Minggu, 18 Juli 2010

Konsep Sekulerisme dan Liberalisme Tidak Ramah Lingkungan

Konsep Sekuler dan Liberal tidak ramah lingkungan- kenapa? Secara sadar saya katakan bahwa kita tidak sedang berlomba-lomba anti apa saja yang lahir dari dunia barat. Hanya saja, sebagai individu yang menjalankan nilai-nilai dan ajaran agama,  harus bersikap ketat dan selektif terhadap berbagai produk Barat. Kita akan menerima dan menolak setelah ada proses seleksi dari sumber utama promordial Agama yaitu Kitab suci.

Secara pribadi saya tidak memungkiri atau menafikkan bahwa konsep sekulerisme dan liberalisme dapat melahirkan ilmu baru. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah : Apakah perkembangan ilmu pengetahuan hanya akan lahir dari konsep sekular ? Jawabannya adalah Tidak !

Sebagai ilustrasi perkembangan ilmu yang dilahirkan dari konsep sekuler, saya tamsilkan seperti yang disampaikan Tokoh Dunia mantan Perdana Menteri Negara Sekular India Jawahal Nehru. Dalam sebuah konferensi agama-agama dunia di New Delhi pernah mengatakan :

"Hingga kini belum juga jelas apakah hasil-hasil ilmu pengetahuan yang didapat dari sekularisme ini menimbulkan perbaikan. Malahan akan menimbulkan kebinasaan saja." 

Dari Ungkapan di atas dapat kita ketahui, ternyata begitu banyak persoalan yang justru melilit dunia dalam skala internasional, lebih khusus bangsa dan negara kita tercinta Indonesia.
Semenjak diterapkannya demokrasi sekular di negara ini, saat itupun kita sedang memetik ketidakjujuran demokrasi.
Kita semua tahu bahwa di antara prinsip-prinsip demokrasi yang terkenal adalah golongan yang berkuasa harus mendapatkan persetujuan dari golongan terbesar (Mayority), kemudian golongan kecil yang berlainan pendapat dari mayoritas, dijamin hak-haknya dalam masyarakat.

Secara objektif walaupun kita dari kalangan agama selain Muslim, apa yang bisa kita katakan ketika di bumi mayoritas Muslim ini justru memanjakan nilai demokrasi sekuler dan mengenyampingkan nilai-nilai agama pribumi? Ternyata sistem yang selama ini dibanggakan barat dan bonekanya "TIDAK RAMAH LINGKUNGAN".

Siapapun boleh menerapkan sistem ini, tetapi tentu saja dalam penerapannya ia tidak mau dirugikan "tidak ada makan siang gratis".
Masih segar dalam ingatan kita dengan hasil pemilu di Aljajair dan kemenangan Hammas di Palestina. Hanya dengan rekayasa tuduhan subyektif bahwa kaum Muslim fundamentalis atau teroris maka mereka kembali memetik pahitnya demokrasi sekuler.

Sungguh naif kalau dengan fakta-fakta tersebut justru masih ada kalangan Muslim sendiri yang menganggap bahwa agama hanya merupakan lembaga atau bengkel moral yang bersifat individu dalam skala terbatas.
Dengan gambaran riil yang kita saksikan dengan kasat mata saat ini, ketika maraknya arus kasus asusila dan kesusakan moral yang terjadi mulai dari Jakarta sampai desa-desa terpencil, tidak heran banyak anak-anak muda sekarang menjadi salah memilih idola dan menjadi generasi bingung tanpa jati diri.

Setelah bola salju pemberitaan kasus asusila Luna Maya, Cut Tari dan Ariel Peterporn sudah menjalar kemana-mana dan memakan korban meracuni otak anak-anak bangsa, sekaligus dalam waktu bersamaan menutupi kasus a-moral koruptor, narkoba dan kejadian maksiat lainnya di negeri ini, agama dipaksa untuk berperan, sementara hukum yang berlaku seolah bak 'Macan ompong' tanpa solusi yang mampu mengatasinya. Lalu hukum siapakah yang berlaku di Negara ini ?

Dari berbagai sumber dan gambar posting dari sini

44 komentar:

  1. Sebetulnya setiap konsep dibuat pastilah selalu untuk kebaikan. Tapi memang kadang ada kelemahan-kelemahan dari suatu konsep, karena itu perlu adanya pembaharuan. Konsep sekulerisme dan liberal adalah salah satu contohnya. Sekarang yang jadi pertanyaan, sepintar apakah kita memilah yang terbaik untuk kita dari konsep tersebut? kalau bangsa kita sudah pintar memilah, saya kira negara kita akan damai. seperti istilah "ambil yang baik, tinggalkan yang buruk" , tetap semangat!!! ^_^

    BalasHapus
  2. Tragis, Indonesia butuh generasi terbaiknya buat memperbaiki kebobrokan yang terjadi di negeri ini.

    keluarga punya peran penting buat mengajarkan aturan yang benar tentang berbagai hal.

    semoga Allah mmberikan hal yang terbaik buat indonesia.

    BalasHapus
  3. Seharusnya kita kembalikan lagi kepada hukum yang bukan dibuat oleh manusia...

    BalasHapus
  4. Kita harus peka dan peduli dengan lingkungan kita (silaturahmi antar tetangga perlu sekali), bila ada gejala asusila, narkoba, maupun teroris segera tangani bersama atau lebih bijak lapor yang berwajib!

    BalasHapus
  5. Mari kita mulai dari diri kita untuk tidak berbuat yang negatif!

    BalasHapus
  6. Sudah saya follow dari dulu, selamat berkarya!

    BalasHapus
  7. yupz!!! konsep tersebut akan terdegradasi oleh kegagalannya dalam menjawab persoalan yang ada.... we back to Islam

    BalasHapus
  8. lebih baik menata dari lingkungan kecil dulu, bisa dikatakan ...keluarga, adalah lingkup yang termaksud,...meniti dari yang terkecil dari komunitas masyarakat luas. Yang terpenting tetap ada semangat dan rasa idealisme yang cukup untuk membendung gelombang gelombang negatif.

    BalasHapus
  9. >Cerita hujan : Thanks atas opini tambahannya. Ambil yang baik, tinggalkan yang buruk. Sepakat 100% dek !

    >Elok Langita : Amiin... yuph ! keluarga punya peran penting buat mengajarkan aturan yang benar tentang berbagai hal

    >Gaphe : Thanks, tipnya sgt membantu :)

    BalasHapus
  10. >Aura keyboard : Yuph, silaturrahmi adalah kata kuncinya. Thanks sob :)

    >A.Pelupa : Thanks. Introspeksi adalah penting
    >A.Edi : Makasi bro
    >Ncuhi : Thanks, itu bukti nyata bhwa sekuler itu rapuh.
    >Aryadevi : Opini tambahannya luar biasa, Thanks sob :)

    BalasHapus
  11. Sedih memang dengan maraknya pemberitaan tentang video2 tak pantas dari anak2 muda kita...
    Semoga semua itu membuat kita segera sadar, dan segera mengambil tindakan utk menyelamatkan para generasi muda harapan bangsa ini.

    BalasHapus
  12. memang sekulerisme hanya sistem buatan manusia yang mengarah pada kebinasaan.. Setuju ama jawahal nehru..

    BalasHapus
  13. seolah-olah..Indonesia kini sudah benar2 kehilangan identitas...
    have a great day...^_^

    BalasHapus
  14. Lho! kok itu ada lambang NU nya.. ati-ati kawan memilih gambar. Nu no sekular n libaral.

    BalasHapus
  15. >Catatan kecil : Amiin, thanks
    >Saidi blogger : Sepakat bro, thanks
    >Windflowers : Thanks, Have a great day too :)
    >Faisal Hilmi : Kritiknya, akan segera dipertimbangkan, thanks :)

    BalasHapus
  16. gile.. berat sungguh berat... ckckck... keboo tambah stres...
    makasi udah k kandang ya..
    keboo polow juga...
    btw semua cerita d blog keboo nonfiksi lho, kecuali keboo blg kalo keboo ngayal.. hehe

    BalasHapus
  17. Nabi Muhammad SAW mengajarkan manusia untuk tidak merusak lingkungan, tidak mengambil kekayaan alam secara berlebihan, menjaga keseimbangan alam.

    BalasHapus
  18. memang harus di perbaiki sedini mungkin di sini

    BalasHapus
  19. hmm...budaya barat sudah semakin besar efeknya di kalangan muda dan itu gak mudah memberantasnya terutama budaya yg gak baik.

    BalasHapus
  20. budaya barat (yg negatif) memang sudah merasuki jiwa generasi muda kita... sungguh menghawatirkan

    BalasHapus
  21. Haloooo... mampir lagi... :D

    BalasHapus
  22. Benar sekali gan.
    Kita harus selektif dalam memilih apa-apa yang ada di dunia belahan barat.

    Jangan asal ambil dan meniru begitu saja tanpa memperhatikan budaya ketimuran.
    Share yang bagus sekali gan.
    Tengkyu.

    BalasHapus
  23. >Keyboo: heheee... tapi gak seberat ngangkat kebo kan, Thanks
    >REadher: ckk.. ckk..:)) obat pusing apaan yaa? Makasi dek :)
    >Attaya: Salamun alaik ya Rasulullah ! Thank sob :)
    >blogger admin: Yuph, spakat bro :)

    BalasHapus
  24. >Sang cerpenis: Kit hrs tetap berusaha mengeliminir itu. Trims, salam hangat
    >Ramadhan : Yuph, sepakat bro. Thanks
    >Reni : Thanks Mbak :)
    >Tomo : Sepakat gan, salam sobat :)

    BalasHapus
  25. Salam blognya rame dan penuh Info

    BalasHapus
  26. setuju mas..kita harus memilah-milah budaya yang datang dari barat

    BalasHapus
  27. dasar-dasar pemikiran sekulerisme dan liberalisme memang menghancurkan. penerapan ideologi tersebut pada sistem perekonomian barat membuktikan bahwa sistem itu tidak kuat. tidak juga stabil. dan bahkan merugikan banyak pihak..

    terima kasih sharingnya mas...

    BalasHapus
  28. terima kasih penjelasan dan sharingnya mas tentang sekulerisme dan liberalisme. kita hindari sejauh mungkin sistem tersebut.

    BalasHapus
  29. wah
    makasih info pentingnya ini ya om

    BalasHapus
  30. Wah binggung dah kalo masalah bahas tentang konsep bernegara seperti ini :),

    Jadi warga negara yang baik adja dweah saling bersilahturahmi dan menyapa sesama blogger.

    Mas bisa minta YM nya nggak?

    BalasHapus
  31. selamat pagi mas,....

    apa kabar ? lama gak berkunjung ke sini,
    makasih infonya mas,hukum siapa yg berlaku mas ? biarkan hukum Tuhan saja yg kelak berlaku....

    BalasHapus
  32. yah itu dah resiko karena org pinter semakin banyak :) semua kembali ke diri kita masing2 bagaimana menyikapi n menerimanya, mau mengalah utk yg baik atau akan selalu merasa paling benar dgn keyakinan atau pilihan masing2 :)

    BalasHapus
  33. >Mawardi : Thanks, salam balik bro :)
    >Dinoe : Yuph, sepakat sob, Thanks :)

    >Artikel Islami : Thanks balik, Opini tambahannya mencerahkan :)

    >Tutorial : Yuph, akan lebih baik klo kita hindari. Trims bro :)

    BalasHapus
  34. >Anyindia : Trims balik dek :)

    >Indahnya kebersamaan : Yuph, silaturrahim adalah pointnya. YMku : didi.salahuddin@yahoo.co.id

    >Senja : Alhamdulillah masih sehat, smoga dek Senja ttap dlm lindungan Allah SWT, amiin

    >Aulawi Ahmad : Thanks atas responnya. Yuph.. semuanya ada resikonya, yg paling penting adalah introspeksi. Salam hangat :)

    BalasHapus
  35. selamat malam,bang
    senan rasanya blue bisa bersandang disini melepas kangen.heheh
    salam hangat dari blue

    BalasHapus
  36. semoga kita bisa memperbaiki diri dengan adanya teguran2 itu

    BalasHapus
  37. Sekularisme mang destruktif. Saat ini, kbenaran tak lagi disandarkan pada sinergitas objek terhadap sistem nilai dan religi nmun mlah d tentukan oleh suara mayoritas, wlaupun tlah jlas2 mnyimpang dri sstm nlai yg ada. Nice posting brader, slam knal. oia, skalian Q follow...

    BalasHapus
  38. dimuLai dari diri pribadi yang diLanjutkan pada Lingkungan keciL yang tumbuh menjadi besar untuk menciptakan konsep pribadi yang baik.
    terima kasih atas sharenya.

    BalasHapus
  39. selalu begitu
    kapan ya berubahnya... :(

    BalasHapus
  40. Agama harus kita jadikan landasan untuk mencegah sekulerisme

    BalasHapus
  41. >Blue : Thanks sob, snang bnget dpt kunjunganmu lagi :)
    >Kurniawan : Amiin, Makasih kawan :)

    >Lone : Salam knal balik. Thanks ! Opini
    tambahannya sgt mencerahkan.

    >Om rame : Yuph, sepakat kawan, dimulai dari diri sendiri dulu. Thanks

    >AbyUmi : Thanks, smoga smuanya bisa berubah :)

    >Tomo : Setuju gan ! Itulah kata kuncinya

    BalasHapus
  42. Tulisannya keren PAK!! merinding bacanya

    apalagi dengan tulisan "Ketidakjujuran Demokrasi"
    seperti yang terjadi di Iran juga tu Pak. Foto rakyat yang mengelu elukan Ahmadinejad oleh media barat di crop dan ditulis "pendukung Mousavi" (mousavi ini didkung oleh para pemuda liberal dan Amerika)

    BalasHapus
  43. hmm.. kalo menurut saya sih sekularisme ada sekarang ini karena pada zaman dulu ada pihak yang takut kekuasaaan hilang oleh din islam...

    BalasHapus