Kamis, 21 Januari 2010

Aku Merindumu Anakku...

Aku Merindumu Anakku, adalah moncong meriam yang mengarah pada diriku sendiri, Tetapi bagaimanapun kuledakkan jua, sebab pedihnya pasti merobek sombongku.

Mestinya aku tak di sini, menata huruf demi huruf menyusun kalimat-kalimat sunyi yang dingin dan kokoh. Bukankah celoteh, rengek, amarah dan manjamu lebih megah dan berharga dari apapun, hingga sanggup merontokkan pilar-pilar keangkuhan diri?

Betapa naifnya aku memilih benteng sepi ini, duduk di singgasana egoku seraya berkata, “Lihat, Ayahmu yang mabuk dunia sedang membangun istana buat raja yang dicintainya !”
Sementara di rumah kau menungguku berkaca-kaca di balik kaca jendela, “Kapan Ayah pulang Bunda?”

Aku Merindumu Anakku, adalah angin yang menampari mukaku sendiri, Tetapi, Bagaimanapun kutentang jua, Sebab perihnya pasti menelanjangi jiwaku.

Mestinya aku di rumah bersamamu, bermain perang-perangan, kuda-kudaan, main bola di taman kita, atau melukis di satu buku, seperti yang acap kita lakukan di sisa waktuku untukmu.
Itupun mesti kita lakukan seusai perdebatan panjang kita di atas ranjang peristirahataanku yang biasa kau akhiri dengan tangisan kesal atau sesalmu.

Lalu...

"Ayah jadi hutan, bunda jadi danau, aku jadi gunung, ya?” Katamu sambil menggerak-gerakkan tangan mungilmu membentuk hutan, danau dan gunung.
"Bunda jadi air kendi, dan aku jadi tempat untuk mengungsi, ya?”
“Ya, Nak!” Aku tersenyum sembari menghapus air mataku.

Aku Merindumu Anakku, adalah bunga, adalah pelangi, adalah matahari yang makin rindang tumbuh dalam imajinasiku. Jangan tinggalkan aku... Aku Merindumu Anakku ...

Terinspirasi dari Majalah Nyata edisi IV Mei 2008

24 komentar:

  1. salam sobat
    iya benar anak adalah permata hati dan amanah yang dititipkan oleh ALLAH SWT,,makanya kita selalu merindukannya dan janganlah disia-siakan anak-anak kita.
    anak-anak kita juga akan merindukan kita orang tuanya.

    BalasHapus
  2. kerinduan yang mendalam. tenang ayah, sang anak akan setia menanti di rumah.

    BalasHapus
  3. @kakvesanti: thanks, salam hangat balik :)

    @Nura : Spakat 1000% Mbak. Thanks atas kunjungannya

    BalasHapus
  4. @Lina: smoga dia dan bundanya ttap setia, thanks
    @Minomino: Thanks, salam peace :)

    BalasHapus
  5. ketika bertemu pasti akan mengharukan...

    BalasHapus
  6. aku belum punya anak, dan sepertinya orang tuaku yg merindukanku seperti itu, ihihii

    BalasHapus
  7. mantabh kawan, rangkaian katanya..
    indah tanpa mempersulit sirat makna di dalamnya.. sampai terharu bacanya..

    semoga rindumu tersampaikan, kawan..

    BalasHapus
  8. WOOOOOOOOOW tulisannya indah sekali..
    :lol: :lol: :lol: :lol: :lol:

    RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank

    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

    BalasHapus
  9. kang Gaelby tolong dunk urlnya di buka..

    BalasHapus
  10. di tempatku ada award buat mas gaelby.. mohon sekiranya bersedia 'tuk menerima.. :)

    BalasHapus
  11. titip salam untuk buah hatimu,kawan
    salam hangat dari blue

    BalasHapus
  12. kok bapak q dulu ga pernah bilang gt yah?hehe...moga aja kelak aq juga di beri kepercayaan Tuhan untuk momong, semoga...amin.....

    BalasHapus
  13. @bayu: thanks bro, atas kunjungannya
    @mocca: smoga secepat mungkin dapat momongan, amiin..

    BalasHapus
  14. @heni Y: slam kenal jga, thanks
    @pohonku Sepi : ini karena suka baca artikelnya P.Sepi, thanks bro, sampai aq tersanjung :d

    BalasHapus
  15. @k.boed: i'v u full too. urlnya dah aq buka, thanks

    @P.Sepi: thanks awardnya. Aq senang bnget menerimanya

    BalasHapus
  16. @Bluerthunder: thanks blue, salammu akan aq sampaikan

    @Aditya: amiin... smoga segera dikarunai oleh-Nya

    BalasHapus
  17. salam kenal saya mampir,,,,ehhhmm,,, seorang ayah sepertinya benar-benar diperukan kehadirannya untuk perkembangan fisik maupun psikologis anak

    BalasHapus
  18. saatnya bersemangat
    salam hangat dari blue

    BalasHapus
  19. mempir dengan semangat silaturahim
    maaf lama tak kemari

    BalasHapus
  20. kerinduan seorang papa,... ^^

    BalasHapus