Photobucket

Selasa, 11 Januari 2011

Tips Jadi Makelar


Anda punya rumah atau tanah, butuh segera di jual dengan harga yang anda inginkan. Tapi masalahnya anda tidak punya skill pemasaran yang jitu, jika anda menjualnya sendiri entah butuh berapa bulan hingga rumah itu terjual.
Tapi jika anda serahkan pada makelar yang punya jaringan pembeli dan punya skill berjualan yang baik, maka rumah anda akan lebih cepat terjual.
Yang saya aneh adalah pendapat dari kebanyakan orang tentang markup harga yang dilakukan oleh para makelar. Mereka mengatakan bahwa markup harga itu adalah bentuk kebohongan makelar. Bentuk ketidak jujuran mereka. Wah.. ini perlu diluruskan nih. Makanya saya nulis artikel ini
Pertama, markup harga adalah hal yang sangat wajar dalam perdagangan. Sangat aneh jika ada pedagang yang tidak menaikkan harga barang. Misalnya dia ambil barang seharga 10 ribu. Saya jamin ketika dijual kembali harganya akan dijadikan 11 ribu atau mungkin 12 ribu tergantung kondisi pasar.
Coba jalan-jalan ke supermarket. Lihat harga-harganya. Apakah anda bisa menjamin harga yang tercantum itu sama dengan harga ketika toko itu mengambil dari distributor atau pabrik? Pasti tidak sama kan?
Soal kejujuran…
Pernahkan anda ke supermarket manapun, ke pasar manapun, ke toko manapun, lalu disana tertera 2 harga. Harga pertama adalah harga barang itu diambil dari distributor dan harga kedua adalah harga jual.
Pernah?
Jika toko besar yang sering anda datangi aja menyembunyikan harga kulakan, apalagi hanya seorang makelar. Bahkan pengembang perumahanpun tidak pernah memberitahu anda harga cat, semen, batubata, ongkos tukang, dll kan?
Lalu ketika ada makelar yang tidak memberitahu anda harga sebenarnya suatu barang, apakah serta merta mereka langsung bisa dituduh penipu??
Kalau soal markup harga yang terlalu tinggi, itu sih untung-untungan dia. Jika dengan harga tinggi dia dapat pembeli, kenapa tidak? Tapi jika dia kurang percaya diri, ya jangan ambil untung gede-gede dong.
Lagipula ada perbedaan psikologi antara penjual dan makelar. Penjual karena butuh, takut barangnya tidak segera laku sehingga mematok harga terlalu rendah bahkan lebih rendah dari harga pasar. Sedangkan makelar, karena tahu harga dan tahu pembeli potensial yang mampu membayar lebih dari itu, tentu saja sangat sayang jika barang dijual murah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar