Senin, 01 November 2010

Allah berada sesuai persangkaan hambaNya. Just take it Easy !

Sekian banyak musibah dan bencana bertubi-tubi menghantam bangsa ini. Tampaknya bukan hanya memporak-porandakan harta dan jiwa saudara-saudara kita, tetapi juga berpeluang menghancurkan mental dan motivasi.

Bukan tidak mungkin, bila terus menerus bermasalah seperti ini, kita bisa merasa lemah dan tidak punya semangat untuk bangkit.
Sebenarnya kitalah yang membuat masalah melalui persepsi negatif terhadap fenomena-fenomena ini. Masalah yang besar bisa dikecilkan jika kita mau mengecilkannya dan masalah kecil bisa dibesarkan sesuai kemauan kita.

Jika kita terbiasa membesarkan masalah kecil, maka semua masalah menjadi besar. Sebaliknya, jika terbiasa mengecilkan masalah dan membesarkan nama Allah SWT maka kecilah semua masalah di dunia ini.

Jika kita memandang bangsa Indonesia adalah bangsa yang lemah, tidak memiliki potensi, tidak kredibel dan tidak memiliki kemampuan untuk bangkit, maka percayalah...! setiap hari kita akan menjadi bangsa rapuh, mudah menyerah dan cepat merasa kalah.


Jika kita berpandangan bahwa bangsa ini memang pantas diberi azab oleh Allah, maka Allah juga akan terus mencambuki dengan cemeti azab.

Kita memang layak diazab karena kita sendiri berprasangka buruk kepada Allah. Jika kita beranggapan bahwa musibah dan bencana yang datang silih berganti akhir-akhir ini sebagai isyarat akan hancurnya bangsa ini, maka Allah pun akan mendatangkan kehancuran pada bangsa ini.

Dalam hadits Qudri Allah berfirman :

Aku berada dalan persangkaan hamba-Ku kepada-Ku
(HR. Bukhari dan Muslim)

Jika masalah bangsa ini kita bawa sedih, maka akan menjadi sedih. Jika dibawa susah, maka menjadi susah. Dibawa gembira menjadi gembira. Semua tergantung pada cara pandang kita. 
Oleh karenanya, cara pandang yang paling sesuai dengan nilai-nilai positif kita sebagai manusia, dan nilai-nilai kebenaran syariah adalah pandangan yang salah satu dimensinya meyakini bahwa segala sesuatu di dunia ini kecil. Hanya Allah Yang Maha Besar.

Persepsi bahwa hanya Allah Yang Maha Besar adalah tidak hanya menjadi kosmetikasi belaka, melainkan dibangun dari interaksi mendalam dengan aktivitas ibadah yang sudah disyariatkan Allah dan Rasul-Nya.
Selama menunaikan shalat lima waktu, tidak kurang dari 102 kali kita mengucapkan "Allahu Akbar". Seharusnya kalimat itu sudah cukup untuk selalu menyalakan kesadaran tentang kebesaran Allah. Saat itu pula kita lepaskan segala hal yang kecil sebagai belenggu persepsi buruk yang menghinggapi.

Kalimat takbir seharusnya menjadikan kita optimis penuh percaya diri dan bersikap positif terjadap segala sesuatu bahkan terhadap kegagalan sekalipun. Karena kegagalan itu bukan berarti kematian, kehancuran atau akhir dari segalanya.

Jika kira bersifat positif kita akan mampu menghargai diri sendiri. Sikap menyalahkan diri sendiri secara berlebihan hanya akan menimbulkan kelelahan mental dan rasa frustasi yang akan menganiyaya diri sendiri.

"Dan tidaklah mereka menganiaya Kami (Allah),  akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri." (Al-Baqarah: 57)

Allah berada sesuai persangkaan hamba-Nya. So, just take it easy ! Allahu a'lam bish-Shawab
Dari berbagai sumber gambar di sini

24 komentar:

  1. Hmm..kembali pada khitah dan ungkapkan syukur atas nikmat alam Indonesia...kemana setelah kejadian bencana naluri anarkinya? saling bunuh sesama? merusak alam? dll sarkastisme?...inilah bukti bahwa Allah Swt sederhana...

    BalasHapus
  2. Oleh karena itu, sebisa mungkin kita harus berprasangka baik terhadap Allah SWT. Apapun yang DIA berikan pasti ada rahasia dan hikmah di baliknya...

    Terimakasih

    BalasHapus
  3. ya ikut merasakan, Allah Maha Pengasih...dan menyesuaikan dengan sangkaan hambaNya.

    BalasHapus
  4. hoOh, aku melihat gmn dengan gampangnya Allah meluluhlantakkan semua dalam sekejap mata, itu cukup menyadarkan kita akan kebesaran Allah SWT. :)

    BalasHapus
  5. Subhanallah Kang,
    Bukankah kerusakan di muka bumi ini pernah dikhawatirkan Malaikat ketika hendak menciptakan Adam. Manusia dengan segala hawa nafsunya telah merajalela membuat kerusakan dalam banyak aspek kehidupan apalagi terhadap alam.
    Dibalik itu benar bahwa prasangka manusia ibaratnya sebagai doa yang tersirat yang pada akhirnya bisa berimbas pada kehidupan manusia sendiri.
    terima kasih pencerahannya ya Saudaraku
    Jazakallah khairan

    BalasHapus
  6. Prasangka seperti sebuah do'a dan harapan. Maka berhati-hatilah dengan prasangkamu...

    BalasHapus
  7. ya sebaiknya tetep bersyukur atas kondisi yang ada sekarang ya
    percaya, bahwa Allah pasti akan memberikan yang terbaik

    BalasHapus
  8. Tidak tega melihat mereka yg terkena musibah, tp ini kehendak pemilik alam...Smoga Qt smua diberi kemudahan, trutama buat saudara2 yg terkena musibah.
    Ya Robb...Ampuni kami..__

    BalasHapus
  9. Assalamualaikum Kang,
    kembali hadir untuk menyampaikan doa agar dimudahkan dalam segala urusan

    BalasHapus
  10. Musibah dan bencana sebenarnya bisa jadi ladang amal dengan cara membantu korban bencana alam dengan harta atau tenaga kita.

    BalasHapus
  11. Smoga bncna ne bsa mbuat bngsa ne kmbli bcrmin dn bih bnyk bsukur. mkasihut rnunganx...

    BalasHapus
  12. selalu optimis bahwa apapun yg menimpa bangsa kita adalah suatu isyarat untuk maju dan menyadari setiap kesalahan serta memperbaikinya..bukan malah menyerah kalah, apalagi berprasangka buruk pada Allah...

    BalasHapus
  13. >Belantara: Iya bnget saudaraku. Dzajakallah khairan :)

    >Sukadi: Sepakat bro, tq salam hangat :)

    >Arya: Arrahmaanirrahiim... Tq :)

    >Ferdi: Semuanya harus disadaru dan menjadi pelajaran. Tq :)11

    >Ust.Pakies: Benar ustad. Sebagian manusia telah menganiaya dirinya sendiri. Astagfirullah...

    >BlogKeluarga: Betul betul betul. Tq, dzajakallah khairan :)

    BalasHapus
  14. >Elsa : Setuju bnget dek :) Tq salam hangat selalu :)

    >Meina : Amiin Allahumma amiin... Tq :)

    >Ust Pakies : Amiin... dzajakallah khairan katsira :)

    >Ponsel : Sepakat bnget bro. Tq :)

    >Lone : Amin... tq bro :)

    >Wind : Tetap berprasangka positif pd Allah, maka kita akan segera tenang n happy. Tq salam hangat :)

    BalasHapus
  15. salam sobat
    benar , kalau berprasangka buruk kepada Allah swt, maka cemeti azab akan menimpa.
    menjadi renungan kita semua artikel ini.

    BalasHapus
  16. Semoga bencana segera berakhir, amin.

    BalasHapus
  17. pemikiran kita seperti sugesti pada motivasi yang akan diLakukan dan apa yang akan terjadi. biLa baik baginya maka akan baik juga hasiLnya, begitupun sebaLiknya. karena di baLik sugesti ada motivasi tersendiri untuk bisa mewujudkan apa yang sedang dipikirkan.
    semoga sugesti yang tercipta seLaLu untuk perbaikan2 di masa yang akan datang.

    BalasHapus
  18. Allahu Akbar, sekarang kita mulai positif thinking dan berdoa serta berusaha agar indonesia lebih baik... hayoooo singsingkan lengan baju untuk Indonesia!!!!!!

    BalasHapus
  19. Jika terbiasa mengecilkan masalah dan membesarkan Allah, maka kecillah semua masalah di dnia ini (dan tentunya kita akan lebih tenang dan lebih bijak menghadapinya ya)

    Saya suka dengan quote diatas mas, smg bisa memotivasi saya utk selalu membesarkan ALlah, amiin

    BalasHapus
  20. benerbener omm setujuu

    BalasHapus
  21. #Nura: Betul betul betul, salam sobat :)
    #Isnuansa: Amiin Allahumma amiin... tq:)
    #OmRame: Kita dekat Allah lebih dekat lagi, kita mendapatinya dg berdiri Allah mendatangi kita dg berlari. Subhanallah... Tq Om:)
    #Nyanyu: Good spirit, tq:)
    #Winny : Allahu AKbar! Amiin... Tq :)
    #NDA : Thanks :)

    BalasHapus
  22. artikel yang bagus..
    salam kenal ya.. ditunggu ya komentar baliknnya di blog saya :)

    BalasHapus
  23. saya setuju bahwa Allah sesuai dengan persangkaan hambanya

    jadi keep istiqomah :)

    BalasHapus
  24. hmmm...
    kita yang meminta tetapi yang memberi seLaLu meLayani dengan baik, sungguh buruk orang tidak mau bersyukur.
    sama-masa Mas, kembaLi kasih.

    BalasHapus