Pakaian (SMP) Taubat dan meraih fitrah di hari kemenangan.

Tulisan ini diikut sertakan untuk mendukung Gerakan SEO positif SMP dan Anak SMA dari Attayaya dan Om Tukiran. atas saran adinda tersayang  Nyun-Nyun
 

Read more... SMP (Saat Mengenakan Pakaian) Taubat di hari kemenangan Idul Fitri

Senin, 23 Agustus 2010

Obama seorang Nasrani Kenapa dituduh beragama Islam?

Di postingan kali ini saya tertarik mengutip pemberitaan heboh mengenai dukungan Presiden Obama terhadap pembangunan masjid di  kawasan Ground Zero, sebuah lokasi yang dulunya kompleks menara kembar World Trade Center, yang menurut mereka hancur akibat serangan teroris al-Qaida pada Tragedi 11 September 2010, dengan jumlah korban sekitar 3.000 jiwa.


Dukungan Presiden Barrak Hussein Obama ini mengagetkan semua kalangan terutama rakyat Amerika yang serta merta menuduhnya dan beranggapan bahwa Obama diragukan sebagai seorang Nasrani, tetapi malah dituduh  Obama telah masuk Islam.



Polemik ini hampir bersamaan dengan rencana pelaksanaan acara pembakaran al-Qur'an secara besar-besaran  dalam rangka memprotes aksi teroris saat menghancurkan WTC itu, semakin mempertajam keraguan terhadap keagamaan Obama.

Presiden AS sejak 20 Januari 2009 ini memiliki latar belakang yang "warna-warni." Bernama lengkap Barack Hussein Obama, ayahnya adalah seorang Muslim asal Kenya dan ibunya adalah Nasrani Amerika.
Sejak kecil, Obama dibesarkan oleh ibunya, Ann Dunham, dan orang tua dari ibunya. Pada umur 6 hingga 10 tahun, Obama tinggal di Indonesia bersama dengan ibu dan ayah tirinya, Lolo Soetoro. 
Mengutip pemberitaan dari vivanews.com Jum'at 20 Agustus 2010, Gedung Putih lewat juru bicaranya Bill Burton pada hari Kamis 19 Agustus 2010 menepis anggapan warga AS yang menduga keras Obama seorang muslim dengan mengatakan : "Presiden jelasnya adalah seorang Nasrani. Dia berdoa setiap hari."

Obama seorang Nasrani Kenapa dituduh beragama Islam?

Makin bertambahnya warga AS yang merasa bahwa Obama bukanlah seorang Nasrani diketahui dari hasil survei. Menurut survei dari Pew Research Center dan Pew Forum on Religion & Public Life, jumlah responden yang menilai Obama adalah muslim kini sebanyak 18 persen dari total partisipan. Jumlah itu meningkat tujuh persen dari hasil survei Maret 2009.

Pada survei yang sama, jumlah respoden yang yakin bahwa Obama adalah umat Kristen kini hanya 34 persen, padahal tahun lalu sebesar 48 persen. Menariknya lagi, sebanyak 43 persen responden saat ini mengaku tidak tahu agama apa yang dianut Obama.

Survei Majalah Time/ABT SRBI, yang berlangsung 16-17 Agustus lalu, mengungkapkan bahwa 47 persen responden menganggap Obama adalah Nasrani, sedangkan 24 persen percaya Obama masuk Islam, sedangkan 24 persen mengaku tidak tahu atau tidak memberi jawaban.

Menurut kalangan media massa di AS, pandangan respoden atas keyakinan Obama itu terkait dengan dukungannya atas pembangunan suatu masjid di kawasan Manhattan, New York. Saat mengadakan acara buka puasa di Gedung Putih, Jumat 13 Agustus 2010, Obama menyatakan bahwa Islam merupakan bagian dari Amerika dan umat Muslim berhak mendirikan tempat ibadah di manapun, termasuk di Manhattan.
Namun, kendati juga didukung oleh walikota New York, pembangunan masjid itu ditentang oleh sebagian publik dan kalangan politisi dari Partai Republik. Menurut mereka, pembangunan itu dibenarkan karena dekat dengan kawasan "Ground Zero. "Lokasi itu dulunya adalah kompleks menara kembar World Trade Center, yang hancur akibat serangan teroris al-Qaida pada Tragedi 11 September 2010, yang menewaskan sekitar 3.000 jiwa.

Menurut pengamat, mereka yang tidak senang dengan dukungan Obama atas pembangunan masjid itu lalu mencoba menciptakan opini di kalangan masyarakat untuk mempertanyakan identitas dan latar belakang Obama.
Andrew Cohut, direktur Pew Research Center berkomentar ;"Situasi ini mencerminkan makin intensifnya pandangan negatif atas Obama dari kalangan pengritik," kata Andrew Cohut, direktur Pew Research Center.  
Nah bagaimana menurut sodara sodari ?
Dikutip dari Vivanews.com dan gambar di sini

Read more... Obama seorang Nasrani Kenapa dituduh beragama Islam?

Selasa, 17 Agustus 2010

Miskin dan Kaya Ibu Pertiwi di usia 65

Fakta dari data Badan Pusat Statistik bahwa Ibu pertiwi tercinta yang telah 'merdeka' dan berusia 65 tahun ini, terhitung pada Bulan Maret 2009,  jumlah penduduk miskin yang berada di bawah Garis Kemiskinan di Indonesia sebesar 32,53 juta (14,15 persen).
Dibandingkan dengan penduduk miskin pada Bulan Maret 2008 yang berjumlah 34,96 juta (15,42 persen), berarti jumlah penduduk miskin turun sebesar 2,43 juta. Benarkah?

Sebagian besar rakyat Indonesia termasuk saya meragukan kebenaran data tersebut. Alasannya sederhana saja, dalam keadaan sekarang, di tengah harga kebutuhan pokok naik, bom tabung gas merajalela, macet, banjir dan  Tarif  Dasar Listrik naik, serta jumlah  pengangguran meningkat menyebabkan inflasi, MANA MUNKIN JUMLAH ORANG MISKIN MENURUN?

Para pengamat dibantu media massa, silih berganti memberi analisis apakah data itu valid atau tidak. Seolah-olah jika data tersebut terbukti benar atau salah, maka persoalan menjadi selesai.

Padahal fakta bahwa di negara ini masih ada 32,53 juta (14,15 persen) rakyat miskin, sudah cukup membuat kita prihatin. Jika sodari sodari bisa bayangkan, jumlah sebanyak itu sebanding dengan 6 kali jumlah penduduk DKI Jakarta sekitar 8,5 juta jiwa. Jelas ini bukan jumlah yang sedikit.
Data pangan dunia World Food Programme/WFP  mengatakan bahwa setiap hari ada 14 juta anak Indonesia yang menderita kelaparan. Mereka itulah keluarga miskin yang tak sanggup membeli sesuap nasi.

Pada saat bersamaan Firma keuangan Capgemini SA dan Merrill Lynch & Camp. Co, menyatakan  bahwa jumlah milyader di dunia melonjak drastis 8,3 persen dan Indonesia disebut sebagai negara penyumbang orang terkaya baru. Tiga negara lain adalah Singapura, Rusia dan India.
Lembaga finansial tersebut juga mengemukakan bahwa sepertiga dari jumlah orang terkaya Singapura adalah orang Indonesia dengan total aset Rp. 506,8 triliun.

Fantastis !... Betapa jauh jarak antara si kaya dan si miskin di negara ini. Jumlah orang kaya relatif tak banyak, tetapi mereka menguasai hampir semua aspek perekonomian di negeri ini.
Bila harta sebesar 506,8 triliun disisihkan 2.5 persen saja, maka 37,17 juta rakyat miskin, masing-masing  akan mendapatkan modal usaha sebanyak 13 juta.  Itu baru terbatas di Singapura, belum ditambah aset mereka di dalam negeri dan di negara-negara lain yang akan berjumlah jauh lebih banyak.

Haah.... Orang miskin bisa dapat 13 juta per orang ? Yuph, menyisihkan 2,5 persen itu adalah tata kelola ekonomi dan financial mengikuti Konsep Ekonomi Syariah Islam.
Itulah solusi dari konsep Islam yang semestinya berlaku di negeri muslim terbesar di dunia. Konsep yang begitu sempurna dari Yang Maha Sempurna, Allah Subhanahu wa ta'ala.

Milad ke 65 Indonesia tercinta tahun ini bertepatan pada hari ke tujuh Bulan istimewa Ramadhan. Hampir bersamaan pada saat The founding Father memproklamasikan kemerdekaan RI, tepat pada hari ke 17 bulan Ramadhan tahun 1945.
Pasti ini semua ada hikmahnya yang perlu kita renungkan bersama, Karena tiada satupun yang ditakdirkan Allah, terjadi secara kebetulan melainkan ada hikmah yang terkandung di dalamnnya.
Yuph.... Ini adalah SOLUSI di saat sulitnya mencari solusi  membuat Ibu Pertiwi yang sekarang bermuram durja. Wallahu a'lam.
Selamat Milad Indonesiaku, Merdeka !.....

Dari berbagai sumber *)
Read more... Miskin dan Kaya Ibu Pertiwi di usia 65

Kamis, 12 Agustus 2010

Knocking on heaven's door dengan Lapar, bukan Kelaparan

Dalam keadaan lapar maupun kelaparan, kondisi perut sama-sama kosong. Hanya saja pada keadaan lapar, hal itu memang sengaja diniatkan dan dilaksanakan dengan berpuasa karena iman. Lapar tentu saja berbeda dengan kelaparan jika kita fahami lapar dari banyak sisi.

Saat kelaparan, manusia berada dalam situasi dimana ia tidak berdaya karena tidak memiliki bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan fisiknya, sementara ia ingin makan.
Inilah yang menyebabkan pada kasus kelaparan, manusia cenderung bersikap apapun demi memenuhi kebutuhan biologis mereka. Kelaparan telah membutakan akal. Itulah penyebabnya umat Islam dianjurkan bekerja keras mencari nafkah agar terhindar dari kemiskinan atau pun kelaparan.

Sedangkan lapar yang dimaksud Rasulullah Saw adalah suatu situasi biologis dimana manusia membiarkan atau sengaja berada pada kondisi perut yang tidak terisi. Kita dianjurkan untuk sering-sering merasa lapar agar bisa mengetuk pintu surga (Knocking on heaven's door). Dengan merasa lapar, kita juga ikut merasakan betapa laparnya saudara-saudara kita yang hidupnya miskin dan papa, sehingga memacu tiap individu yang beriman ikut memberi makan pada kaum papa, anak yatim, fakir miskin, janda-janda tua dan para du'afa di sekitar kita.

Ada jalan yang paling menyenangkan untuk sampai pada kondisi lapar yang dianjurkan Allah SWT. Sebuah jalan yang paling pantas yaitu puasa. Puasa adalah ibadah paling istimewa di bulan istimewa Ramadhan yang diwajibkan Allah bagi hamba-Nya.

Pada bulan puasa, Allah mendatangkan berkah, mengirimkan rahmat, mengampuni dosa-dosa, menerima shalat kita, menghargai setiap usaha kita dalam menjalankan kebaikan, bahkan memuji kita di hadapan para Malaikat, Subhanallah...

Sungguh merugi dan patut dikasihani jika pada bulan istimewa Ramadhan kita tidak mendapatkan ampunan-Nya dan meraih pintu surga.

Inilah jalan paling menyenangkan untuk mendapatkan kondisi lapar yang terjaga, sebab puasa adalah menahan makan dan minum sejak waktu terbit fajar hingga tenggelamnya matahari.
Tetapi hanya lapar atau puasa yang diimani dan diniatkan semata-mata untuk Allah saja yang akan membawa manfaat besar bagi kita. Salah satu manfaat itu adalah ketenangan.

Secara medis, ketenangan ini akan mendorong tubuh mencapai penanggulangan stressor (tekanan drastis) yang positif terhadap perubahan hormon tubuh selama berpuasa.
Semua ini akan berakibat tubuh dapat beradaptasi sehingga mampu menurunkan kadar kortisol dan terjadi peningkatan imunitas.
Alhasil, dengan berpuasa tubuh malah jadi lebih sehat dan tahan penyakit karena terjadi peningkatan imunitas (kekebalan tubuh).

Jadi, kita berpuasa dengan niat yang lurus karena iman kepada Allah SWT, niscaya akan mendapatkan ketenangan jiwa yang luar biasa. Ketenangan inilah yang akan mampu mengontrol emosi atau nafsu negatif dalam diri. Inilah yang disebut Rasulullah Saw bahwa puasa adalah cara utama memerangi nafsu, sedangkan hawa nafsu adalah tempat bercokolnya setan. Lewat hawa nafsulah setan menggoda manusia.

Nafsu tersebut akan menjadi semakin kuat dengan makan dan minum seperti yang disabdakan Rasulullah Saw :

"Sesungguhnya setan itu mempengaruhi anak-anak Adam dengan memasuki aliran darah mereka.
Maka sumbatlah jalan-jalannya itu dengan lapar.
(Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Selama perut kita kenyang bahkan kekenyangan, selama itu pula  menjadi tempat subur bagi  tumbuh dan berkembangnya kekuatan setan. Selama perkembangan itu berlangsung, keagungan tuhan tidak akan tanpak. Kemuliaan-Nya akan terus tertutupi.
Nah, sodara sodari termasuk golongan yang mana? Yang lapar karena iman atau kelaparan karena nafsu ? Walahu a'lam bishawab

Dari berbagai sumber, gambar postingan di sini 

Read more... Knocking on heaven's door dengan Lapar, bukan Kelaparan

Minggu, 08 Agustus 2010

Introspeksi di Bulan Istimewa Ramadhan

Introspeksi tentu saja bukan hanya pada bulan istimewa Ramadhan, melainkan bisa kapan saja.
Menjelang Ramadhan tahun ini, hati kita terasa pilu, sedih dan prihatin oleh tragedi dari yang beskala individu sampai yang global.
Dunia semakin tua, dilanda bencana yang datang silih berganti dengan tingkat korban yang tak sedikit, baik jiwa maupun harta benda.

Sekurangnya saat mengetik postingan ini, saya baru saja menyaksikan berita di tv bahwa tanggul sentul telah jebol lagi,  SBY yang tak berhenti curhat karena katanya jadi sasaran tembak terorist, tragedi Bunaken saat beberapa anggota komisi III DPR RI yang berkunjung ke Pulau Bunaken, tewas tenggelam ketika kapal rombongan porak poranda dihantam ombak, lumpur Lapindo Sudiarjo makin mengganas, tragedi wacana alokasi dana rakyat untuk dana aspirasi DPR dan rumah aspirasi bagi  DPR RI dan lain-lain.


Sementara di luar negeri, saudara-saudara kita di Palestina, Libanon, Afghanistan dan di belahan bumi lainnya menghadapi tekanan, intimidasi dari kedzoliman negara zionis dan kolonialisme. Fenomena banjir di China, hujan darah di India, ketegangan di Katsmir dan lainnya.

Tragedi dan bencana tersebut, ternyata tidak segera membuat sebagian masyarakat dunia khususnya di negeri kita sadar, untuk introspeksi  kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Justru dalam keadaan sulit dan memprihatinkan tersebut, malah semakin marak melakukan ritual yang berbau syirik, mulai dari upacara tolak bala, larung sesajian hingga do'a bersama lintas agama yang berbau bi'dah.

Na'uzubillah minzalik !  Mereka masih yakin bahwa selain Allah yang menguasai langit dan bumi, masih ada kekuatan lain yang bisa murka dan memberi bencana. Menurut mereka tidak cukup hanya dengan do'a-do'a biasa, tetapi harus ditambah dengan sejumlah ritual tradisi yang mengandung keyakinan terhadap kekuatan ghaib lainnya.

Sebagian masyarakat kota juga ikut dihinggapi pendangkalan aqidah. Dengan alasan membangun kebersamaan dan toleransi beragama, mereka mengadakan do'a bersama.
Dalam acara ini, masing-masing pemimpin agama membaca do'a menurut agama dan keyakinan masing-masing. Boleh jadi, niat awalnya adalah membangun kebersamaan, tapi lambat laun bila upacara itu telah menjadi tradisi, maka masyarakat kita akan berkeyakinan bahwa semua agama itu baik dan benar.
Padahal jika semua agama benar, maka tidak perlu ada klaim kebenaran agama. Orang bisa saja hari ini beragama Kristen, besok beralih Islam, lusa sudah beragama Hindu ataupun Budha dan begitu seterusnya.

Bencana kemusrikan ini jauh lebih gawat dan lebih berbahaya daripada bencana alam itu sendiri. Jika bencana alam hanya akan menghancurkan sebagian dari sendi-sendi kehidupan dunia, bencana kemusyrikan akan menghancurkan kehidupan dunia dan akhirat sekaligus.

Di dunia Allah SWT akan mendatangkan bencana alam yang jauh lebih hebat dan dahsyat, sementara di akhirat akan datang azab dan laknat yang tak berkesudahan. Nauzubillah minzalik !

Akan lebih baik bagi kita terutama para da'i dan ustaz kondang yang sering muncul di stasiun tv agar mengurangi intensitas dakwah sensasional selama ini,  tetapi memanfaatkan Bulan istimewa Ramadhan ini,  segera menyiapkan secara khusus melayani mereka yang sedang haus jiwanya langsung ke lapangan.
Betapa luhur bila moment Ramadhan ini untuk saling berbagi, mendatangi rumah-rumah, tenda ataupun gubuk mereka untuk berbicara dari hati ke hati untuk kembali ke jalan lurus dan luas membentang di depannya menuju Allah SWT.

"Berangkatlah kamu, baik dalam keadaan ringan ataupun merasa berat... (At-Taubah :41)"

Tidak elok  terlalu egois dengan keshalehan individu sementara keshalehan sosial terabaikan. Kita perlu introspeksi dan menyadari bahwa sesungguhnya kita juga bisa menjadi juru dakwah, menyampaikan kebaikan walau dengan satu ayat. Kita perlu mencerahkan dan tidak membiarkan mata saudara-saudara kita rabun tertutup oleh awan pesimisme.
Selamat berdakwah, mari kita lakukan sekarang ! Waktu kita sangat sempit. Gunakan waktu untuk introspeksi dan berbagi di bulan intimewa Ramadhan. Wallahu a'lam bish-shawab.

Dikutip dari berbagai sumber, image posting di sini
Read more... Introspeksi di Bulan Istimewa Ramadhan

Selasa, 03 Agustus 2010

Ramadhan bulan istimewa bertabur Grand Prize dan Pahala

Insya Allah, beberapa hari lagi Allah SAW masih mengizinkan kita bersua kembali dengan Ramadhan, bulan istimewa bertabur grand prize dan pahala. Tentu kita bersuka cita dan bersyukur dengan kedatangannya, karena tidak sedikit di antara keluarga kita, kerabat dekat, tetangga, maupun teman-teman yang telah bersama-sama melewati  Ramadhan dengan kita tahun lalu, kini tidak sempat menikmati kelezatan Ramadhan tahun ini, karena lebih dahulu dipanggil ke kharibaan-Nya.

Ramadhan adalah bulan istimewa dengan banyak mega bonus dimana Allah SWT menebarkan rahmat, barakah dan pahala secara besar-besaran. Personifikasi Ramadhan ibarat seorang super kaya yang super dermawan. Dia kemudian datang untuk membagi-bagikan hadiah dan bonus tanpa batas kepada siapa saja yang memanfaatkan peluang sebaik-baiknya.

Betapa tidak? Sebagaimana pernah dijelaskan Rasulullah Saw, siapa saja yang menjalankan ibadah nafilah (sunah) pada bulan Ramadhan, akan mendapatkan pahala yang setara dengan pahala orang yang menjalankan ibadah wajib di bulan lainnya. Siapa saja yang menjalankan ibadah wajib pada bulan Ramadhan akan mendapatkan pahala minimal setara dengan 70 kali ibadah wajib di bulan lain.
Bahkan Allah telah menyediakan GRAND PRIZE. Awal Ramadhan disediakan Rahmat, Pertengahan disediakan Ampunan dan Penutup Ramadhan bebas dari neraka berupa surga bagi siapa saja yang menjalankan ibadah  dengan kualitas the best. Allahu akbar wa Lillahil-hamd !

Sungguh merugi orang-orang yang tidak memanfaatkan Ramadhan dengan menjalankan ibadah sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya. Hanya orang-orang yang kurang iman dan kurang ilmu yang membiarkan Ramadhan berlalu, tanpa mendapatkan ekstra pahala.

Tentu saja Ramadhan yang kita jalani bukan menjadi bentuk ibadah rutinitas setiap tahun, dengan produk Big Pretender  atau individu penuh kepura-puraan  yang berimplikasi membentuk individu bingung. Tetapi Bagaimana Ramadhan bisa bermakna substantif mewarnai bulan-bulan lain. Ramadhan memproduksi the best product yaitu Keshalehan individu yang termanifestasi pada keshalehan sosial.

Selamat menyambut bulan Ramadhan, teriring permohonan maaf saya yang tulus kepada teman-teman blogger, mungkin selama berkunjung di blog ini ataupun saat saya blog walking, tersua khilaf dan kata-kata yang tidak nyaman di hati. Sekali lagi mohon maaf lahir dan bathin.

Marhaban yaa Ramadhan, Marhaban bulan istimewa bertabur Grand Prize dan Pahala.

Dari berbagai sumber, Gambar posting di sini
Read more... Ramadhan bulan istimewa bertabur Grand Prize dan Pahala