Jumat, 12 Juni 2009

Ibu Kota Kabupaten Bima Timur adalah Sape

Bima Timur-Mesjid Besar Sape Sape sangat memenuhi syarat menjadi Ibu Kota Kabupaten Bima Timur bukan saja karena kondisi geografis yang menjadi daerah transit yang penghubung Wilayah indonesia timur dan barat serta potensi sumber daya alamnya yang paling banyak mendonori PAD Kabupaten Bima, tetapi juga karena lengkapnya infrastruktur pendukung dibanding kecamatan lain di lingkungan Kabupaten Bima apalagi dibandingkan dengan Kecamatan Woha yang menjadi Ibukota Kabupaten Bima sekarang, tentu masih jauh di bawah potensi Kota Sape yang menjadi awal mula masuknya Islam di kesultanan Bima.
Foto-foto dalam postingan ini secara kongkrit menggambarkan bahwa Kota Sape Bima Timur memang pantas dan siap menjadi Ibukota Kabupaten Bima Timur walaupun ini adalah sebahagian kecil dari banyaknya potensi yang dimiliki.




Setelah melihat foto-foto di atas, saya sangat mengharapkan komentar anda dan menjawab dengan jujur, Pantaskah Sape menjadi Ibukota Kabupaten Bima Timur dan perlukah percepatan untuk mendukung terbentuknya Kabupaten Bima Timur?..

22 komentar:

  1. setelah saya melihat, membaca, dan menyimpulkan postingan blog ini.
    jelas bima timur telah layak bahkan melebihi kriteria... yang ditentukan.
    ............

    saya berharap, agar bima timur segera terealisasi.

    BalasHapus
  2. sangat dan amat pantas!!!

    BalasHapus
  3. semoga Zulhaq slalu consern dg progresifitas tanah kelahiran tercinta n termasuk sebagai pejuang Bima Timur, amiin.... merdeka !...

    BalasHapus
  4. wooowwww... saya sangat setuju dengan pa' dyedie... hee....
    Nb; thanks 4 u'r advice about blog...
    salam buat bu jaryati n' de' galby yaaaachhh pa'....

    BalasHapus
  5. thanks enno... tetap ikut berjuang u. bima timur, ok?

    BalasHapus
  6. sangat setuju dengan konsep Bima Timur---kedepan akan banyak investasi yang Insya Allah sangat besar di Sape---potensinya kan belum banyak tergali tuh:
    UNTUK INFO UNTUK SEMUA PIHAK :
    BANK BCA PUSAT AKAN MEMBUKA CABANG DI SAPE---TEMPATNYA KURANG TAU---TAPI PIHAK BCA SEDANG MEWACANAKAN ITU---ARTINYA DENGAN ADANYA peningkatan jumlah fasilitas pelayanan yang tinggi, tentunya akan semakin meningkatkan perkembangan fisik wilayah, dan lainnya---Insya Allah---mada akan buat "MASTER PLAN SAPE"

    BalasHapus
  7. trimakasih banyak saudaraku... infonya sangat menggembirakan, kami tunngu masterplannya.
    Hidup Bima Timur!.....

    BalasHapus
  8. makasi ris, tlong ikut sosialisasi kabupaten Bima timur dg teman2nya. Sy percaya, semakin banyak network, maka perjuangan ini akan segera terwujud

    BalasHapus
  9. @haris:
    Salam dari guru2 sman 1 sape. Pak jun, pak budi, ibu janu, ibu yati dll

    BalasHapus
  10. Bima harus dilihat secara keseluruhan. Dan sape merupakan wilayah yang sangat potensial untuk dikembangkan. apalgi disana dulu pernah ada tambang mutiara dan daerah transit untuk menuju Komodo. hal perlu diperhatikan adalah sarana dan prasarananya. terutama pelabuhan dan sarana jalan.

    BalasHapus
  11. sekarang pelabuhan di sape ada 3
    1. Pelabuhan penyebrangan asdp
    2. Pelabuhan Peti Kemas
    3. Pelabuhan perikanan
    sarana jalan :
    sekarang bung Amran memasuki wilayah kabupaten Bima, bukan KOta bima; sarana jalan hotmix terbaik ada di wilayah sape, karena selama ini Sape memang mendonori hampir 50% PAD Kab. Bima

    Thanks bos dah mampir, salam kenal

    BalasHapus
  12. de modampa ni sura loa batu wea ketona...........pala aina pepa ao pede HONGGO MPOANA MA DA WINTE

    BalasHapus
  13. thank jay... dah mampir...

    BalasHapus
  14. Sape : The Future City. Haqqul yaqin pak sekjen. Tolong posting potensi wisata sape. kedepan kota sape KBT harus andalkan jasa & industri. selamat datang KABUPATEN BIMA TIMUR.

    BalasHapus
  15. spakat 100 persen, ide briliant...

    BalasHapus
  16. ADEN DOU "SILA"29 Mar 2010 00.27.00

    INI BUKAN MASLAH COCOK TIDAK COCOK,, TAPI MASALAH PANTAS TIDAK PANTAS KABUPATEN BIMA TIMUR ITU TERBENTUK. JANGAN TERLALU BERSEMANGAT PADA MASALAH DISINTEGRASI.... INGAT DENGAN OTONOMI, BELUM TENTU DAERAH TAMBAH MAJU,, JANGAN HANYA DEMI KEPENTINGAN BEBERAPA ORANG ANDA MENGORBANKAN ORANG BANYAK.

    BalasHapus
  17. @aden : Yang lebih berbahaya, justru tidak berbuat apa-apa hingga mamasung semangat diri hingga gampang berprasangka negatif terhadap azas perjuangan yang progresif.

    BalasHapus
  18. kalo memang wilayah timur BIMA sudah memenuhi semua syarat pemekaran wilayah, kenapa tidak? yang perlu diingat kita harus siap menerima konsekuensi dari pemekaran itu. sebab banyak daerah2 lain pada akhir masih mengantung diri pada daerah induknya. Sekarang ada kebijakan baru mendagri yang jika tidak mampu melaksanakan itu akan dikemablikan ke daerah induknya. Untuk cental kota SAPE lebih mendukung.

    BalasHapus
  19. dana sape itu cocok sama lagunya koesploes, lho.

    bukan lautan, hanya kolam susu.
    kait dan jala cukup menghidupimu.
    tiada badai tiada topan kau temui.
    ikan dan udang menghampiri dirimu.

    coba aja jalan-jalan ke TPI, mau
    makan ikan tuna segar segede "wangga"
    tinggal minta aja di sana. langsung
    deh bisa bakar2 ikan labo lenga-lenga,
    heheeee.

    Pokoknya hidup sape!!!

    ogut orang rasa 'bou lho :))

    BalasHapus
  20. Nae, toi ja kone kabupaten... Taho ja gabung kanae lao kabupaten bima , ma nae... au ndadi toi toi ndaka e... bona edak!
    (Kabupatenx kecil amat , bagusan gabung sama kabupaten bima yang lebih besar , apa tu jadi kecil kecil, jelek kliatanx...)

    BalasHapus
  21. Saya sebagai putra sape sangat setuju dan mendukung SAPE menjadi kabupaten Bima timur, karena sumber daya alam dan sumberdaya manusia cocok dan memungkinkan, selain itu juga di dukung dari segi pendidikan ,pelayanan kesehatan, tempat pariwisata, dan untuk menarik perhatian para investor, karena sape daerah strategis.
    Wassalam,
    Mas'ud, ndai kampo sumpi Sape

    BalasHapus