Senin, 18 Januari 2010

Hotel Halal di Piala Dunia : Upaya menghindari Laknat ?


Marak dan beragamnya maksiat di negeri kita saat ini, banyak kalangan yang tidak menyadari dan menganggap sepele bahwa efek kemaksiatan tersebut, substansinya adalah akan mengundang bencana dan laknat Allah SWT.

Musibah dan bencana apa saja?

Di postingan ini sengaja tidak saya sebutkan bencana-bencana dan musibah karena saya yakin bahwa readers telah mahfum, mengikutinya di media massa baik TV maupun koran.

Anjuran dan peringatan Allah untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar dengan shalat justru dibalikkan, “semasih kita mencegah perbuatan keji dan mungkar, shalat tidak diperlukan lagi”.

Sehebat apapun kita beragumen baik di semi loka, loka karya, seminar dan diskusi lainnya, ternyata sangat jarang mengangkat tema bahwa bencana ini disebabkan oleh kemaksiatan dan kemungkaran yang telah kita perbuat. Dan bencana datang tanpa mengenal kompromi termasuk menyerang orang-orang pintar peserta diskusi. Jadi tidak hanya menimpa Maksiator. Maaf, maksiator mungkin jadi kosa kata baru lagi, Hehee...

Tentu saja harus dipilah, Shalat yang seperti apa yang benar-benar mampu mencegah kekejian dan kemungkaran ini.
Kalau sekedar menjadi rutinitas belaka, tentu shalat tersebut tidak optimal dan dapat berimplikasi kepalsuan.
Shalat akan sangat berarti manakala termanifestasi menjadi keshalehan pribadi dan meningkat menjadi keshalehan sosial.

Salah satu contoh yang dapat dijadikan pilot project untuk Indonesia dalam mencegah kekejian dan kemungkaran ini bisa kita tengok aktifitas Coral Hotel dan Resort, Afrika Selatan seperti yang saya baca di Majalah Hidayatullah.

Beberapa bulan mendatang, semua mata akan tertuju pada Cape Town, Afrika Selatan tempat berlangsungnya Piala Dunia 2010.
Hari-hari ini para penggemar bola akan sibuk mencari tiket. Sementara hampir semua station tv sibuk menyiapkan diri guna persiapan siaran pertandiangan bola.

Yang tak kalah sibuknya adalah Coral Hotel dan Resort yang induk perusahaannya berbasis di Dubai. Ini merupakan Hotel Halal pertama yang ada di Cape Town , Afrika Selatan.
Dengan kemampuan 140 kamar yang bertempat di lereng bukit Tanda di Cape Town. Tetapi mengapa untuk penggemar bola saja perlu hotel “halal”?
Menurut Hamza Farooqui, Group CEO untuk CII Holding, hotel mereka menargetkan pasar korporat dan pengunjung dari Timur Tengah yang berharap hotel bebas alkohol dengan fasilitas yang nyaman untuk beribadah termasuk untuk ibadah shalat.

Perlu diketahui, perusahaan hotel yang berbasis di Dubai ini merupakan perusahaan manajemen hotel pertama di Timur Tengah yang menawarkan lingkungan hotel yang bebas alkohol di semua hotel mereka.

Filosofi mereka adalah untuk memastikan lingkungan hotel yang lebih aman bagi klien dan saat ini akan terus menerobos pasar baru. Mereka tetap berkomitmen kepada nilai-nilai inti yaitu kejujuran, integritas dan rasa hormat terhadap budaya lokal dan masyarakat.

Bagaimana dengan Indonesia? Semoga stake holder di negara tercinta ini bisa mengambil contoh sebagai pilot project dalam rangka mencegah perbuatan keji dan mungkar, sehingga tidak mengundang laknat Tuhan dengan bala dan bencananya, Amin Allahumma Amin...

Read more... Hotel Halal di Piala Dunia : Upaya menghindari Laknat ?